Termasuk Cristiano Ronaldo, Ini 4 Pemain Paling Dibenci di Sepak Bola
Berikut adalah ulasan mengenai lima pemain yang sering dianggap sebagai pesepak bola paling tidak disukai dalam sejarah.
Sepak bola selalu melahirkan bintang besar yang dielu-elukan para penggemarnya. Namun, tak sedikit pula pemain kelas dunia yang justru lebih dikenal karena kontroversi dan sikap negatifnya.
Mulai dari arogansi di lapangan, perilaku tak sportif, hingga masalah di luar pertandingan, semua itu membuat mereka kerap menjadi sasaran kritik, meski prestasi dan kualitas permainan yang dimiliki tak bisa dipandang remeh.
Kenyataannya, bakat luar biasa saja tidak cukup untuk meraih cinta publik. Sikap, baik di dalam maupun di luar lapangan, memiliki peranan penting dalam membentuk citra seorang pemain.
Oleh karena itu, sejumlah pesepak bola ternama dikenang bukan hanya berkat kemampuan mereka, tetapi juga karena kontroversi yang membayangi kariernya.
Dalam konteks ini, Give Me Sport merangkum lima pemain yang sering disebut sebagai pesepak bola paling dibenci dalam sejarah. Masing-masing punya cerita dan alasan yang membuat mereka menjadi sorotan, baik karena prestasi gemilang maupun perilaku yang menuai hujatan.
Fakta ini menegaskan bahwa dalam dunia sepak bola, reputasi seorang pemain tidak hanya ditentukan oleh skill, tetapi juga oleh cara mereka berinteraksi dengan lawan, rekan, dan publik.
Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo merupakan salah satu pesepak bola terhebat dalam sejarah. Meskipun memiliki status sebagai megabintang, dia juga menjadi figur yang banyak dibenci oleh sebagian orang.
Kepercayaan dirinya yang tinggi sering kali dianggap sebagai arogansi, ditambah dengan sikap egoisnya di lapangan, membuat Ronaldo sering kali mendapatkan kritik tajam. Selebrasi yang ikonik sering kali memicu pro dan kontra, sama halnya dengan ekspresi wajahnya saat mengalami kekalahan dalam pertandingan penting.
Kritik terhadap CR7 mencapai puncaknya saat Euro 2024. Meskipun telah berusia 39 tahun, pelatih Portugal, Roberto Martinez, tetap memutuskan untuk menurunkannya sebagai ujung tombak tim.
Sayangnya, Ronaldo tidak mampu mencetak gol meskipun melakukan rata-rata lima tembakan dalam setiap pertandingan. Sikapnya yang selalu ingin mengambil tendangan bebas dan peluang dari posisi yang sempit dianggap egois oleh banyak orang, sehingga semakin memperburuk pandangan fans terhadapnya.
John Terry
Legenda Chelsea ini dikenal sebagai satu di antara bek terbaik yang pernah dimiliki Inggris. Namun, kariernya dibayangi kontroversi.
Terry dituding melakukan tindakan rasisme kepada pemain QPR, Anton Ferdinand, pada 2011. Kasus tersebut membuat hubungan di Timnas Inggris dengan Rio Ferdinand (kakak Anton) menjadi tegang.
Tak hanya itu, Terry juga dikabarkan menjalin hubungan asmara dengan pasangan Wayne Bridge, rekan satu timnya di Chelsea dan Timnas Inggris. Skandal ini semakin merusak citranya di mata publik, meski performanya di lapangan sulit diperdebatkan.
Joey Barton
Joey Barton adalah sosok yang lekat dengan kontroversi. Gelandang tersebut terkenal dengan permainan keras, perkelahian, hingga masalah hukum.
Di Manchester City, dia pernah menyerang rekan setimnya, Ousmane Dabo, hingga sang pemain harus dirawat di rumah sakit dengan cedera serius pada 2007.
Tak berhenti di situ, Barton juga memukul Morten Gamst Pedersen saat memperkuat Newcastle pada 2010. Momen paling terkenal datang pada 2012, saat ia bermain untuk QPR melawan Manchester City.
Barton menyikut Carlos Tevez, menendang Sergio Aguero, hingga memicu keributan besar sebelum akhirnya diusir wasit.
Luis Suarez
Tak ada yang meragukan kualitas Luis Suarez sebagai penyerang tajam. Namun, perilakunya di lapangan membuatnya kerap dibenci lawan maupun fans.
Selama di Liverpool, Suarez beberapa kali tersandung kontroversi, mulai dari diving, menghina lawan, hingga menggigit bek Chelsea, Branislav Ivanovic. Dia juga sempat dituduh melakukan tindakan rasisme kepada bek Mancheter Unted, Patrice Evra.
Tak hanya di Inggris, Suarez tercatat tiga kali menggigit pemain lawan sepanjang kariernya. Meski punya catatan gol fantastis, reputasinya sebagai pemain kontroversial sulit dihapuskan.
El Hadji Diouf
Diouf sering dianggap sebagai pemain paling dibenci dalam sejarah sepak bola. Bukan hanya lawan, bahkan suporter tim yang dibelanya pun kerap tak menyukai sikapnya.
Eks striker Timnas Senegal tersebut dikenal sering meludahi lawan maupun fans, bersikap kasar pada rekan setim, dan tidak menghargai siapa pun. Sosoknya bahkan disebut sebagai "aib sepak bola" oleh legenda Liverpool, Steven Gerrard dan Jamie Carragher.
Mantan manajer QPR, Neil Warnock, pernah menyebut Diouf lebih rendah dari tikus got setelah diduga mengejek Jamie Mackie yang sedang tergeletak dengan patah kaki. Skandal demi skandal membuat namanya identik dengan imej negatif.
Sumber: Give Me Sport