Besaran Uang Sepak Bola Tarkam Bikin Pemain Profesional Tertarik
Tarkam tetap menjadi pilihan utama. Banyak atlet profesional memanfaatkan waktu luang mereka di luar kompetisi dengan berpartisipasi dalam ajang ini.
Tarkam, yang merupakan singkatan dari antarkampung, identik dengan turnamen olahraga amatir di Indonesia. Turnamen ini umumnya diselenggarakan di lapangan desa atau kampung dan mempertemukan berbagai tim dari wilayah sekitarnya. Sepak bola, sebagai olahraga yang paling diminati di Indonesia, menjadi cabang yang paling sering dipertandingkan dalam format Tarkam.
Meskipun banyak pendapat negatif tentang Tarkam, seperti anggapan bahwa turnamen ini kurang profesional, risiko cedera yang tinggi bagi pemain, dan potensi keributan antara pemain atau penonton, keberadaan Tarkam tetap tidak bisa dipandang sebelah mata. Saat ini, Tarkam masih menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Bahkan, di saat liga profesional libur, seperti pada pertengahan tahun, Tarkam sering dipenuhi oleh pemain dari Liga 1 dan Liga 2.
Belakangan ini, semakin banyak pemain dari Timnas Indonesia U-23 yang turut berpartisipasi dalam turnamen Tarkam. Di antara mereka terdapat nama-nama seperti Hokky Caraka, Kadek Arel, Dony Tri Pamungkas, dan Cahya Supriadi, serta banyak pemain muda berbakat lainnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun Tarkam memiliki banyak kritik, tetap saja banyak pemain yang merasa tertarik untuk berkompetisi di level ini. Hal ini juga membuktikan bahwa Tarkam masih memiliki daya tarik yang kuat di kalangan pemain dan penonton. Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada, Tarkam terus menjadi bagian penting dari budaya olahraga di Indonesia.
Imbalan yang menarik
Baru-baru ini, Bola.com melakukan wawancara mengenai perkembangan terkini turnamen tarkam dengan seorang media officer bernama Angga Fraceka. Angga menjelaskan bahwa Cibinong Cup adalah salah satu turnamen tarkam paling bergengsi di wilayah Jabodetabek.
Turnamen ini telah lama dikenal dan menarik perhatian para pemain dari Liga 1 maupun Liga 2. Bayaran yang diterima oleh pemain dari Liga 1 atau Liga 2 yang berpartisipasi dalam tarkam ini cukup menggiurkan. Sebagai contoh, pemain Liga 1 dapat memperoleh bayaran antara Rp3-5 juta untuk setiap pertandingan yang mereka ikuti. "Rate-nya beda-beda, misalnya kemarin saya dengar Bayu Gatra Rp5 juta," ungkap Angga.
Pemain dari Singapura juga turut serta
Angga Fraceka mengungkapkan informasi menarik terkait perkembangan Tarkam. Ternyata, acara tersebut tidak hanya menarik minat pemain lokal dan pemain asing yang sudah lama menetap di Indonesia, tetapi juga menghadirkan sosok Zulfahmi Arifin yang berpartisipasi dalam Cibinong Cup 2025. Zulfahmi sendiri merupakan mantan pemain Timnas Singapura. "Kemarin saya dapat info dari manajer kalau si Zulfahmi Arifin dari Singapura ikut," katanya.
Gonzales adalah yang termahal
Bola.com kemudian menanyakan mengenai jumlah pembayaran tertinggi yang pernah dikeluarkan oleh tim dalam Cibinong Cup. Angga Fraceka memberikan jawaban yang cukup menarik. Ia menyatakan bahwa Cristian Gonzales masih menjadi pemain Tarkam dengan bayaran termahal hingga saat ini. Mantan striker Timnas Indonesia tersebut dilaporkan menerima kompensasi sebesar Rp25 juta untuk setiap pertandingan yang diikutinya. "Gonzales, sampai Rp25 juta," ungkapnya.