8 Pemilik Klub Sepak Bola Terkaya di Dunia
Berikut adalah delapan pemilik klub sepak bola dengan kekayaan terbesar pada tahun 2025.
Siapakah pemilik klub sepak bola terkaya di dunia? Sepak bola kini telah bertransformasi menjadi salah satu bisnis yang sangat menguntungkan di zaman modern ini. Olahraga yang menawan ini berhasil menarik perhatian banyak investor, termasuk individu dan negara-negara dengan kekayaan melimpah.
Bagi para miliarder, tampaknya olahraga ini menawarkan kesempatan menarik untuk memamerkan kekayaan dan pengaruh finansial mereka, disertai dengan pujian dan prestise yang didapat. Mereka tidak lagi merasa cukup hanya dengan memiliki kapal pesiar yang megah, jet pribadi, atau bahkan pulau pribadi.
Kini, simbol status yang baru bagi kalangan super kaya adalah kepemilikan klub sepak bola. Dalam dunia ini, kegembiraan dari kemenangan di lapangan sebanding dengan prestise yang dihadirkannya di ruang rapat.
Setiap gol yang dicetak, setiap trofi yang diraih, dan bahkan kekalahan yang menyakitkan bukan hanya sekadar angka di papan klasemen, melainkan juga mencerminkan kekuatan dan pengaruh pemilik klub tersebut. Saat ini, Newcastle United, Manchester City, dan Fulham menjadi wakil Premier League yang bersinar.
Berdasarkan data dari laporan Statista dan berbagai sumber lainnya, berikut adalah delapan pemilik klub sepak bola terkaya di tahun 2025. Dengan kekayaan yang melimpah, mereka telah berhasil menjadikan klub-klub tersebut sebagai bagian dari identitas dan investasi mereka, menciptakan sinergi antara olahraga dan bisnis yang saling menguntungkan.
Nasser Al-Khelafi memiliki Paris Saint-Germain yang bernilai Rp129,7 triliun
Menurut laporan dari The Metro pada tahun 2024, Nasser Al-Khelafi, yang merupakan pemilik Paris Saint-Germain, memiliki kekayaan mencapai 6,2 miliar dolar AS (setara dengan Rp129,7 Triliun). Dengan jumlah kekayaan tersebut, ia berhasil meningkatkan posisinya dalam daftar orang terkaya. Pria yang berasal dari Qatar ini memiliki ambisi besar untuk menjadikan PSG sebagai salah satu klub terkuat di Eropa, meskipun hingga saat ini ia belum berhasil membawa klub tersebut meraih gelar Liga Champions.
Di bawah kepemimpinannya, Les Parisiens telah melakukan sejumlah perekrutan pemain bintang seperti Neymar dan Lionel Messi, serta menjalin kemitraan strategis dengan merek-merek besar seperti Nike dan Jordan. Namun demikian, ketertarikan Al-Khelafi tidak hanya terbatas pada sepak bola. Ia juga memiliki minat yang mendalam terhadap tenis dan telah menjadi salah satu anggota sukses dalam tim Piala Davis Qatar, menunjukkan bahwa kecintaannya terhadap olahraga sangat luas.
Stan Kroenke memiliki Arsenal dengan nilai sebesar Rp131,9 triliun
Miliarder asal Amerika, Stan Kroenke, dikenal sebagai pemilik klub sepak bola Arsenal serta tim MLS, Colorado Rapids. Menurut laporan terbaru, ia memiliki kekayaan bersih mencapai 6,29 miliar dolar AS atau setara dengan Rp131,9 triliun. Selain terjun dalam dunia sepak bola, Kroenke juga memiliki tim NFL Los Angeles Rams, Denver Nuggets dari NBA, dan Colorado Avalanche di NHL. Forbes mengungkapkan bahwa ia memiliki lebih dari 1,5 juta hektare tanah di Amerika Serikat dan Kanada. Selain itu, Kroenke menikah dengan Ann Walton Kroenke, seorang miliarder yang merupakan pewaris Walmart, yang bisa menjadi jaminan jika ia mengalami kerugian finansial.
