Update Terbaru, 10 Pemilik Klub Sepak Bola Terkaya di Dunia
Berikut adalah daftar sepuluh pemilik klub sepak bola dengan kekayaan terbesar di dunia per Maret 2025.
Siapa yang memiliki klub sepak bola dengan kekayaan terbesar di dunia? Pertanyaan ini menjadi perhatian banyak penggemar olahraga ini. Sepak bola kini telah bertransformasi menjadi industri yang sangat menguntungkan di zaman modern. Olahraga yang menawan ini telah menarik perhatian banyak investor serta negara-negara dengan kekayaan melimpah.
Bagi orang-orang yang memiliki banyak uang, tampaknya olahraga ini telah menjadi pilihan menarik untuk menunjukkan kekayaan dan kekuatan finansial mereka, sambil meraih pujian dan pengakuan. Mereka tidak lagi merasa cukup hanya dengan memiliki yacht mewah, pesawat pribadi, atau bahkan pulau pribadi. Apakah simbol status baru bagi para miliarder adalah memiliki klub sepak bola? Dalam dunia ini, kegembiraan meraih kemenangan di lapangan sebanding dengan prestise yang dibawanya ke dalam ruang bisnis.
Setiap gol yang dicetak, setiap trofi yang diraih, dan bahkan kekalahan yang tidak terduga, bukan sekadar angka di papan skor, melainkan mencerminkan kekuatan dan pengaruh dari pemilik klub tersebut. Saat ini, Newcastle United, Manchester City, dan Fulham menjadi wakil dari Premier League. Berdasarkan data dari laporan Statista dan sumber lainnya, berikut adalah 12 pemilik klub sepak bola terkaya di tahun 2025.
Dietmar Hopp memiliki klub Hoffenheim yang bernilai Rp125,1 triliun
Dietmar Hopp merupakan pemilik klub Bundesliga Hoffenheim yang dikenal memiliki kekayaan yang melimpah. Miliarder asal Jerman ini adalah pendiri SAP SE dan selama masa kepemilikannya, ia dilaporkan telah menginvestasikan lebih dari 350 juta euro (setara dengan Rp7,33 triliun) ke dalam klub Hoffenheim.
Pada bulan Maret 2023, Hopp mengambil keputusan untuk mengembalikan hak suara mayoritas klub Hoffenheim, meskipun ia tetap mempertahankan statusnya sebagai pemegang saham mayoritas. Langkah ini diambil setelah bertahun-tahun adanya protes yang menyatakan bahwa klub tersebut tidak mematuhi aturan kepemilikan 50+1 yang berlaku di sepak bola Jerman.
Sejak keputusan tersebut, Hoffenheim kini harus menghadapi tantangan besar berupa perjuangan untuk menghindari degradasi, yang membuat mereka terus berada dalam ancaman untuk diturunkan ke divisi kedua Jerman. Dalam situasi yang semakin sulit ini, klub harus berupaya keras untuk mempertahankan posisinya di liga utama.
Joe Lewis memiliki Tottenham Hotspur dengan nilai mencapai Rp129,7 triliun
Meskipun Daniel Levy bertanggung jawab atas operasional di Tottenham, dia tidak memiliki kekuatan finansial. Tanggung jawab tersebut dipegang oleh Joe Lewis, seorang miliarder asal Inggris yang memiliki kepercayaan keluarganya dalam mengelola klub. Lewis mengumpulkan kekayaannya melalui spekulasi di pasar valuta asing, terutama dengan memanfaatkan keluarnya Inggris dari Mekanisme Nilai Tukar Eropa pada tahun 1992. Selanjutnya, ia mendirikan Tavistock Group, sebuah perusahaan investasi yang memiliki beragam portofolio. Pada tahun 2001, Lewis berhasil mengakuisisi saham pengendali di Tottenham dengan harga 22 juta (setara dengan Rp461,6 miliar), yang pada saat itu setara dengan sekitar 32 juta dolar AS. Sejak saat itu, ia telah berperan penting dalam strategi keuangan klub serta ekspansi globalnya, meskipun ia hampir menghadapi hukuman penjara pada tahun 2024 setelah mengaku bersalah atas tindakan insider trading. Namun, ia hanya dikenakan denda sebesar 4 juta.
Nasser Al-Khelafi: Paris Saint-Germain memiliki nilai sebesar Rp129,7 triliun
Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh The Metro pada tahun 2024, Nasser Al-Khelafi, yang merupakan pemilik Paris Saint-Germain, memiliki total kekayaan sebesar 6,2 miliar dolar AS (setara dengan Rp129,7 Triliun). Hal ini membuatnya naik dalam peringkat daftar orang terkaya. Pria kelahiran Qatar ini memiliki ambisi besar untuk mengubah PSG menjadi salah satu klub terkuat di Eropa. Namun, hingga saat ini, dia belum berhasil mencapai impian untuk meraih gelar Liga Champions.
