Banjir Bandang Texas: 78 Orang Meninggal Dunia Termasuk Anak-Anak, Puluhan Masih Hilang
Tragedi ini berpusat di Kerr County, wilayah Texas Hill Country, yang paling parah terdampak.
Korban jiwa akibat banjir bandang hebat di Texas, AS, terus bertambah. Hingga Minggu (6/7), tercatat sedikitnya 78 orang meninggal dunia, termasuk 28 anak-anak. Tragedi ini berpusat di Kerr County, wilayah Texas Hill Country, yang paling parah terdampak.
“Benar-benar mengerikan melihat apa yang dialami anak-anak kecil itu,” ujar Gubernur Texas, Greg Abbott dalam konferensi pers, setelah mengunjungi lokasi terdampak pada Sabtu (5/7).
Salah satu titik paling memilukan adalah Camp Mystic, perkemahan musim panas khusus anak perempuan. Hingga Minggu, 10 anak dan satu pembimbing masih dinyatakan hilang. Mereka terseret banjir saat Sungai Guadalupe meluap akibat hujan deras pada Hari Kemerdekaan AS, 4 Juli lalu.
Sheriff Kerr County, Larry Leitha, menyebut 68 korban tewas berada di wilayahnya, termasuk seluruh anak-anak yang tercatat meninggal. Sementara itu, 10 korban jiwa lainnya tersebar di berbagai wilayah seperti Burnet, Tom Green, Travis, dan Williamson County.
“Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah hari ini dan besok,” ujar Freeman Martin, Direktur Keamanan Publik Texas.
Menanggapi bencana ini, Presiden Donald Trump telah mengeluarkan deklarasi darurat nasional. FEMA pun mulai mengerahkan tim dan sumber daya untuk mempercepat upaya pencarian dan penyelamatan.
Imbas Efisiensi?
Beberapa ahli mempertanyakan apakah pemangkasan tenaga kerja federal oleh pemerintahan Trump, termasuk terhadap lembaga yang mengawasi Layanan Cuaca Nasional, menyebabkan kegagalan dalam memprediksi tingkat keparahan banjir secara akurat dan mengeluarkan peringatan yang tepat sebelum badai.
"Pemerintahan Trump telah memangkas ribuan pekerjaan dari lembaga induk Layanan Cuaca Nasional, yaitu Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), sehingga banyak kantor cuaca kekurangan staf," kata mantan Direktur NOAA Rick Spinrad.
Spinrad mengatakan dia tidak tahu apakah pemangkasan staf tersebut menjadi faktor kurangnya peringatan dini terhadap banjir ekstrem di Texas, namun menurutnya hal itu pasti akan melemahkan kemampuan lembaga tersebut dalam memberikan prakiraan yang akurat dan tepat waktu.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, yang membawahi NOAA, menyebutkan bahwa peringatan banjir "sedang" yang dikeluarkan pada Kamis (3/7) oleh Layanan Cuaca Nasional tidak secara akurat memprediksi curah hujan ekstrem dan menambahkan bahwa pemerintahan Trump sedang berupaya meningkatkan sistem tersebut.
Joaquin Castro, anggota Kongres AS dari Partai Demokrat asal Texas, menggarisbawahi bahwa berkurangnya personel di layanan cuaca bisa berbahaya.
"Dalam kasus banjir bandang, risikonya sangat besar jika kita tidak memiliki cukup personel untuk melakukan analisis dan prediksi secara optimal. Kekurangan itu bisa berujung pada tragedi," kata Castro.