Di Ambang Perpisahan dengan Liverpool, Mohamed Salah Menuju Arab Saudi
Agen Mohamed Salah, Ramy Abbas Issa, telah memulai negosiasi dengan klub raksasa Saudi, Al-Ittihad, setelah sang pemain memberikan persetujuan awal.
Bintang Liverpool, Mohamed Salah, dilaporkan telah memberikan izin kepada agennya untuk memulai pembicaraan mengenai kemungkinan pindah ke Saudi Pro League.
Menurut laporan dari Foot Mercato, agen Salah, Ramy Abbas Issa, sudah mulai melakukan negosiasi dengan klub besar Saudi, Al-Ittihad, setelah mendapatkan persetujuan awal dari sang pemain.
Winger berusia 33 tahun itu, memang telah lama dihubungkan dengan liga tersebut. Pada 2023, Al-Ittihad bahkan pernah mengajukan tawaran luar biasa sebesar 150 juta pound, namun Liverpool menolaknya.
Liverpool berhasil mempertahankan Mohamed Salah pada tahun lalu dan meyakinkannya untuk menandatangani kontrak baru yang berlaku hingga 30 Juni 2027. Namun, situasi kini berubah secara signifikan setelah hubungan Salah dengan pelatih Arne Slot memburuk, yang menimbulkan banyak pertanyaan mengenai masa depan Salah di Anfield.
Al-Ittihad Siap Menyambut
Laporan yang sama mengungkapkan Mohamed Salah kini lebih mempertimbangkan kemungkinan untuk pindah ke Timur Tengah dibandingkan dengan satu tahun lalu. Al-Ittihad saat ini sedang melakukan perubahan besar dalam tim mereka, di mana juara bertahan Liga Arab Saudi tersebut baru saja mengakhiri kerja sama dengan Karim Benzema melalui transfer yang cukup kontroversial.
Hal ini memberikan kesempatan yang signifikan dalam struktur gaji klub untuk mendatangkan pemain baru. Selain itu, N'Golo Kante telah dijual pada Januari, dan kontrak Fabinho akan berakhir pada Juni mendatang.
Pemain lain yang juga menjadi sorotan adalah Moussa Diaby, yang memiliki bayaran tinggi dan bermain di posisi yang sama dengan Salah, yang juga dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke Eropa. Semua faktor ini menjadikan Al-Ittihad memiliki potensi finansial yang sangat kuat untuk merekrut Salah ke dalam skuad mereka.
Performa Menurun
Di sisi lain, performa Mohamed Salah pada musim ini menjadi perhatian banyak kalangan. Ia tengah menghadapi musim yang kurang produktif sejak bergabung dengan Liverpool pada tahun 2017, dengan hanya mencetak enam gol hingga saat ini.
Ketegangan semakin meningkat pada bulan Desember lalu ketika Salah dihapus dari daftar skuad Liverpool setelah sebuah wawancara yang menuai kontroversi. Dalam wawancara tersebut, ia secara terbuka menyatakan bahwa hubungan kerjanya dengan Arne Slot mengalami penurunan.
"Sepertinya klub telah melempar saya ke bawah bus. Begitulah perasaan saya. Saya rasa sangat jelas bahwa ada seseorang yang ingin saya menanggung semua kesalahan," ungkap pemain berkebangsaan Mesir tersebut.
Kekecewaan Salah: Janji yang Tak Ditepati
Mohamed Salah juga mengungkapkan tentang janji-janji yang ia terima pada musim panas lalu, yang menurutnya tidak dipenuhi oleh klub. Ia merasa bahwa posisinya di tim kini tidak lagi mencerminkan kepercayaan yang dijanjikan kepadanya.
"Saya mendapat banyak janji pada musim panas, dan sejauh ini saya justru duduk di bangku cadangan selama tiga laga, jadi saya tidak bisa mengatakan mereka menepati janji," tegasnya.
Selain itu, hubungan pribadi Mohamed Salah dengan Arne Slot disebut-sebut berubah secara mendadak tanpa penjelasan yang jelas.
"Saya sudah sering mengatakan sebelumnya bahwa saya punya hubungan yang baik dengan pelatih, dan tiba-tiba kami tidak punya hubungan sama sekali. Saya tidak tahu kenapa, tapi menurut pandangan saya, sepertinya ada seseorang yang tidak menginginkan saya di klub ini."
Dengan adanya kabar bahwa negosiasi telah dimulai, bursa transfer musim panas mendatang bisa menjadi momen penting bagi masa depan Salah, yang merupakan salah satu ikon terbesar Liverpool dalam satu dekade terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa situasi yang dihadapi Salah saat ini cukup rumit dan mungkin akan berdampak pada kariernya di klub.
Sumber: Mirror