Rayakan Idul Fitri 1447 H, KBRI Ankara Serukan Kepedulian dan Solidaritas WNI di Turki
Momen Idul Fitri 1447 H menjadi ajang KBRI Ankara untuk menyerukan kepedulian dan solidaritas di kalangan WNI di Turki, mengingatkan pentingnya perdamaian di tengah situasi global yang penuh konflik.
Duta Besar Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, menyerukan pentingnya menjaga sikap saling peduli dan mendukung perdamaian di kalangan diaspora Indonesia di Turki. Seruan ini disampaikan dalam momentum perayaan Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Acara shalat Idul Fitri bersama ini diselenggarakan di Wisma Duta Besar RI Ankara, Turki, dan dihadiri oleh ratusan Warga Negara Indonesia (WNI).
Dubes Rizal mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di Turki, untuk terus menumbuhkan kepedulian dan solidaritas antar sesama WNI maupun antar bangsa. Ia menekankan bahwa perayaan Idul Fitri kali ini memiliki makna yang lebih mendalam, terutama di tengah situasi global yang masih diwarnai oleh berbagai konflik dan perang. Momen ini menjadi pengingat akan arti penting perdamaian yang harus terus dijaga dan diperjuangkan.
Lebih dari sekadar seremoni keagamaan, Dubes Rizal mengingatkan bahwa Lebaran harus dilihat sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan di antara diaspora serta menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air. Ia juga mendorong diaspora RI di Turki untuk berkontribusi aktif demi mewujudkan Republik Indonesia yang lebih damai, adil, dan sejahtera di masa mendatang.
Seruan Perdamaian dan Solidaritas dari Dubes Rizal
Dalam kesempatan shalat Idul Fitri bersama di Wisma Duta Besar RI Ankara, Duta Besar Achmad Rizal Purnama menyampaikan pesan yang kuat mengenai perdamaian dan solidaritas. Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia di Turki untuk senantiasa menjaga kepedulian dan solidaritas, baik di antara sesama WNI maupun dalam konteks hubungan antar bangsa.
Menurut keterangan tertulis KBRI Ankara, Dubes Rizal menyoroti bahwa perayaan Idul Fitri 1447 H kali ini memiliki makna yang lebih mendalam. Hal ini dikarenakan situasi global saat ini yang dipenuhi dengan konflik dan perang di berbagai belahan dunia.
“Perayaan Idul Fitri di tengah situasi dunia yang dipenuhi konflik mengingatkan kita semua akan arti penting perdamaian,” kata Dubes Rizal. Pesan ini menjadi inti dari perayaan, menekankan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan perdamaian harus terus dipupuk.
Antusiasme WNI dan Kebersamaan Diaspora
Agenda shalat Idul Fitri bersama di KBRI Ankara menarik antusiasme tinggi dari masyarakat Indonesia di Turki. Lebih dari 600 WNI, yang terdiri dari mahasiswa dan profesional, turut serta dalam acara tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan kerinduan akan suasana Lebaran di tanah air dan keinginan untuk berkumpul bersama.
KBRI Ankara mencatat bahwa acara ini dirasakan oleh para diaspora seperti berkumpul dengan keluarga sendiri, mengobati rasa rindu kampung halaman. Banyak peserta yang rela menempuh perjalanan jauh demi merayakan Lebaran di KBRI Ankara, seperti dari Bursa yang berjarak 380 km dan Erzurum yang berjarak 800 km dari ibu kota Turki.
Selain masyarakat Indonesia, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah duta besar dari negara sahabat, termasuk Pakistan, Singapura, Filipina, Bangladesh, dan Brunei Darussalam. Kehadiran mereka menambah nuansa kebersamaan dan mempererat hubungan diplomatik.
Makna Idul Fitri di Tengah Situasi Global
Momen Lebaran, menurut Dubes Rizal, harus dilihat lebih dari sekadar seremoni keagamaan. Ia menekankan bahwa Idul Fitri juga menjadi ruang penting untuk memperkuat kebersamaan antara diaspora serta menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air.
Dubes Rizal mendorong diaspora RI di Turki untuk bersama-sama berkontribusi demi mewujudkan Republik Indonesia yang lebih damai, adil, dan sejahtera. Hal ini menunjukkan bahwa peran diaspora sangat diharapkan dalam pembangunan bangsa.
KBRI Ankara berharap kegiatan shalat Idul Fitri bersama ini dapat menjadi momentum untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan dan perdamaian bagi masyarakat Indonesia yang merantau di Turki. Perayaan Idul Fitri 1447 H ini menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan bagi masyarakat Muslim di Turki, termasuk KBRI Ankara dan diaspora RI di negara tersebut, pada 20 Maret 2026.
Sumber: AntaraNews