Jet Pribadi Jatuh di Tengah Badai Salju, 8 Orang Meninggal Dunia
Sebuah jet pribadi jatuh saat lepas landas dari Bandara Internasional Bangor, Maine, di tengah badai salju. Delapan orang dievakuasi dan dievaluasi medis.
Sebuah jet pribadi mengalami kecelakaan saat lepas landas dari Bandara Internasional Bangor, Maine, Amerika Serikat, pada Minggu (25/1) malam waktu setempat. Pesawat tersebut membawa delapan orang, terdiri dari awak dan penumpang.
Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA) mengonfirmasi insiden tersebut dan menyebut pesawat yang terlibat adalah jet bisnis Bombardier Challenger 650. Pihak bandara menyatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.45 waktu setempat.
Hingga Minggu malam, tingkat cedera para korban belum diumumkan. Seorang sumber yang mengetahui penanganan awal insiden mengatakan kepada CNN bahwa seluruh awak dan penumpang masih menjalani evaluasi medis.
“Petugas pertolongan pertama masih berada di lokasi dan diperkirakan akan bekerja selama beberapa jam ke depan sebelum informasi tambahan dapat disampaikan,” demikian pernyataan bersama Pemerintah Kota Bangor dan pengelola Bandara Internasional Bangor.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Bangor dihentikan sementara sepanjang Minggu malam.
Komunikasi Terakhir Menjelang Lepas Landa
FAA memastikan akan melakukan penyelidikan bersama Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (National Transportation Safety Board/NTSB) untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
Insiden ini terjadi di tengah badai salju yang melanda wilayah Timur Laut Amerika Serikat. Kondisi cuaca di Maine dilaporkan berada di bawah titik beku, disertai salju ringan dan jarak pandang terbatas.
Berdasarkan data federal, jet tersebut terdaftar atas nama sebuah perusahaan berbadan hukum perseroan terbatas yang berbasis di Houston.
Rekaman komunikasi lalu lintas udara yang diperoleh dari LiveATC.net menunjukkan adanya percakapan antara pilot dan pengendali lalu lintas udara beberapa menit sebelum kecelakaan. Percakapan tersebut membahas jarak pandang yang rendah serta prosedur penghilangan es pada pesawat.
Seorang pengendali lalu lintas udara sempat memberikan izin lepas landas dari Landasan Pacu 33. Hampir dua menit kemudian, terdengar perintah darurat melalui radio, “Semua lalu lintas di lapangan dihentikan!”
Tak lama setelah itu, pengendali lain melaporkan, “Pesawat terbalik. Kita memiliki pesawat penumpang yang terbalik.”
Dalam komunikasi lanjutan, petugas menyebutkan di dalam pesawat terdapat “tiga awak dan kemungkinan lima penumpang.” Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan faktor penyebab kecelakaan, termasuk peran cuaca ekstrem saat proses lepas landas.