Di bawah kepemimpinannya, Les Parisiens telah melakukan beberapa rekrutan bintang, termasuk Neymar dan Lionel Messi. Selain itu, mereka juga menjalin kemitraan besar dengan merek-merek ternama seperti Nike dan Jordan. Meskipun fokus utamanya adalah sepak bola, minat Al-Khelafi tidak terbatas pada olahraga tersebut. Dia juga sangat mencintai tenis, sehingga menjadikannya sebagai salah satu anggota paling sukses dalam tim Piala Davis Qatar.
Stan Kroenke memiliki Arsenal dengan nilai mencapai Rp131,9 triliun
Miliarder asal Amerika, Stan Kroenke, dikenal sebagai pemilik klub sepak bola Arsenal serta tim MLS, Colorado Rapids. Berdasarkan laporan terbaru, kekayaan bersihnya mencapai 6,29 miliar dolar AS (setara dengan Rp131,9 triliun). Selain terlibat dalam sepak bola, Kroenke juga memiliki tim NFL Los Angeles Rams, Denver Nuggets dari NBA, dan Colorado Avalanche di NHL. Menurut Forbes, pengusaha ini memiliki lahan yang sangat luas di Amerika Serikat dan Kanada, yang totalnya lebih dari 1,5 juta hektare.
Stan Kroenke juga terikat dalam pernikahan dengan miliarder lain, Ann Walton Kroenke, yang merupakan pewaris Walmart, sebagai langkah antisipasi jika ia mengalami kerugian finansial. Meskipun telah mencapai kesuksesan yang besar dalam hal keuangan, Kroenke tidak selalu menjadi sosok yang disukai di London Utara selama bertahun-tahun. Namun, seiring dengan peningkatan performa Arsenal di Premier League, ada harapan bahwa penampilan tim yang lebih baik dapat 'mengurangi kebencian fans' terhadap Kroenke. Hanya waktu yang akan menentukan apakah perubahan ini dapat berlangsung lama.
Shahid Khan memiliki klub Fulham dengan nilai sebesar Rp203,8 triliun
Pemilik Fulham, Shahid Khan, berhasil mengalahkan saingannya dari London, seperti yang diungkap dalam laporan tersebut. Hal ini mengantarkan pengusaha miliarder keturunan Pakistan-Amerika ini ke peringkat keenam dalam daftar orang terkaya.
Dikenal karena gaya unik dan kumisnya yang mencolok, Khan tidak hanya memiliki Fulham, tetapi juga menguasai tim NFL Jacksonville Jaguars serta organisasi All Elite Wrestling. Meskipun demikian, Khan memperoleh sebagian besar kekayaannya bukan dari dunia olahraga. Awal kariernya dimulai di Flex-N-Gate Corporation, sebuah perusahaan manufaktur otomotif, saat ia menempuh pendidikan di University of Illinois.
Namun, pada tahun 2013, ia memutuskan untuk memasuki dunia Fulham yang penuh pesona dan misteri, dengan menyelesaikan akuisisi yang dilaporkan berkisar antara 150 hingga 200 juta. Sayangnya, jumlah pasti dana yang digunakan untuk membeli klub London Barat tersebut tidak pernah diungkapkan. Meskipun demikian, investasi yang dilakukannya di klub telah berkontribusi pada kebangkitan The Cottagers ke Premier League dan membantu mereka mempertahankan posisi yang cukup baik di klasemen liga.
Philip Anschutz memiliki LA Galaxy dengan nilai mencapai Rp220,2 triliun
Anschutz merupakan pemegang saham di klub MLS LA Galaxy dan juga memiliki mayoritas saham di klub NHL Los Angeles Kings. Dengan kekayaan bersih mencapai sekitar 10,5 miliar dolar AS (setara dengan Rp220,2 triliun), ia termasuk dalam jajaran pemilik terkaya di dunia sepak bola. Pemilik Galaxy ini mengumpulkan kekayaannya melalui berbagai sektor, termasuk minyak, kereta api, telekomunikasi, real estat, dan hiburan. Perusahaan miliknya, Anschutz Entertainment Group, mengelola lebih dari 350 arena dan tempat konser yang dimiliki atau berafiliasi di seluruh dunia.
Sejak usia enam tahun, Anschutz sudah menunjukkan jiwa kewirausahaannya dengan menjual Kool-Aid di kampus terdekat menggunakan tempat roda yang ia buat sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa ia telah memiliki bakat bisnis sejak dini dan selalu beradaptasi dengan dunia usaha. Dengan pengalaman dan keberhasilan yang telah diraihnya, Anschutz terus menjadi sosok inspiratif dalam dunia bisnis dan olahraga.
