Posan Tobing terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya, terutama musik Batak, melalui penyelenggaraan konser Anak Ni Raja. Tahun ini merupakan tahun ketiga acara budaya tersebut diselenggarakan dengan nuansa orkestra, menampilkan kekayaan budaya Batak yang sangat terasa.
Konser ini berlangsung di Bekasi Convention Center, Jawa Barat, pada Sabtu (7/6) malam. Sejumlah musisi seperti Ferdy Element, Rita Butar Butar, Viky Sianipar, Senada Trio, Silvani Aritonang, dan Marsada Band berhasil memukau para penonton dengan penampilan mereka.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah Ferdy Element yang dengan sempurna membawakan lagu Anak Medan.
“Konser ini kami adakan setiap tahun dan kami kemas dengan orkestra. Mengapa orkestra? Karena Bang Viky adalah salah satu andalan saya dalam menciptakan musik. Lagu-lagu Batak memang perlu di-upgrade, jadi kami menggunakan orkestra,” ungkap Posan Tobing.
Dia juga menambahkan, “Kami ini berbasis data, siapa saja artis yang paling banyak di-request untuk ditonton. Kali ini, kami mendapatkan kesempatan luar biasa dari Bekasi Convention Center.”
Keterlibatan Ferdy Element dalam konser Anak Ni Raja bukan hanya karena popularitasnya, tetapi juga dipengaruhi aspek emosional dan latar belakang keluarganya. Ferdy mengakui sejak lama, almarhum ayahnya berharap agar dia lebih dekat dengan budaya Batak.
“Ayah saya orang Batak, dia sangat ingin saya bisa berbicara dalam bahasa Batak. Namun, saya lahir di Bandung dan dibesarkan di Bogor. Dia sering marah ketika melihat saya berbicara dengan logat Sunda, 'Kau ini Batak,' katanya. Sayangnya, dia sudah meninggal,” kenang Ferdy dengan penuh emosi.
Advertisement
Ferdy merasa sangat bersyukur karena diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam konser ini. Ia berharap penampilannya yang menyanyikan lagu Batak dapat disaksikan ayahnya yang kini sudah tiada.
"Jadi saya ingin banget bisa menyanyikan lagu Batak. Jadi makasih banget diajakin di sini. Mudah-mudahan almarhum melihat di sana," ungkap Ferdy.
Di sisi lain, Viky Sianipar memberikan apresiasi kepada Posan yang melanjutkan usaha untuk melestarikan dan mengenalkan musik Batak kepada generasi muda. Ia berpendapat bahwa musik Batak memiliki peminatnya sendiri dan tidak perlu bergantung pada industri musik nasional.
"Makanya kami berlomba-lomba mengaransemen lagu Batak ini, yang folk song ini, tanpa mengubah esensinya agar mudah diterima di generasi muda. Aku udah lega sekarang ada penerusku, adikku Posan," jelas Viky.
Advertisement
Posan menjelaskan setiap penyelenggaraan Konser Anak Ni Raja selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik. Pada gelaran kali ini, mereka menghadirkan gala red carpet sebagai respons terhadap pengunjung yang hadir, dengan menonjolkan busana Adat Batak.
"Tahun ini kita menambah dan menampung animo audience. 'Bang, bikin dong karpet merah, kita kan udah dandan.' Nanti akan dikurasi oleh Putri Indonesia Sumatera Utara," ungkap Posan.
Menurut Posan, persiapan untuk konser ini bukanlah hal yang mudah. Terutama dalam pemilihan lagu dan aransemen musik, yang harus dilakukan dengan sangat teliti agar karakter setiap penyanyi dapat ditonjolkan dengan baik.
"Buat konser ini nggak mudah dan tantangan banget. Nggak cukup sebulan dua bulan. Pemilihan lagu udah disesuaikan dengan karakter masing-masing. Kita juga udah izin dari penciptanya, dan itu yang paling penting. Bahkan penciptanya pun hadir di sini," tutup Posan Tobing.