Meskipun memiliki kesuksesan finansial yang luar biasa, Kroenke tidak selalu menjadi sosok yang disukai di London Utara. Selama bertahun-tahun, ia dikenal bukan sebagai karakter yang paling populer di kalangan penggemar Arsenal. Namun, dengan performa tim yang semakin membaik di Premier League, ada harapan bahwa penampilan positif di lapangan dapat mengurangi ketidakpuasan para penggemar terhadap Kroenke. Hanya waktu yang dapat memberikan jawaban pasti mengenai perubahan pandangan ini.
Shahid Khan memiliki Fulham dengan nilai sebesar Rp203,8 triliun
Menurut laporan, pemilik Fulham, Shahid Khan, berhasil mengalahkan pesaingnya yang berasal dari London. Dengan demikian, pengusaha miliarder keturunan Pakistan-Amerika ini kini menduduki posisi keenam dalam daftar orang kaya. Khan dikenal dengan penampilannya yang unik dan kumisnya yang khas. Selain Fulham, ia juga memiliki tim NFL, Jacksonville Jaguars, serta organisasi All Elite Wrestling. Meskipun demikian, dunia olahraga bukanlah sumber utama kekayaan Khan.
Awal mula kesuksesannya berasal dari Flex-N-Gate Corporation, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur otomotif, yang ia jalani saat menempuh pendidikan di University of Illinois. Pada tahun 2013, Khan memutuskan untuk memasuki dunia Fulham yang penuh tantangan, dengan menyelesaikan kesepakatan yang diperkirakan berkisar antara 150 hingga 200 juta dolar. Namun, angka pasti mengenai dana yang digunakan untuk akuisisi klub sepak bola London Barat ini tidak pernah diungkapkan. Meskipun demikian, investasi yang dilakukannya di klub telah berkontribusi pada kebangkitan The Cottagers ke Premier League dan membantu mereka mempertahankan posisi yang cukup baik di klasemen liga.
Philip Anschutz memiliki LA Galaxy dengan nilai mencapai Rp220,2 triliun
Anschutz memiliki kepemilikan saham di klub MLS LA Galaxy serta menguasai mayoritas saham di tim NHL Los Angeles Kings. Dengan kekayaan bersih yang diperkirakan mencapai sekitar 10,5 miliar dolar AS (setara dengan Rp220,2 triliun), ia termasuk dalam jajaran pemilik terkaya di dunia sepak bola. Pemilik Galaxy tersebut mengumpulkan kekayaannya melalui berbagai sektor, seperti minyak, kereta api, telekomunikasi, real estat, dan hiburan. Perusahaan miliknya, Anschutz Entertainment Group, mengelola lebih dari 350 arena dan tempat konser yang dimiliki atau berafiliasi di seluruh dunia.
Sejak usia muda, Anschutz sudah menunjukkan bakatnya dalam dunia bisnis. Pada usia enam tahun, ia berjualan Kool-Aid di kampus terdekat dengan menggunakan tempat roda yang ia buat sendiri, yang menunjukkan bahwa jiwa wirausahanya sudah ada sejak dini. Hal ini mencerminkan karakteristiknya yang selalu terhubung dengan dunia bisnis dan kewirausahaan.
David Tepper memiliki Charlotte FC dengan nilai mencapai Rp306,3 triliun
David Tepper baru-baru ini memasuki dunia sepak bola dengan mendirikan tim ekspansi MLS bernama Charlotte FC, yang memulai debutnya pada tahun 2022. Sebagai pemilik tim NFL Carolina Panthers, ia tidak terlalu dikenal di kalangan penggemar sepak bola global. Meskipun demikian, Tepper berhasil menembus daftar orang-orang berpengaruh dalam olahraga ini. Miliarder asal Amerika Serikat ini merupakan pendiri dan presiden Appaloosa Management, sebuah dana lindung nilai yang beroperasi di Miami Beach, Florida. Ia terjun ke kepemilikan klub sepak bola pada tahun 2019, saat memperoleh Charlotte FC hanya beberapa minggu menjelang pergantian dekade, dan tim tersebut mulai bertanding di Stadion Bank of America pada tahun 2022.
