Tidak berhasil mendapatkan Olise, MU kini membidik pemain dari Crystal Palace ini.
Klub Premier League, Manchester United kembali mengarahkan radar mereka ke Crystal Palace.
Klub Premier League, Manchester United, kembali menunjukkan minat mereka terhadap Crystal Palace. Saat ini, mereka berencana untuk merekrut Eberechi Eze dari The Eagles. Pada musim panas lalu, MU sempat dikabarkan ingin menjalin kesepakatan dengan Palace, di mana mereka tertarik untuk mendapatkan Michael Olise. Namun, beberapa faktor menyebabkan transfer tersebut tidak terwujud. Pemain sayap itu akhirnya memilih untuk berkarier di Jerman dengan bergabung bersama Bayern Munchen. Menurut laporan dari The Daily Mail, MU berencana untuk kembali melakukan negosiasi dengan Palace tahun depan, kali ini dengan target Eberechi Eze. Simak informasi lebih lanjut di bawah ini.
Pemain yang memiliki kemampuan di berbagai posisi.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Manchester United memiliki minat besar untuk merekrut Eze pada tahun 2025. Hal ini dikarenakan Eze adalah pemain yang serbaguna, mampu berperan sebagai gelandang serang maupun sebagai pemain sayap kiri. Diperkirakan, kehadiran winger ini dapat menambah variasi dalam serangan MU. Oleh karena itu, pihak Setan Merah berencana untuk mengusahakan transfernya pada tahun depan.
Akan menjadi tantangan.
Berdasarkan laporan yang sama, Manchester United diprediksi akan menghadapi tantangan dalam upaya merekrut Eze pada tahun 2025. Klub Palace sangat menghargai pemain berusia 26 tahun itu dan tidak memiliki niat untuk melepaskannya tahun depan. Selain itu, posisi Palace cukup solid untuk menjaga keberadaan pemain Timnas Inggris tersebut, mengingat Eze masih terikat kontrak di Selhurst Park hingga tahun 2027, sehingga mereka tidak perlu terburu-buru untuk menjualnya.
Pengiriman Mahar
Eze kabarnya memiliki klausul rilis yang cukup tinggi di Palace. Apabila Manchester United benar-benar berniat merekrutnya, mereka perlu menyiapkan sekitar 70 juta pounds untuk diberikan kepada manajemen Palace.
Tabel peringkat Liga Premier
(The Daily Mail)