2 Korban Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Tol Semarang-Solo, Sopir Diduga Hilang Konsentrasi

Kecelakaan bermula ketika bus yang dikendarai Oktavian Budi (29) melaju dari Bawen ke Salatiga.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
2 Korban Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Tol Semarang-Solo, Sopir Diduga Hilang Konsentrasi
2 Korban Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Tol Semarang-Solo, Sopir Diduga Hilang Konsentrasi (Merdeka.com)

Sebuah bus Isuzu bernomor polisi H 7481 OQ mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Tol Semarang-Solo, wilayah Dusun Sukoharjo, Desa Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (30/6). Bus yang dikendarai Oktavian Budi (29) masuk ke parit dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Kasat Lantas Polres Semarang AKP Raymond Daniel Titaheluw mengatakan bahwa kecelakaan tunggal itu terjadi di KM 454+200 Jalur A dari arah Tol Bawen ke Salatiga, Selasa (30/6) pukul 06.35 WIB.

"Dua orang penumpang yang meninggal dunia sudah dibawa ke di RSUD Salatiga. Sedangkan dua orang luka-luka masih dalam perawatan," kata Raymond.

Kecelakaan bermula ketika bus yang dikendarai Oktavian Budi (29) melaju dari Bawen ke Salatiga. Sesampainya di lokasi sopir mengalami kurang konsentrasi hingga kendaraan oleng ke kiri dan terperosok ke parit.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan," ungkapnya.

Dua korban meninggal dunia diketahui bernama Sri Purwati (52), dan Abdul Manan (50) keduanya warga Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Sebelum meninggal, keduanya sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Salatiga.

Sementara itu, dua korban lainnya yang mengalami luka ringan yakni Masrum (48), dan Nury Yana Suryani (33) keduanya warga Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Saat ini menjalani perawatan di RS Tunas Harapan Salatiga.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi angkutan umum, agar selalu memastikan kondisi fisik prima dan tetap berkonsentrasi saat berkendara.

"Jadi ketika melintasi ruas jalan tol, demi menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat menimbulkan korban jiwa," ujar Raymond.

Rekomendasi