Menurut laporan ESPN, Tepper dilaporkan mengeluarkan biaya sebesar 325 juta dolar AS untuk mendapatkan hak ekspansi franchise tersebut, yang menjadi rekor dalam sejarah MLS. Rekor ini hingga kini masih bertahan dan menunjukkan komitmen Tepper terhadap pengembangan sepak bola di Amerika. Dengan langkah ini, ia tidak hanya memperluas portofolio investasinya, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan liga sepak bola di negara tersebut. Keberhasilannya dalam dunia olahraga menunjukkan bahwa meskipun ia berasal dari latar belakang yang berbeda, ia mampu beradaptasi dan berinovasi dalam industri yang kompetitif ini.
Sir Jim Ratcliffe memiliki kekayaan sebesar Rp452,7 triliun dan merupakan pemilik Manchester United
Nama Sir Jim Ratcliffe, yang merupakan Ketua INEOS dan salah satu pemilik Manchester United, telah menjadi sorotan utama di kalangan penggemar Premier League dalam beberapa bulan terakhir. Banyak penggemar MU yang berharap bahwa kehadiran Ratcliffe sebagai pemegang saham minoritas pada tahun 2024 akan membawa perubahan signifikan bagi tim di Old Trafford. Namun, harapan tersebut belum terwujud. Sebaliknya, langkah-langkah pemotongan biaya yang diambilnya justru membuatnya semakin jauh dari para penggemar, serta menimbulkan rasa frustrasi di dalam klub. Terutama setelah staf diberitahu mengenai ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang meluas, situasi ini semakin memperburuk hubungan antara manajemen dan karyawan.
Jalan yang harus dilalui masih cukup panjang, baik untuk Manchester United dalam upayanya kembali ke jalur kemenangan maupun bagi Ratcliffe untuk memperbaiki kepercayaan yang telah pudar di mata para pendukung dan karyawan. Untuk mencapai tujuan tersebut, Ratcliffe perlu melakukan pendekatan yang lebih baik dan lebih transparan terhadap penggemar, serta memastikan bahwa keputusan yang diambil tidak merugikan mereka. Hanya dengan cara itu, dia bisa mulai membangun kembali hubungan yang telah rusak dan membantu klub mencapai potensi maksimalnya di masa depan.
Sheikh Mansour memiliki Manchester City dengan nilai mencapai Rp511,7 triliun
Mungkin mengejutkan bahwa pemilik Manchester City yang terkenal tidak menduduki posisi teratas dalam daftar ini, mengingat besarnya investasi dan kekayaan yang telah dia curahkan untuk klub selama masa kepemimpinannya. Meskipun demikian, kekayaan Sheikh Mansour yang mencapai 24,4 miliar dolar AS (setara Rp511,7 triliun), yang dia alokasikan di antara investasi City Group di klub-klub sepak bola lain seperti New York City FC dan Melbourne City, ternyata kalah dari satu klub lainnya.
Sejak beberapa tahun terakhir, Mansour telah mengubah wajah sepak bola Inggris. Manchester City tidak hanya menjadi tim terkuat di negara ini, tetapi juga salah satu yang terbaik di Eropa. Keberhasilan ini semakin diperkuat oleh performa luar biasa mereka di musim 2022/2023. Pada musim tersebut, City berhasil meraih treble dan menunjukkan bahwa mereka adalah salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola.
Dana Investasi Publik: Newcastle United (Rp1,02 Kuadriliun)
Pada bulan Oktober 2021, Dana Kekayaan Negara Arab Saudi yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, berhasil mengakuisisi Newcastle United. Dana Investasi Publik (PIF) yang memiliki aset lebih dari 470 miliar dolar AS (setara dengan Rp1,02 kuadriliun) telah melakukan investasi besar di berbagai perusahaan dan proyek di seluruh dunia.
Selain itu, PIF juga memiliki empat klub yang berkompetisi di Saudi Pro League, yaitu Al Nassr, Al Hilal, Al Ittihad, dan Al Ahli. Meskipun ada yang berpendapat bahwa memasukkan dana investasi publik ke dalam daftar ini tidak adil, karena dana tersebut tidak terdaftar dalam data asli, namun keberadaan PIF tidak bisa diabaikan.
Mengingat organisasi ini dipimpin oleh Putra Mahkota, perhatian terhadapnya sangat tinggi. Sejak kedatangan mereka, The Magpies telah bertransformasi dari tim yang terdegradasi menjadi tim yang berlabel Eropa. Ini menunjukkan bahwa dalam beberapa hal, uang memang dapat membeli kebahagiaan.
Sumber: Give Me Sport