Quraish Shihab Sebut Najwa Shihab Legawa dan Pasrah Atas Kepergian Suami
Quraish Shihab menjelaskan keadaan putrinya, Najwa Shihab, yang harus merelakan suami tercintanya untuk selamanya.
Quraish Shihab memberikan informasi mengenai keadaan putrinya, Najwa Shihab, yang harus menghadapi kehilangan suami tercintanya untuk selamanya. Suami Najwa, Ibrahim Sjarief Assegaf, meninggal dunia pada hari Selasa sekitar pukul 14.29 WIB di Rumah Sakit PON, Jakarta.
Quraish Shihab menyatakan bahwa putrinya menerima dengan lapang hati takdir yang telah ditentukan oleh Tuhan. Meskipun diliputi kesedihan, Najwa Shihab tetap legawa menghadapi kenyataan bahwa Ibrahim Sjarief Assegaf telah berpulang.
"Pasrah, Legawa. Semua apa yang ditentukan Tuhan, itulah yang terbaik," ungkap Quraish Shihab setelah prosesi pemakaman Ibrahim Sjarief di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Rabu (21/5/2025).
Ia juga menambahkan, "Memang hati sedih, mata berlinang, tapi tak pernah berucap kecuali apa yang diridai Tuhan," akunya.
Pernyataan ini menunjukkan betapa dalamnya rasa kehilangan yang dialami Najwa, namun di sisi lain, ia tetap berusaha untuk menerima dan memahami kehendak Tuhan. Hal ini mencerminkan keteguhan hati dan keyakinan yang kuat dalam menghadapi cobaan hidup.
Quraish Shihab Menegaskan Bahwa Kehilangan adalah Sesuatu yang Sulit Diterima
Quraish Shihab menegaskan bahwa kehilangan adalah sesuatu yang sulit diterima oleh setiap orang, termasuk oleh putrinya. Meskipun demikian, kita harus memahami bahwa pada akhirnya, segala sesuatu yang kita miliki adalah milik Tuhan dan kita akan kembali kepada-Nya.
Ia mengungkapkan, "Tentu semua orang pada awalnya tidak akan siap untuk kehilangan. Tapi yang sadar akan menyadari itu milik Tuhan," menekankan pentingnya kesadaran akan hakikat kehidupan. Dengan demikian, kita diingatkan untuk selalu bersiap dan menerima kenyataan bahwa setiap yang hidup pasti akan mengalami perpisahan.
Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un
Dalam pandangan agama, Quraish Shihab mengungkapkan rasa duka dengan menyebutkan, "Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un." Ia menekankan bahwa pada akhirnya, setiap makhluk akan kembali kepada Sang Pencipta. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memahami siklus kehidupan dan kematian.
"Ucapan belasungkawa yang diajarkan agama itu innalillahi wa Inna ilaihi rojiun. Kita memang milik Allah, wajar kalau Dia panggil, dan kita semua akan kembali," tutur Quraish Shihab.
Dengan pernyataan tersebut, ia mengajak kita untuk merenungkan bahwa setiap kehilangan adalah bagian dari takdir yang telah ditentukan.
Quraish Shihab
Pada momen yang sama, Quraish Shihab mengungkapkan bahwa Ibrahim Sjarief adalah pribadi yang baik. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya orang yang hadir untuk mengantar almarhum menantunya ke tempat peristirahatan terakhir.
"Kalau ditanya ke saya, dia (Ibrahim Sjarief) orang yang baik. Kalau bukan orang baik, nggak sebanyak ini yang datang," ucap Quraish Shihab.
Kehadiran banyak pelayat menunjukkan bahwa Ibrahim Sjarief telah meninggalkan kesan mendalam di hati banyak orang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4152211/original/055924200_1662697951-Infografis_SQ_Ratu_Inggris_Elizabeth_II_Meninggal_Dunia.jpg)