Bocoran Dokumen: Mossad Sudah 15 Tahun Mata-Matai Iran Sebelum Perang, Pantau Situs-Situs Nuklir dan Markas Garda Revolusi
Mossad sudah menyusup ke maras Garda revolusi Iran dan situs-situs nuklir sejak 15 tahun lalu.
Laporan dokumen yang bocor menunjukkan intelijen Israel, Mossad, telah menyusup ke markas Garda Revolusi (IRGC) serta situs nuklir Sanjarian, yang dilaporkan mengembangkan komponen senjata nuklir.
Dilasir the Jerusalem Post, Sabtu (28/6), agen Mossad telah memantau situs-situs nuklir di Iran selama hampir 15 tahun sebelum dimulainya Perang Israel-Iran, menurut laporan The Times pada hari Jumat.
Berdasarkan dokumen intelijen yang bocor yang dilihat oleh The Times, Mossad menyadari bahwa kemampuan, pengetahuan, dan komponen program nuklir Iran telah meluas melampaui situs utama di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Seorang sumber intelijen mengatakan kepada The Times bahwa Mossad memiliki “kaki di lapangan” di beberapa lokasi berbeda di seluruh Iran sejak tahun 2010.
1000 rudal per tahun
Fordow, Natanz, dan Isfahan dihancurkan oleh serangan AS dan Israel pada awal bulan ini, meskipun terdapat perdebatan signifikan tentang tingkat kerusakan pada situs-situs tersebut.
Dokumen intelijen menunjukkan Iran bertujuan untuk memproduksi setidaknya 1.000 rudal jarak jauh per tahun dan ingin mengumpulkan arsenal sebanyak 8.000 rudal. Namun, Republik Islam dilaporkan memulai perang dengan Israel dengan maksimum 2.500 rudal.
Seorang sumber intelijen yang dikutip dalam dokumen mengatakan bahwa agen Mossad mengunjungi setiap bengkel dan pabrik yang kemudian diserang selama perang untuk menargetkan “seluruh industri yang mendukung pembuatan rudal dalam jumlah besar”.
Bikin peta
Israel meluncurkan perang selama 12 hari berdasarkan intelijen bahwa Iran sedang membangun sentrifugal di situs-situs di Teheran dan Isfahan.
Mata-mata membangun peta situs pengayaan nuklir, menyusup ke IRGC
Seorang sumber intelijen yang dikutip dalam dokumen mengatakan bahwa agen Mossad mengunjungi setiap bengkel dan pabrik yang kemudian diserang selama perang untuk menargetkan “seluruh industri yang mendukung pembuatan rudal dalam jumlah besar”.
Israel meluncurkan perang selama 12 hari berdasarkan intelijen bahwa Iran sedang membangun sentrifugal di situs-situs di Teheran dan Isfahan.
Mata-mata di lapangan
The Times melaporkan bahwa serangan AS terhadap Iran menargetkan tujuh bagian dari situs pengayaan uranium utama Iran, Natanz.
Intelijen Israel menggunakan mata-mata di lapangan untuk membuat peta Natanz dan mengidentifikasi struktur di atas dan di bawah tanah yang mencakup pipa, pengumpanan, dan pemadatan uranium. Angkatan Udara Israel juga menargetkan infrastruktur listrik, gedung penelitian, stasiun transformator situs, dan generator cadangan.
Militer Israel juga menargetkan beberapa situs lain yang terkait dengan pengembangan senjata nuklir, seperti Isfahan dan situs militer Shariati.
Banyak dari situs-situs ini dilaporkan didirikan oleh SPND, sebuah organisasi yang dipimpin oleh fisikawan nuklir Iran yang kini telah meninggal, Mohsen Fakhrizadeh. Ia dilaporkan dibunuh oleh Israel pada tahun 2020 menggunakan senapan mesin yang dikendalikan satelit.
Selain itu, dokumen yang bocor menunjukkan bahwa Mossad telah menyusup ke markas IRGC serta situs nuklir Sanjarian, yang dilaporkan mengembangkan komponen senjata nuklir.
Pada akhir tahun 2024, Iran telah bergerak menuju pembuatan sistem peledak canggih, yang membuat intelijen Israel percaya bahwa Republik Islam bisa saja memiliki kemampuan nuklir dalam hitungan minggu.
Tingkat kerusakan pada situs-situs tersebut menunjukkan pengumpulan intelijen selama bertahun-tahun, yang mungkin masih berlangsung.