Teknologi AI Bikin Ferdy Tahier Takut Malah Jadi Korban Hoaks, Ternyata Ini Alasannya
Ferdy Tahier mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi dampak negatif yang mungkin dialaminya di masa depan akibat penyalahgunaan AI.
Di tengah meningkatnya pemanfaatan AI oleh masyarakat, penyebaran hoaks oknum yang tidak bertanggung jawab masih terus berlangsung. Kekhawatiran juga dirasakan sejumlah tokoh publik mengenai potensi kombinasi antara hoaks dan AI yang dapat menjadi ancaman di masa depan.
Salah satu yang merasakan hal ini Ferdy Tahier, musisi yang dikenal sebagai vokalis band Element. Ia menunjukkan kepedulian yang besar terhadap maraknya hoaks yang masih ada.
"Hoaks itu krusial dan bahaya banget. Apalagi yang framing kayak keputusan pemerintah dan sebagainya. Makanya krusial banget. Kalau dulu kan paling jadi bahan ketawaan atau tinggal dibantah. Kalau sekarang, bisa aja dari 100 juta, 10 juta yang percaya," kata Ferdy seperti dilansir dari Liputan6.com, Senin (5/5).
Kemunculan AI dan penggunaannya yang semakin meluas di masyarakat, Ferdy Tahier merasa lebih sensitif terhadap teknologi ini.
"Kayak misalnya saya diberitakan anaknya Ratu Elizabeth, kalau yang enggak ngerti, pasti bilang, 'Oh begitu?'" kata Ferdy.
Meski begitu, Ferdy menyadari AI bisa menjadi alat yang efektif dalam penyebaran hoaks. Hanya saja kebenarannya tetap masih perlu diragukan.
"Dulu saya pernah nyoba tanya sama Chat GPT, 'Siapa Ferdy Tahier?' Jawabannya, masa saya dibilang keturunan bangsawan dari Inggris yang berlayar. Itu saya posting untuk bercandaan, tapi tak sedikit yang komentar, 'Oh, enggak nyangka ya mas Ferdy ternyata seorang bangsawan," kenangnya.
Takut Jadi Korban Hoaks
Seiring berjalannya waktu, masyarakat kini semakin mampu membedakan antara informasi yang benar dan hoaks. Namun, kemajuan teknologi juga membawa risiko, karena dapat disalahgunakan untuk menyebarkan berita palsu.
Ferdy menyampaikan salah satu ancaman terburuk yang mungkin dihadapinya di masa depan adalah penyalahgunaan teknologi ini.
"Nah, sekarang, orang kan inginnya bukti kan, bukti omongan atau orangnya ada. Sudah mulai pintar nih ceritanya. Eh, teknologi makin pintar juga. Ada face swap, muka bisa diganti, suara bisa disamain," ujarnya.
"Makin ngeri itu. Bayangin nanti ada yang bikin gua ngomong, 'Sorry, gua Ferdy, bakal mengundurkan diri dari Element.' Padahal itu cuma AI, mau apa? Itu kan termasuk hoaks juga," kata Ferdy.
Bahaya Hoaks
Ferdy Tahier juga mengungkapkan betapa seriusnya dampak dari berita hoaks, terutama bagi individu yang tidak mampu berpikir jernih. Hal ini sangat berisiko, terutama bagi mereka yang sedang mengalami masa sulit, baik dari segi mental maupun keuangan.
"Kalau buat gue hoaks itu krusial banget, bahaya soalnya. Karena kalau sekarang, orang kayak misalnya kemarin isu dolar. Kemarin dolar dibilangnya turun jadi 8 ribu rupiah, Itu kalau orang yang lagi stres dan enggak melihat itu sebagai hoaks, dia tanpa pikir panjang semua dilakukan, beli saham atau segala macam. Bahaya lho itu," ungkap Ferdy Tahier.
Kesibukan Ferdy Tahier
Berkaitan dengan aktivitasnya sebagai musisi, Ferdy Tahier hingga saat ini masih aktif berkarya melalui proyek band yang digelutinya. Ia terlibat dalam beberapa grup musik, antara lain Rocker Kasarunk, Om Om, dan Element.
"Rocker Kasarunk sekarang sedang dalam proses rekaman. Kami sedang menciptakan dua lagu lagi agar album kami memiliki total 10 lagu. Untuk Om Om, album sudah selesai, dan kami berencana membuat video klip sebagai promosi. Selain itu, Element juga akan merilis proyek single baru," jelas Ferdy.