4 Pelatih Pernah Menghebohkan Sepak Bola Indonesia, Ulahnya Tak Ada Logika
Berikut adalah daftar pelatih yang pernah menciptakan momen heboh dalam dunia sepak bola Indonesia.
Olahraga sepak bola selalu diwarnai oleh berbagai kontroversi. Tidak hanya di luar negeri, tetapi juga di tingkat nasional, permasalahan serupa sering terjadi. Banyak dari isu-isu tersebut berhubungan dengan para pelatih yang memimpin tim. Sebagai sosok sentral, mereka sering menunjukkan ekspresi yang kuat, baik saat berada di lapangan maupun di luar lapangan.
Kehebohan yang ditimbulkan tidak hanya berasal dari tindakan mereka, tetapi juga dari kata-kata yang mereka ucapkan. Setiap hal, sekecil apapun, bisa menjadi bahan cemoohan bagi para pelatih ini.
Bola.com berusaha untuk mengulas empat pelatih yang telah membuat heboh dalam dunia sepak bola lokal beberapa tahun terakhir. Siapa sajakah mereka? Berikut adalah ulasan lengkapnya.
Iwan Setiawan
Kontroversi selalu menyertai Iwan Setiawan. Pelatih yang berasal dari Medan ini sering kali mengeluarkan komentar yang blak-blakan dan tidak selalu disukai oleh banyak pihak. Namun, salah satu momen paling heboh yang pernah dilakukannya adalah ketika ia menantang suporter Persebaya Surabaya.
Kejadian tersebut berlangsung di awal Liga 2 2017, ketika tim Green Force mengalami hasil imbang dalam dua pertandingan pertama mereka. Merasa terprovokasi oleh ejekan dari para pendukung, pria berusia 66 tahun ini tidak ragu untuk mengacungkan jari tengahnya. Akibat tindakan tersebut, manajemen tim pun mengambil keputusan untuk mencopotnya dari posisi pelatih.
Fakhri Husaini
Fakhri Husaini adalah sosok yang sering disebut-sebut ketika Timnas Indonesia dilatih oleh Shin Tae-yong. Pria yang berasal dari Lhokseumawe ini sering kali memiliki pandangan berbeda dengan masyarakat. Sebagai mantan pelatih Timnas Indonesia U-17, ia terus-menerus menunjukkan skeptisisme terhadap prestasi yang diraih oleh Shin Tae-yong, yang biasa disapa STY. Menurutnya, pencapaian yang ditorehkan oleh STY tidak lebih dari sekadar biasa. Keputusan Fakhri untuk menolak menjadi asisten Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-20 pun membuatnya menjadi bahan ejekan di kalangan publik.
Thomas Doll
Thomas Doll, seorang pelatih asal Jerman, juga terlibat dalam konflik dengan Shin Tae-yong. Dia menjabat sebagai pelatih Persija Jakarta dari tahun 2022 hingga 2024. Ketidakpuasan Doll mulai muncul ketika beberapa pemainnya dipanggil untuk memperkuat tim nasional di luar jendela FIFA Matchday. Sementara itu, kompetisi Liga 1 sedang berlangsung. Pernah suatu ketika, dia mengkritik penampilan STY dalam sebuah iklan, menyebutnya seperti badut. Ucapan tersebut memicu reaksi negatif dari publik. Meskipun Doll kemudian memberikan klarifikasi atas pernyataannya, namun netizen sudah terlanjur tidak menyukainya.
Bernardo Tavares
Nama yang sering muncul dalam pembicaraan adalah pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares. Pria asal Portugal ini dikenal karena dua hal yang sangat berbeda. Ia berhasil membawa PSM meraih gelar juara pada musim 2022/2023 dan sangat vokal dalam memperjuangkan hak-hak anak buahnya serta rekan-rekan pelatih lainnya. Tavares bahkan rela mengorbankan medali juaranya demi membantu pemain dan staf yang mengalami keterlambatan pembayaran gaji.
Di sisi lain, pelatih berkepala plontos ini juga dikenal sering mengkritik keputusan wasit. Ia tidak ragu untuk membawa laptop saat konferensi pers guna menunjukkan kesalahan yang dilakukan oleh pengadil di lapangan. Dengan sikap yang tegas dan berani, Tavares menunjukkan komitmennya tidak hanya terhadap tim, tetapi juga terhadap keadilan dalam pertandingan.