Personel militer Prancis memuat bantuan kemanusiaan ke sebuah pesawat sebelum operasi penerjunan udara ke Jalur Gaza di Yordania , Sabtu (02/08/2025). (AFP/ Ahmad Gharabli)
ADVERTISEMENT
Personel militer Prancis memuat puluhan ton bantuan kemanusiaan ke dalam pesawat di Yordania, Sabtu (2/8/2025), sebagai bagian dari operasi penerjunan udara darurat ke Jalur Gaza. Sebanyak 40 ton bantuan telah dijatuhkan sejak Jumat (01/08) di tengah krisis kelaparan yang terus memburuk akibat pengepungan total oleh Israel. Bantuan tersebut mencakup makanan dan pasokan medis yang sangat dibutuhkan warga Gaza.Kondisi kemanusiaan di Gaza telah mencapai titik kritis.
Program Pangan Dunia (WFP) pekan lalu memperingatkan bahwa sepertiga dari populasi Gaza tidak memiliki akses terhadap makanan selama berhari-hari. Bahkan, WFP memperkirakan satu dari empat warga Palestina kini hidup dalam kondisi menyerupai kelaparan, sementara 100.000 perempuan dan anak-anak menderita malnutrisi akut.
Personel militer Prancis memuat bantuan kemanusiaan ke sebuah pesawat sebelum operasi penerjunan udara ke Jalur Gaza di Yordania , Sabtu (02/08/2025). AFP/ Ahmad GharabliPersonel militer Prancis memuat bantuan kemanusiaan ke sebuah pesawat sebelum operasi penerjunan udara ke Jalur Gaza di Yordania , Sabtu (02/08/2025). AFP/ Ahmad GharabliPersonel militer Prancis memuat bantuan kemanusiaan ke sebuah pesawat sebelum operasi penerjunan udara ke Jalur Gaza di Yordania , Sabtu (02/08/2025). AFP/ Ahmad GharabliPersonel militer dan jurnalis Prancis bersiap lepas landas dengan pesawat sebelum operasi penerjunan udara ke Jalur Gaza di Yordania , Sabtu (02/08/2025). AFP/ Ahmad GharabliPersonel militer Prancis bersiap mendistribusikan bantuan ke Jalur Gaza, Sabtu (02/08/2025). AFP/ Ahmad GharabliPersonel militer Prancis bersiap mendistribusikan bantuan ke Jalur Gaza, Sabtu (02/08/2025). AFP/ Ahmad GharabliPersonel militer Prancis mendistribusikan bantuan ke Jalur Gaza, Sabtu (02/08/2025). AFP/ Ahmad GharabliAnak-anak menyaksikan paket makanan dijatuhkan dari udara di Rafah, Jalur Gaza selatan, Sabtu (02/08/2025). AFP AFP
Lebih dari dua juta warga Palestina di Jalur Gaza kini menghadapi kondisi kelaparan ekstrem, setelah lebih dari 20 bulan perang antara Israek dan Hamas.
Sedikitnya 58 warga Palestina telah meninggal karena kekurangan gizi, sementara 242 lainnya kehilangan nyawa akibat kekurangan makanan dan obat-obatan.
Antusias peserta UTBK SNBT 2026 terlihat saat ratusan calon mahasiswa memadati Kampus UPN Veteran Jakarta di Limo, Depok, Jawa Barat, Senin (21/04/2026).