Body Positivity vs Body Neutrality, Mana yang Lebih Membantu Meningkatkan Penerimaan Diri
Artikel ini akan menjelaskan secara mendetail perbedaan, sejarah, dan cara penerapannya untuk meningkatkan penerimaan diri.
Apakah kamu pernah merasa bingung mengenai konsep body positivity dan body neutrality? Meskipun sering digunakan secara bergantian, kedua istilah ini sebenarnya memiliki perbedaan yang signifikan dalam cara mereka mendekati penerimaan tubuh.
Banyak individu mengalami kesulitan dalam menerima tubuh mereka sepenuhnya. Penelitian menunjukkan bahwa banyak orang merasa tidak puas dengan penampilan fisik mereka, terutama saat melihat diri di cermin, mengenakan baju renang, atau saat berbelanja pakaian.
Dengan memahami perbedaan antara body positivity dan body neutrality, kamu bisa menemukan pendekatan yang paling tepat dan efektif untuk dirimu. Tidak ada satu pendekatan yang lebih baik dari yang lain; yang terpenting adalah menemukan cara yang berkelanjutan untuk menerima dan menghargai tubuhmu.
Kendati memiliki perbedaan, kedua konsep ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan dengan memperbaiki hubunganmu dengan tubuh. Berikut adalah perbedaan antara body positivity dan body neutrality, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber pada, Sabtu(5/4/2025).
Pengertian Body Positivity
Body positivity merupakan sikap positif terhadap penampilan fisik seseorang, tanpa memperhatikan bentuk, ukuran, atau aspek penampilan lainnya. Konsep ini mengajak kita untuk mencintai tubuh kita dalam keadaan apapun, meskipun tidak memenuhi kriteria 'sempurna' yang ditetapkan oleh masyarakat. Misalnya, salah satu cara untuk menerapkan body positivity adalah dengan melihat diri sendiri di cermin dan menyebutkan hal-hal yang kamu hargai dari tubuhmu. Kamu bisa mengatakan, "Aku menyukai bentuk lenganku," atau, "Meskipun perutku tidak rata, aku tetap merasa cantik."
Penegrtian Body Neutrality
Body neutrality berbeda dengan body positivity karena konsep ini tidak selalu menuntut kita untuk mencintai tubuh kita, melainkan lebih kepada penerimaan yang tulus. Daripada terfokus pada penampilan fisik, body neutrality menekankan pada kemampuan dan sifat-sifat non-fisik dari tubuh kita. Sebagai contoh, kita bisa berkata pada diri sendiri, "Tubuhku hebat karena memungkinkanku melakukan aktivitas yang kusuka," atau, "Tubuhku luar biasa karena memberiku dua anak yang hebat."
Dengan demikian, body neutrality mengajak kita untuk menghargai apa yang dapat dilakukan oleh tubuh kita, bukan hanya bagaimana penampilannya. Pendekatan ini bisa menjadi lebih realistis dan lebih mudah dicapai bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang merasa kesulitan untuk langsung beralih dari perasaan negatif terhadap tubuh mereka menuju perasaan positif yang lebih kuat.
Konsep Body Posivity
Gerakan body positivity muncul pada tahun 1960-an sebagai bentuk 'aktivisme anti-kegemukan'.3 Tujuannya adalah untuk memisahkan antara berat badan dan nilai diri individu, serta menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan martabat, rasa hormat, dan perlakuan yang adil tanpa memandang bentuk dan ukuran tubuhnya.
Gerakan ini berusaha mendorong perubahan di lingkungan sekolah, tempat kerja, dan media iklan. Selain itu, ia juga berupaya untuk mengubah pola pikir negatif yang ada di kalangan profesional medis, dengan menantang anggapan bahwa berat badan seseorang selalu berhubungan langsung dengan kesehatan atau mencerminkan kebersihan yang buruk serta ketidakpatuhan.
Meskipun memiliki niat yang positif, gerakan body positivity tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan tersebut adalah fokusnya yang cenderung hanya pada aspek penampilan. Di samping itu, meskipun sikap positif terhadap tubuh dapat memberikan dorongan bagi kesehatan mental, dampak negatif dari kelebihan berat badan terhadap kesehatan fisik dan harapan hidup tetap tidak dapat diabaikan.4 Lebih jauh lagi, mengharapkan setiap orang untuk mencintai semua bagian tubuh mereka setiap saat adalah sesuatu yang tidak realistis.
Konsep Body Neutrality
Konsep body neutrality mulai dikenal sekitar tahun 2015 dan semakin mendapatkan perhatian ketika Anne Poirier, seorang konselor yang berspesialisasi dalam makan intuitif serta gangguan makan, mulai menggunakan istilah 'body neutrality' untuk membantu pasiennya menemukan keseimbangan yang sehat antara pola makan dan aktivitas fisik.
