Bumi Pernah Diguyur Hujan Selama 2 Juta Tahun, kemudian Ini yang Terjadi Pada Dinosaurus
Bumi Pernah Diguyur Hujan Selama 2 Juta Tahun, kemudian Ini yang Terjadi Pada Dinosaurus
Planet Bumi hingga kini masih penuh misteri. Semakin kita menggali formasi dan komposisi Bumi, kita akan semakin terkejut.
Bumi Pernah Diguyur Hujan Selama 2 Juta Tahun, kemudian Ini yang Terjadi Pada Dinosaurus
Salah satu periode yang mengejutkan dalam sejarah Bumi adalah masa Pluvial Carnian yang diyakini Bumi mengalami hujan terus-menerus selama jutaan tahun.
Dilansir dari laman indy100, peristiwa itu terjadi sekitar 200-300 juta tahun lalu ketika Bumi masih didominasi superbenua Pangea. Hujan itu diyakini menjadi kunci menyebarnya kehidupan di muka Bumi.
Periode itu juga terjadi di sekitar masa ketika Dinosaurus mulai berkembang di Bumi. Setelah masa itu datanglah periode sangat kering diikuti curah hujan yang deras luar biasa selama waktu yang panjang.
Itulah masa yang disebut periode Carnian dan pertama ditemukan ilmuwan pada 1970-an.
Pada waktu itu ilmuwan menemukan lapisan batuan yang berumur antara 232-234 juta tahun silam. Dari sanalah ilmuwan menyimpulkan ada periode yang sangat basah pada masa awal munculnya dinosaurus di Bumi.
Satu tim peneliti di sebelah timur pegunungan Alpen mempelajari lapisan sedimentasi siliklastik yang tersimpan dalam formasi karbonat, sementara tim lain di Inggris menganalisis lapisan batuan abu-abu yang tertanam dalam karakteristik batu merah yang terkenal di wilayah tersebut.
Hasil temuan dua penelitian ini bersama penelitian lain di belahan Bumi lain mengarah pada satu kesimpulan yang sama: pada suatu waktu Bumi pernah mengalami masa kering yang panjang dan kemudian mulailah turun hujan.
Ilmuwan kini meyakini meningkatnya kelembapan di Bumi dipicu oleh sebuah letusan gunung api besar dan setelah itu hujan pun turun selama jutaan tahun.
Peristiwa ini kemungkinan besar menyebabkan peningkatan suhu global, yang kemudian menyebabkan pemanasan lautan dan peningkatan kadar air di atmosfer.
Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Masyarakat Geologi ini menunjukkan periode basah ini menguntungkan bagi dinosaurus. Periode lembap ini membuat dinosaurus bisa melakukan diversifkasi menyusul masa penuh gejolak yang ditandai sering terjadinya letusan gunung berapi.
"Setelah punahnya tanaman dan sejumlah herbivora utama di darat, dinosaurus tampaknya yang paling meraup keuntungan dari dalam masa pemulihan ini," tulis peneliti dalam laporannya.
"Ini mungkin merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah kehidupan khususnya tidak hanya untuk 'zaman dinosaurus' tapi juga asal usul sebagian besar kelompok makhluk yang membentuk fauna modern tetrapoda darat yaitu penyu, buaya, kadal, dan mamalia."