Berlangsung Khidmat, Ratusan WNI Hadiri Salat Idulfitri di KBRI Beijing
Salat Id berlangsung tanpa kehadiran Dubes RI untuk China dan Mongolia.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang terletak di Dongzhimenwai, Dajie, Distrik Chaoyang, Beijing, China menggelar Salat Hari Raya Idul Fitri (Id) 1446 H. Sekitar 400 Warga Negara Indonesia (WNI) ikut melangsungkan Salat Id di KBRI.
Pantauan Liputan6.com, salat Id berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum salat digelar, telah dilakukan takbir bersama sejak pukul 08.30 WIB.
Salat Id berlangsung khidmat dengan Fadhil Fawwaz Revano, Mahasiswa University of International Business and Economics Beijing bertindak sebagai imam. Sementara itu, khutbah Salat Id disampaikan Ahmad Syifa, Mahasiswa S3 Indonesia pada Beijing Institute of Technology. Dalam khutbah yang disampaikan, Ahmad fokus kepada hal-hal yang dapat menghambat kebahagiaan.
Menurut Ahmad, penting bagi sesama manusia untuk menjaga hubungan sosial yang baik dengan orang lain. Sebab, Islam agama yang mengajarkan kita untuk selalu berbagi kebahagiaan.
“Maka semakin erat hubungan dengan orang lain, semakin kita jaga hubungan sosial dengan orang lain, semakin baik hubungan kita dengan orang lain, maka kemungkinan kita akan bahagia juga semakin besar,” kata Ahmad.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun yang sedang tak berada di Beijing menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1446 H secara virtual lewat rekaman video kepada seluruh WNI.
“Bapak, ibu, teman dan sahabat semua dengan kumandang takbir Idulfitri kembali hadir bersama kita semua. Selama tujuh tahun saya dan istri bertugas di Beijing kami terus bersyukur telah diberikan kesempatan untuk turut merasakan indahnya Idulfitri,” kata Djauhari.
Djauhari menyampaikan, setiap Ramadan yang dilalui selama bertugas semakin memperkuat pemahamannya terhadap pesan mendalam dari Hari Raya Idulfitri. Idulftri, kata dia, bukan hanya petanda akhir bulan Ramadan saja, tetapi bulan perjalanan penuh refleksi dan keteguhan hati.
“Momen Idulfitri tahun ini dengan kerendahan hati kami berdua memohon maaf karena tidak dapat berbagi kebahagiaan secara langsung bersama bapak, ibu, sahabat dan teman-teman semua yang ada di Beijing,” ujarnya.
Setelah salat Id usai, masyarakat Indonesia yang hadir juga mengikuti acara ramah tamah dan saling bersilaturahmi di halaman KBRI Beijing. Foto bersama juga dilakukan seusai salat Id.
Selepas itu, WNI yang hadir juga menyantap sejumlah hidangan khas Idulfitri yang disediakan KBRI Beijing, seperti lontong sayur, opor ayam, gulai sayur nangka, sambal goreng ati ampela, kambing guling, telor, dan buah-buahan.