Balapan dan Puasa Sekaligus, Cara Tak Biasa Toprak Razgatlioglu Jalani Debut
Toprak Razgatlioglu siap untuk memulai debutnya di MotoGP meski sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Rookie MotoGP, Toprak Razgatlioglu, akan memulai debutnya pada akhir pekan ini di seri Thailand. Debut ini berlangsung di tengah suasana Bulan Suci Ramadan bagi umat Muslim.
Juara dunia Superbike tiga kali tersebut menjelaskan bagaimana dia menjalani puasa selama akhir pekan balap. Razgatlioglu bergabung dengan grid MotoGP 2026 bersama Pramac Yamaha, dan menjadi salah satu rookie yang paling dinanti dalam beberapa musim terakhir.
Dengan kontrak jangka panjang bersama Yamaha, dia dihadapkan pada tantangan berat dalam beradaptasi dengan mesin MotoGP dan ban Michelin. Razgatlioglu diharapkan dapat memberikan masukan berharga untuk pengembangan Yamaha pada 2027, berbekal pengalamannya dengan ban Pirelli.
Sebagai satu-satunya pembalap Muslim di grid, dia harus menyesuaikan latihan dan persiapan balapnya selama Ramadan, bulan puasa yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Puasa mengharuskan umat Muslim untuk menahan diri dari makan dan minum sejak fajar hingga magrib, yang tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi atlet yang memerlukan energi tinggi saat bertanding.
Atur Jadwal
Razgatlioglu mengungkapkan bahwa ia telah menjalani puasa, namun saat ini ia mulai kembali makan dan minum menjelang Grand Prix Thailand yang akan dimulai pada hari Jumat mendatang. Setelah balapan, ia berencana untuk kembali ke Turki dan melanjutkan puasa Ramadan.
"Hari pertama saya jalani Ramadan, tapi setelah kami naik motor, saya butuh energi," jelas Razgatlioglu kepada situs resmi MotoGP pada Kamis (26/02/2026).
"Setelah tes, saya kembali dua hari menjalani Ramadan. Sekarang, saya mulai makan dan minum karena besok balapan dimulai. Ketika pulang ke Turki, saya akan kembali berpuasa," ungkapnya.
Meskipun terdapat pengecualian untuk atlet, tren inklusivitas terhadap pembalap muslim semakin berkembang. Beberapa olahraga di seluruh dunia, termasuk Premier League, kini telah mengatur prosedur yang memungkinkan pemain untuk berbuka puasa selama pertandingan.
Di dunia motorsport, kejuaraan World Endurance Championship dan Formula 1 juga telah menyesuaikan jadwal balapan di Timur Tengah agar tetap ramah terhadap bulan Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga semakin menyadari pentingnya menghormati praktik keagamaan para atlet.
Impian Jadi Kenyataan
Sementara itu, selama tes yang berlangsung di Buriram pekan lalu, Razgatlioglu mengaku masih menghadapi tantangan dalam mempercayai ban depan Michelin. Ia menyatakan bahwa ia perlu lebih sering jatuh untuk bisa memahami batasan performanya.
Meskipun ia menurunkan ekspektasi untuk hasil akhir pekan ini, ia tetap menyebut debutnya sebagai sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. "Saya sangat bersemangat," ucapnya.
"Saya melihat banyak kamera di sini, sangat berbeda dengan Superbike. Saya senang menjadi pembalap baru di MotoGP karena ini benar-benar impian yang jadi kenyataan. Ini adalah akhir pekan balapan pertama saya, saya fokus sepenuhnya dan berharap bisa meningkatkan performa besok," imbuh rider berusia 29 tahun tersebut.
Sumber: Crash