Barcelona Ajukan Protes ke UEFA terkait Keputusan Wasit yang Kontroversial di pertandingan Melawan Atletico Madrid
Barcelona secara resmi mengajukan protes kepada UEFA terkait keputusan yang dianggap kontroversial setelah mereka menelan kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid.
Barcelona telah secara resmi mengajukan keluhan kepada UEFA terkait keputusan yang kontroversial saat mereka mengalami kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid dalam leg pertama perempat final Liga Champions pada Kamis, 9 April 2026, dini hari WIB.
Salah satu alasan utama protes mereka adalah karena tim tidak diberikan kesempatan untuk mendapatkan penalti, serta adanya potensi untuk mengeluarkan bek Atletico, Marc Pubill, dari lapangan.
Pubill, yang sebelumnya sudah menerima kartu kuning, tampak menghentikan bola dengan tangan setelah kiper Atletico, Juan Musso, berusaha memulai kembali permainan melalui tendangan gawang.
Barcelona pun langsung mengajukan keberatan dan meminta agar penalti diberikan. Namun, wasit Istvan Kovacs tidak menganggap tindakan tersebut sebagai pelanggaran, dan VAR yang diwakili oleh Christian Dingert juga tidak melakukan intervensi untuk meninjau kembali keputusan tersebut.
Bertentangan dengan Regulasi
Tim hukum klub Barcelona telah resmi mengajukan keluhan kepada UEFA mengenai insiden yang terjadi pada leg pertama perempat final Liga Champions melawan Atletico Madrid. Dalam pernyataan yang dirilis, klub menyatakan seperti ini.
"Klub menilai terdapat tindakan kepemimpinan wasit yang bertentangan dengan regulasi yang berlaku, yang berdampak langsung pada jalannya pertandingan dan hasilnya," seperti yang dikutip dari ESPN pada Jumat, 10 April 2026.
Keluhan ini berfokus pada satu insiden tertentu yang terjadi pada menit ke-54. "Setelah permainan kembali berjalan, seorang pemain lawan menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti tanpa adanya keputusan penalti," ungkap pihak klub.
Barcelona menilai bahwa keputusan tersebut, ditambah dengan kegagalan VAR untuk bertindak, merupakan kesalahan yang signifikan. Oleh karena itu, mereka meminta dilakukan penyelidikan, akses terhadap komunikasi wasit, serta pengakuan resmi atas kesalahan yang terjadi dan penerapan langkah-langkah yang relevan.
Lebih lanjut, Barcelona menekankan bahwa ini bukanlah pertama kalinya mereka mengalami keputusan wasit yang sulit dipahami dalam beberapa edisi terakhir Liga Champions.
"Keputusan yang merugikan tim secara serius menciptakan ketidakadilan dan menghambat mereka untuk bersaing secara setara dengan klub lain," tambah pernyataan dari Barcelona.
Dengan langkah ini, klub berharap dapat memperbaiki situasi dan memastikan keadilan dalam kompetisi yang mereka ikuti.
Hansi Flick Kesal
Insiden yang memicu kontroversi terjadi ketika Atletico Madrid unggul 1-0 di Camp Nou berkat gol dari Julian Alvarez setelah Pau Cubarsi diusir dari lapangan oleh wasit. Alexander Sorloth kemudian menambah keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-70, memastikan kemenangan bagi tim asuhan Diego Simeone menjelang leg kedua di Metropolitano pekan depan.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menunjukkan ketidakpuasan terhadap keputusan wasit yang tidak memberikan penalti, yang seharusnya juga berujung pada kartu kuning kedua bagi Pubill.
"Bagi saya, itu jelas kartu merah, atau kartu kuning kedua, dan penalti," kata Flick dalam konferensi pers setelah pertandingan.
"VAR bisa menjelaskan kenapa itu tidak ditinjau. Saya tidak percaya itu bukan kartu merah. Rasanya tidak enak. Rasanya tidak adil."
Flick merasa bahwa keputusan VAR sangat merugikan timnya, dengan nada sinis ia mengungkapkan, "VAR hari ini sangat berpihak kepada Atletico. Orangnya dari Jerman, jadi terima kasih Jerman," imbuhnya.
Sumber: ESPN