David Tepper memiliki Charlotte FC dengan nilai sebesar Rp306,3 triliun
David Tepper baru saja memasuki dunia sepak bola dengan kepemilikan tim ekspansi MLS yang ia miliki, Charlotte FC, yang memulai debutnya di liga pada tahun 2022. Sebagai pemilik tim NFL Carolina Panthers, ia masih tergolong kurang dikenal di kalangan penggemar sepak bola global. Meskipun demikian, Tepper berhasil mencatatkan namanya dalam daftar tersebut. Miliarder asal Amerika ini merupakan pendiri dan presiden Appaloosa Management, sebuah dana lindung nilai global yang berlokasi di Miami Beach, Florida. Ia mulai terjun ke dalam kepemilikan klub sepak bola pada tahun 2019, saat ia mendapatkan Charlotte FC hanya beberapa minggu sebelum pergantian dekade dan timnya mulai berkompetisi di Stadion Bank of America pada tahun 2022.
Menurut ESPN, Tepper dilaporkan mengeluarkan biaya sebesar 325 juta dolar AS untuk mendapatkan hak ekspansi franchise tersebut, yang menciptakan rekor baru dalam sejarah MLS. Rekor tersebut masih bertahan hingga kini, menunjukkan betapa signifikan langkah Tepper dalam dunia sepak bola. Dengan investasi yang besar ini, ia menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan tim dan meningkatkan popularitas sepak bola di wilayahnya. Langkah Tepper juga mencerminkan semakin meningkatnya minat terhadap sepak bola di Amerika Serikat, terutama dengan adanya liga-liga baru yang bermunculan.
Sir Jim Ratcliffe memiliki Manchester United dengan nilai mencapai Rp452,7 triliun
Nama Sir Jim Ratcliffe, yang merupakan ketua INEOS dan salah satu pemilik Manchester United, telah menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar Premier League dalam beberapa bulan terakhir. Banyak penggemar MU yang berharap kehadiran Ratcliffe sebagai pemegang saham minoritas pada tahun 2024 dapat membawa perubahan signifikan bagi tim di Old Trafford.
Namun, harapan tersebut belum terwujud. Justru sebaliknya, langkah-langkah pemotongan biaya yang diambilnya membuatnya semakin jauh dari dukungan fanbase, serta menimbulkan rasa frustrasi di dalam klub. Hal ini terlihat jelas setelah para staf menerima informasi bahwa pekerjaan mereka terancam akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) yang meluas. Jalan untuk kembali ke posisi teratas masih panjang, baik bagi MU maupun bagi Ratcliffe dalam usaha membangun kembali kepercayaan yang telah hilang di antara para pendukung dan karyawan.
Sheikh Mansour menginvestasikan sebesar Rp511,7 triliun di Manchester City
Mungkin akan mengejutkan banyak orang jika pemilik Manchester City yang terkenal tidak menduduki posisi teratas dalam daftar ini, terutama dengan jumlah uang dan kekayaan yang telah dia investasikan ke dalam klub selama masa kepemimpinannya. Namun, kerajaan Sheikh Mansour yang bernilai 24,4 miliar dolar AS (setara Rp511,7 triliun), yang dia alokasikan untuk investasi di City Group serta klub-klub sepak bola lain seperti New York City FC dan Melbourne City, ternyata kalah dari satu klub lainnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Sheikh Mansour telah berhasil mengubah wajah sepak bola Inggris. Manchester City kini tidak hanya diakui sebagai tim terbaik di Inggris, tetapi juga salah satu yang terkuat di Eropa. Prestasi ini semakin diperkuat oleh performa luar biasa mereka di musim 2022/2023, di mana City berhasil meraih treble dan menunjukkan bahwa mereka adalah salah satu tim terhebat dalam sejarah sepak bola.
Dana Investasi Publik: Newcastle United (Rp1,02 Kuadriliun)
Dana Kekayaan Negara Arab Saudi telah mengakuisisi Newcastle United pada bulan Oktober 2021, di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Dengan aset lebih dari 470 miliar dolar AS (setara dengan Rp1,02 kuadriliun), Dana Investasi Publik (PIF) berhasil mengumpulkan kekayaan tersebut melalui investasi besar-besaran di berbagai perusahaan dan proyek di seluruh dunia. Selain itu, PIF juga memiliki kepemilikan atas empat klub di Saudi Pro League, yakni Al Nassr, Al Hilal, Al Ittihad, dan Al Ahli.
Meskipun ada pendapat yang menyatakan bahwa tidak adil untuk memasukkan dana investasi publik dalam daftar ini, sebenarnya dana tersebut tidak terdaftar dalam data asli. Namun, karena organisasi ini dipimpin oleh Putra Mahkota Arab Saudi, sangat sulit untuk mengabaikan perannya dalam hal ini. The Magpies telah bertransformasi dari tim yang terdegradasi menjadi tim yang berlabel Eropa sejak kedatangan mereka, sehingga dapat dikatakan bahwa uang memang bisa membeli kebahagiaan.
Sumber: Give Me Sport