Ide utama dari pendekatan ini adalah bahwa kita lebih dari sekadar fisik. Kita adalah individu yang kompleks dengan banyak aspek yang berbeda. Banyak dari ciri fisik kita berada di luar kendali, karena sebagian besar ditentukan oleh faktor genetik.
Karena body neutrality tidak menekankan penampilan, pendekatan ini memungkinkan kita untuk menghargai segala hal yang dapat dilakukan oleh tubuh kita. Misalnya, kita bisa terlibat dalam aktivitas fisik yang kita sukai, atau bahkan melakukan hal sederhana seperti memeluk orang-orang terkasih. Body neutrality mengakui nilai yang diberikan oleh keberadaan fisik kita, sehingga kita dapat melihat diri kita dengan cara yang lebih positif dan menyeluruh.
Tujuan dalam Body Positivity
Gerakan body positivity memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:
- Memperoleh penerimaan dan cinta terhadap berbagai bentuk serta ukuran tubuh.
- Menentang standar kecantikan yang tidak realistis dan dapat merugikan individu.
- Menumbuhkan rasa percaya diri dan meningkatkan harga diri setiap orang.
- Menciptakan komunitas yang mendukung dan inklusif bagi semua orang.
Dengan demikian, gerakan ini berusaha untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap tubuh dan kecantikan. Selain itu, gerakan ini juga berfokus pada pentingnya mencintai diri sendiri tanpa mempedulikan penilaian orang lain. "Menerima dan mencintai semua bentuk dan ukuran tubuh" menjadi prinsip dasar yang diusung dalam gerakan ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyebarkan nilai-nilai positif ini agar semua orang merasa dihargai dan diterima.
Tujuan dari Body Neutrality
Gerakan body neutrality memiliki beberapa tujuan penting yang perlu dipahami. Pertama, gerakan ini bertujuan untuk menerima tubuh tanpa memberikan penilaian baik atau buruk. Kedua, penting untuk menghargai fungsi dan kemampuan tubuh kita.
Selain itu, gerakan ini juga menekankan pentingnya fokus pada kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Terakhir, gerakan ini berupaya membangun hubungan yang sehat antara individu dengan tubuhnya sendiri. Dengan memahami tujuan-tujuan ini, diharapkan individu dapat lebih menghargai diri mereka tanpa terjebak dalam standar kecantikan yang sempit.
- Menerima tubuh tanpa penilaian positif atau negatif.
- Menghargai fungsi dan kemampuan tubuh.
- Memfokuskan pada kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.
- Membangun hubungan yang sehat dengan tubuh.
Metode untuk Menerapkan Body Positivity dan Body Neutrality
Setiap pagi, luangkan waktu untuk bertanya pada diri sendiri pendekatan mana yang paling sesuai dengan perasaanmu saat itu. Apakah kamu merasa siap untuk mencintai penampilan fisikmu? Atau mungkin kamu merasakan bahwa bersikap positif terasa terlalu menantang, sehingga lebih memilih untuk fokus pada netralitas dan menghargai fungsi tubuhmu? Jika kamu memutuskan untuk mengedepankan body positivity hari ini, berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:
- Identifikasi dan sebutkan hal-hal yang kamu sukai dari penampilan fisikmu dengan percaya diri.
- Ulangi afirmasi positif secara konsisten sepanjang hari.
- Segera hentikan pikiran negatif ketika mulai membandingkan tubuhmu dengan orang lain.
- Tonton video di internet yang berfokus pada promosi body positivity dan mencintai diri sendiri.
Namun, jika kamu merasa bahwa body neutrality lebih cocok untuk hari ini, ada beberapa tindakan yang dapat kamu lakukan untuk mendukung pendekatan tersebut. Misalnya, kamu bisa menempelkan catatan di rumah dan tempat kerjamu yang mengingatkan untuk terus berusaha menerima tubuhmu, termasuk segala kekurangannya. Selain itu, ucapkan pernyataan yang menegaskan nilai yang dimiliki oleh tubuhmu. Tingkatkan kesadaranmu dengan memperhatikan berbagai cara tubuhmu melayanimu sepanjang hari.
Keuntungan dari Penerapan Body Positivity dan Body Neutrality
Menerapkan konsep body positivity dan body neutrality memiliki sejumlah manfaat yang signifikan, di antaranya:
- Meningkatkan suasana hati serta mengurangi pikiran-pikiran negatif.
- Meningkatkan rasa percaya diri serta penerimaan terhadap diri sendiri.
- Membangun hubungan yang lebih sehat dengan tubuh.
- Meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan.
- Membantu mencegah terjadinya gangguan makan.
- Membangun rasa syukur terhadap kemampuan tubuh yang dimiliki.
Dengan mengintegrasikan body positivity dan body neutrality, kamu dapat memilih pendekatan yang paling sesuai dengan perasaanmu setiap harinya. Ingatlah bahwa proses penerimaan diri adalah perjalanan yang terus berlangsung, dan adalah hal yang wajar jika kamu menghadapi tantangan serta perubahan selama proses ini.