Rakernas PBVSI Putuskan Ubah Format Kompetisi, Ada Aturan Salary Cap Hingga Transfer Pemain
Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk tahun kerja 2026.
Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) telah melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PBVSI Tahun Kerja 2026. Rapat ini bertujuan untuk menyampaikan laporan kegiatan tahun 2025 sekaligus menetapkan rencana kerja untuk tahun 2026.
Rakernas berlangsung di Hotel Harris Cibinong, Bogor, dari tanggal 14 hingga 16 November 2025 dan dihadiri oleh 35 dari 37 Pengurus Provinsi, sehingga memenuhi kuorum. Tema yang diusung dalam Rakernas ini adalah 'Perkuat Integritas Raih Prestasi Untuk Negeri'.
Ketua Umum PP PBVSI, Imam Sudjarwo, menjelaskan bahwa tema tersebut menekankan pentingnya disiplin individu, disiplin tim, dan disiplin organisasi. Ia juga menekankan perlunya mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan lainnya demi mencapai prestasi yang optimal.
Dalam sambutan pembukaannya, Imam Sudjarwo menyatakan bahwa kinerja PBVSI selama tahun 2025 menunjukkan hasil yang positif. "Secara umum, seluruh kegiatan PBVSI pada 2025 dapat berjalan dengan baik," ungkapnya.
Imam juga memberikan gambaran singkat mengenai realisasi program kerja untuk tahun 2025 kepada para peserta Rakernas. Dalam aspek organisasi, ia menyampaikan bahwa pembinaan organisasi menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. "Dari 38 provinsi, sudah terbentuk 37 Pengurus Provinsi PBVSI. Hanya Papua Pegunungan yang belum terbentuk. Sementara itu, dari 37 Pengprov, dua provinsi sedang dalam proses Musprov untuk pergantian pengurus," tambahnya.
Popularitas Bola Voli
Dia menyatakan bahwa dirinya selalu hadir dalam pelantikan Pengprov untuk menjalin silaturahmi dan langsung melihat perkembangan voli di daerah tersebut. Dalam aspek Pembinaan Prestasi (Binpres), tim nasional putra, baik voli indoor maupun pantai, masih menunjukkan eksistensinya di tingkat Asia Tenggara dan Asia. Namun, tim putri masih memerlukan peningkatan yang signifikan.
"Sepanjang 2025 terdapat lebih dari 400 sampai dengan 450 pertandingan baik tingkat nasional maupun internasional hingga pertengahan November 2025."
Pernyataan ini mencerminkan tingginya popularitas dan minat masyarakat terhadap olahraga bola voli. Dengan banyaknya pertandingan yang diadakan, diharapkan akan ada peningkatan prestasi yang lebih baik, terutama untuk tim putri yang masih dalam tahap pengembangan.
Kompetisi Berlangsung dengan Baik
Agenda kompetisi nasional berlangsung dengan sukses, ditandai dengan semakin banyaknya peserta yang terlibat, seperti pada Livoli Divisi 1 dan kategori Kelompok Umur.
"Popularitas voli saat ini menjadi yang kedua terbesar di Indonesia setelah sepak bola. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi di level internasional," tegasnya.
Di sektor keamanan, kesehatan, dan promosi, semua berjalan dengan baik dan terencana.
Di sisi lain, Padepokan Voli Jenderal Kunarto yang terletak di Sentul dimanfaatkan secara optimal untuk pelatihan tim serta kursus wasit dan pelatih, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, tempat ini juga dioptimalkan sebagai sumber pendapatan bagi organisasi. Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, diharapkan dapat mendukung pengembangan voli di Indonesia secara keseluruhan.
Perubahan Format Kompetisi
Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) kali ini, Ketua Umum PBVSI mengumumkan adanya perubahan signifikan pada format kompetisi di tingkat nasional. Livoli Divisi 1 akan menerapkan sistem penyisihan yang dibagi menjadi empat rayon, yaitu rayon Sumatera, rayon Kalimantan, rayon Jawa dan Nusra, serta rayon Maluku-Sulawesi-Papua.
Tiga tim terbaik dari setiap rayon akan maju ke babak utama, bersama dengan empat tim yang terdegradasi dari Divisi Utama, sehingga total akan ada 16 tim yang berkompetisi di babak utama. Babak utama ini rencananya akan diselenggarakan di salah satu kota yang berada di Pulau Jawa.
"Format baru ini kami siapkan untuk menciptakan kompetisi yang lebih merata dan kompetitif di seluruh daerah," ungkap Ketua Umum PBVSI.
Selain itu, nomenklatur kompetisi juga akan mengalami perubahan menjadi Indonesia Volleyball League 1 (IVL 1) dan Indonesia Volleyball League 2 (IVL 2). Penerapan format baru ini direncanakan akan dimulai pada tahun 2027, dengan IVL 2 akan dilaksanakan pada bulan Januari dan IVL 1 pada bulan Maret atau April.
Peraturan Batas Gaji dan Transfer Pemain
Imam Sudjarwo menyampaikan hal penting dalam sambutan pembukaan Rakernas kali ini, yaitu rencana penerbitan Peraturan Ketua Umum PP PBVSI mengenai Salary Cap dan transfer pemain yang akan dilaksanakan pada awal tahun 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi biaya tinggi yang selama ini menjadi keluhan dari tim-tim peserta yang berpartisipasi dalam Proliga.
"Kami akan menerbitkan Peraturan Salary Cap dan Transfer Pemain pada awal 2026. Implementasinya dimulai 2027 agar klub memiliki waktu transisi dan persiapan yang cukup," tegas Imam.
Selain itu, pada tahun 2026, PP PBVSI juga akan memfokuskan perhatian pada pembinaan kelompok umur, yaitu U-17 dan U-19, sebagai persiapan menghadapi turnamen internasional. Tim nasional, baik yang senior maupun kelompok umur, akan diberangkatkan untuk mengikuti turnamen di luar negeri, termasuk Asian Games 2026.
"Kami ingin atlet kita mendapatkan pengalaman bertanding yang cukup agar mampu bersaing di tingkat internasional," pungkas Imam Sudjarwo.