Golongan Darah Baru Ditemukan, Jadi Misteri Selama 10 Tahun
Seorang wanita tengah menjalani pemeriksaan standar sebelum operasi, tetapi hasilnya justru membuat dokter kebingungan.
Sebuah golongan darah baru berhasil diidentifikasi pada seorang perempuan berusia 68 tahun asal Guadeloupe, Prancis. Keunikannya menjadikan dia satu-satunya orang di dunia yang diketahui memiliki klasifikasi langka ini. Para ilmuwan menemukan kasus ini saat pemeriksaan rutin yang menandai perkembangan besar dalam studi sistem golongan darah manusia.
Perempuan tersebut, yang tinggal di Paris pada tahun 2011, menjalani tes standar sebelum operasi. Namun hasil tesnya membingungkan para dokter. Darahnya tidak cocok dengan jenis apa pun yang telah dikenal luas, dan tidak ada donor yang kompatibel dapat ditemukan. Saat itu, teknologi pengujian belum mampu menjelaskan keanehan tersebut. Sehingga kasus ini dibiarkan tanpa solusi selama hampir satu dasawarsa.
Dilansir Greek Reporter, peneliti kembali membuka kasus ini pada 2019 dengan menggunakan metode analisis DNA canggih untuk memeriksa darahnya secara mendalam. Selama dua tahun, tim menelusuri seluruh genomnya dan akhirnya menemukan jawaban, yakni mutasi pada gen yang disebut PIGZ.
Misteri Selama 10 Tahun Terpecahkan Berkat Penelitian DNA Lanjutan
Gen ini memengaruhi cara protein tertentu menempel pada sel darah merah. Darahnya tidak cocok dengan kelompok darah manapun karena mutasi langka ini. Ilmuwan menamai klasifikasi baru ini sebagai “Gwanda negative” merujuk pada julukan lokal untuk Guadeloupe.
Penemuan ini dipresentasikan dalam Kongres International Society of Blood Transfusion di Milan, Italia, yang berakhir pada 4 Juni. Golongan darah ini kini telah resmi diakui sebagai sistem golongan darah ke-48 di dunia.
Memahami jenis darah sangat penting karena sistem imun kita dirancang untuk menolak antigen asing. Jika seseorang menerima darah dengan jenis yang tidak cocok, tubuhnya bisa mengalami reaksi berbahaya.
Itulah mengapa pencocokan golongan darah sangat vital demi keamanan transfusi. Sebagai contoh, orang dengan golongan darah AB dapat menerima donor dari hampir semua golongan, sementara mereka yang bergolongan darah O hanya bisa menerima darah dari sesama O.
Dalam kasus perempuan ini, mutasinya berarti tidak ada satu pun orang lain yang tercatat dapat mendonorkan darah kepadanya ataupun menerima darah darinya.
“Dia adalah satu-satunya orang di dunia yang hanya cocok dengan dirinya sendiri,” kata Thierry Peyrard, seorang ahli biologi dari badan layanan darah nasional Prancis.
Kini, para ilmuwan berharap bisa menemukan orang lain yang mungkin memiliki jenis darah langka yang sama. Karena sifat golongan darah diturunkan secara genetik, tim berencana mencari calon pendonor dari tempat asal usul perempuan tersebut.
”Menemukan golongan darah baru berarti memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pasien dengan darah langka,” demikian pernyataan dari badan darah nasional Prancis.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey