Setiap 14 Juni, dunia memperingati World Blood Donor Day atau Hari Donor Darah Sedunia. Momen ini tidak sekadar menjadi ajakan untuk berbagi kehidupan melalui donor darah, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga ketersediaan stok darah — terlebih untuk golongan darah yang tergolong langka. Tidak semua darah diciptakan sama, dan beberapa golongan darah begitu jarangnya, hingga keberadaannya bisa jadi penentu hidup-mati seseorang dalam kondisi darurat.
Salah satu golongan darah yang paling sulit ditemukan adalah AB negatif (AB-). Diperkirakan hanya 0,6% dari populasi global yang memiliki golongan darah ini. Di Indonesia sendiri, jumlahnya bahkan lebih langka, yakni sekitar 0,5%. Kelangkaan ini tentu membawa tantangan tersendiri, terutama bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah secara cepat dan mendesak.
Advertisement
Kelangkaan AB- bukanlah sebuah kebetulan. Dua faktor utama yang menjadi penyebab adalah:
1. Populasi yang Sedikit
Golongan darah AB- merupakan kombinasi dari dua antigen (A dan B) dengan ketiadaan antigen Rh. Kombinasi ini sangat jarang terjadi secara genetik.
2. Keterbatasan Pendonor Cocok
Pemilik AB- hanya bisa menerima darah dari AB-, O-, A-, atau B-, yang kesemuanya juga tergolong golongan darah negatif yang jumlahnya sedikit. Ironisnya, meskipun AB- bisa menyumbangkan darahnya untuk semua golongan AB, mereka sangat terbatas dalam menerima donor.
Advertisement
Selain AB-, dunia medis mengenal beberapa golongan darah lain yang sama langkanya. Menurut American Red Cross dan data dari berbagai negara, berikut ini adalah beberapa di antaranya:
1. B negatif (B-)
Hanya dimiliki oleh sekitar 1,5% populasi dunia. Di Indonesia, B- menjadi salah satu golongan darah paling langka. Data Kementerian Dalam Negeri tahun 2021 menunjukkan hanya 25 ribu orang dari 38 juta pendata yang memiliki golongan darah ini.
2. A negatif (A-)
Diperkirakan hanya sekitar 6% dari populasi global. Meskipun sedikit lebih banyak dari AB- dan B-, tetap saja A- tergolong langka dan sulit ditemukan di banyak negara.
3. O negatif (O-)
Sekitar 7% populasi global memiliki golongan darah ini. O- dikenal sebagai “donor universal” karena bisa ditransfusikan ke semua golongan darah lain dalam kondisi darurat. Karena sifat universalnya, O- sangat dicari namun juga cepat habis.
4. Rh-null (Golden Blood)
Ini adalah golongan darah paling langka di dunia. Tidak memiliki satu pun antigen Rh, menjadikannya sangat unik. Hanya 1 dari 6 juta orang di dunia yang memiliki darah jenis ini. Pemiliknya hanya bisa menerima darah dari sesama Rh-null, namun bisa mendonorkan ke siapa saja. Sayangnya, stok darah ini hampir tidak tersedia di bank darah umum.
5. Golongan Darah Bombay (hh)
Pertama kali ditemukan di India, golongan darah ini tidak memiliki antigen H yang biasanya ditemukan dalam golongan O. Meskipun sering salah dikenali sebagai O, transfusi dari O biasa ke penderita darah Bombay bisa berakibat fatal.
6. Golongan Darah P
Golongan darah langka ini terdiri dari lima subtipe (p1, p2, p1k, p2k, dan p), dan hanya bisa dikenali lewat pemeriksaan darah lanjutan. Jumlah penderitanya diperkirakan kurang dari 1 per 1 juta orang.
Advertisement
Jawabannya ada pada genetika. Dalam sistem penggolongan Rh, seseorang bisa memiliki Rh- jika tidak memiliki antigen RhD di sel darah merahnya. Namun, mayoritas populasi dunia memiliki antigen ini, sehingga yang tidak memilikinya menjadi minoritas.
Di sisi lain, pasangan orang tua yang keduanya memiliki Rh- akan lebih mungkin menurunkan golongan darah Rh- ke anaknya. Namun, karena sifat Rh+ lebih dominan secara genetik, Rh- cenderung "terkalahkan" dan langka.
Advertisement
1. Kesulitan Mencari Donor Cocok
Dalam situasi darurat seperti kecelakaan atau operasi besar, pasien dengan golongan darah langka menghadapi risiko tinggi karena tidak semua rumah sakit memiliki stok darah yang sesuai.
2. Ketergantungan pada Pendonor Rutin
Palang Merah Indonesia (PMI) dan lembaga kesehatan lainnya sangat mengandalkan para pendonor rutin untuk menjaga stok darah langka.
3. Kurangnya Kesadaran Masyarakat
Banyak orang bahkan tidak mengetahui golongan darah mereka sendiri. Apalagi menjadi donor darah — masih sering dianggap menakutkan atau tidak penting.
Advertisement
Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli, ada beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi kelangkaan darah langka:
1. Cek Golongan Darah Anda
Mengetahui golongan darah adalah langkah awal untuk menyadari kemungkinan memiliki golongan darah langka. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula kita bisa ambil peran sebagai donor potensial.
2. Jadilah Pendonor Rutin
Jika memiliki darah langka, menjadi pendonor rutin bisa menyelamatkan nyawa mereka yang tidak memiliki banyak pilihan. PMI dan rumah sakit selalu membuka kesempatan bagi pendonor sukarela.
3. Edukasi dan Ajak Orang Sekitar
Gunakan momen Hari Donor Darah Sedunia untuk mengedukasi teman, keluarga, dan komunitas tentang pentingnya donor darah — terutama untuk golongan darah langka.
4. Dukung Bank Darah Nasional dan Regional
Donor darah bukan hanya tentang sekali datang, tetapi membangun jaringan dan cadangan darah yang siap digunakan kapan pun. Dukung inisiatif pemerintah dan PMI dalam memperkuat bank darah nasional.
Advertisement
Darah bukan sekadar cairan merah yang mengalir di tubuh kita. Dalam kondisi genting, setetes darah bisa menjadi penyelamat hidup. Bagi pemilik golongan darah langka, donor darah adalah bentuk solidaritas yang paling nyata — sebuah tindakan kecil dengan dampak luar biasa.
Di Hari Donor Darah Sedunia ini, mari kita renungkan: “Apa artinya hidup jika kita bisa menyelamatkan satu nyawa hanya dengan menyingsingkan lengan selama 10 menit?” Jika kamu salah satu dari pemilik golongan darah langka, mungkin kamu adalah harapan terakhir seseorang di luar sana. Maka, ayo berdonor — karena darahmu, adalah nyawa bagi sesama.