Quraish Shihab Kenang Sosok Ibrahim Sjarief Menantu Sangat Baik, Sebut Najwa Shihab Sudah Ikhlas Ditinggal
Menurut Quraish Shihab, meninggalnya Ibrahim adalah rahmat Tuhan.
Cendekiawan Muslim Indonesia, Muhammad Quraish Shihab mengaku merasakan duka mendalam atas berpulangnya sang menantu. Menurut Quraish Shihab, meninggalnya Ibrahim adalah rahmat Tuhan, Allah SWT karena diiringi oleh turunnya hujan.
"Berpulangnya almarhum menjadi tanda rahmat tuhan. Tuhan berfirman dalam Alquran, orang-orang yang durhaka itu langit tidak menangis buat dia. Artinya tidak turun hujan. Berarti orang yang dicintai Tuhan ketika dimakamkan, hujan turun, ridho," kata Quraish Shihab usai ikut memakamkan Ibrahim di TPU Jeruk Purut Jakarta Selatan, Rabu (21/5).
Sosok Ibrahim di Mata Quraish Shihab
Di mata Quraish Shihab, Ibrahim adalah menantu sangat baik. Menurut dia, hal itu juga terlihat dari jumlah pelayat yang datang ke pemakaman.
Quraish Shihab mengatakan, tidak mungkin ada pelayat yang datang sebanyak hari ini di tengah kondisi hujan lebat, kecuali almarhum memiliki jasa dan kebaikan selama hidup.
"Ucapan belasungkawa yang diajarkan agama itu innalillahi wainna ilaihi rojiun. Kita memang milik Allah, wajar kalua dia panggil dan kita semua akan kembali," ujar Quraish Shihab.
Quraish Shihab Ungkap Kondisi Najwa Shihab
Sebagai ayah, dia pun meyakini kehilangan pasangan hidup dan belahan jiwa menjadi hal yang berat bagi sang putri. Namun selalu diingatkan semua yang ada adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.
"Tentu semua orang pada awalnya tidak akan siap untuk kehilangan. Tapi yang sadar akan menyadari itu milik Tuhan," kata dia.
Namun menurut Quraish Shihab, sebagai hamba yang taat kepada Allah, anaknya sudah seharusnya dapat mengikhlaskan keluarga yang meninggalkan. Sebab segala hal yang menjadi keputusan-Nya adalah jalan terbaik.
"Pasrah, legawa, semua apa yang ditentukan tuhan, itulah yang terbaik. Memang hati sedih, mata berlinang, tapi tidak pernah berucap kecuali apa yang diridhai tuhan," tutur Quraish Shihab.