Setelah kepergian suaminya, wawancara yang dilakukan oleh Najwa Shihab di masa lalu kembali menarik perhatian publik. Salah satu momen yang diingat adalah ketika ia menceritakan tentang almarhum suaminya, Ibrahim Sjarief Assegaf, dalam sebuah episode di kanal YouTube Denny Sumargo.
Dalam kisah yang penuh emosi tersebut, Najwa berbagi tentang pengalamannya menjalani tugas sebagai jurnalis sambil menyusui. Ia mengingat betapa suaminya selalu ada untuk mendukungnya dalam menjalankan peran ganda ini.
"Aku ingat aku liputan penangkapan teroris di Solo, aku masih menyusui Izzat tuh, Izzat masih bayi usianya 6 bulan," ungkapnya pada waktu itu.
Najwa melanjutkan ceritanya dengan mengatakan, "Dia ikut loh ke Solo bawa Izzat, supaya saat di sela-sela liputan, dia di hotel, aku bisa menyusui. Jadi dia adalah suami yang menemani istrinya liputan terorisme." Bagi Najwa, keberadaan suami yang mendukung bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang pendampingan di setiap fase kehidupannya.
"Jadi dia sangat supportif atas setiap tahapan, dan itu kuncinya sih," tuturnya.
Advertisement
Bagi Najwa Shihab, suami bukan hanya sekadar pasangan hidup, tetapi juga merupakan bagian penting dari sistem dukungan yang ada. Ia menekankan bahwa peran laki-laki dalam kehidupan perempuan sangatlah krusial dan tidak bisa dianggap remeh.
Najwa menyatakan, "Menurutku, perbincangan soal pentingnya laki-laki dalam kehidupan perempuan nggak hanya sebagai suami, tapi juga bisa sebagai kakak laki-laki, atau ayah, adik, siapa pun." Hal ini menunjukkan bahwa peran laki-laki bisa bervariasi dan tidak terbatas pada satu peran saja.
Ia juga menambahkan, "Dia bisa jadi anggota tim yang terkadang bisa jadi kapten saat diperlukan, atau jadi pemain cadangan, atau jadi goal keeper di belakang, itu harus terus dirayakan." Dengan demikian, Najwa mengajak kita untuk menghargai berbagai peran yang bisa dimainkan oleh laki-laki dalam mendukung perempuan.
Advertisement
Pada hari Selasa, 20 Mei 2025, pukul 14.29 WIB, Ibrahim Sjarief Assegaf, suami dari Najwa Shihab, telah berpulang di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) yang terletak di Jakarta Timur. Ibrahim, yang lahir di Semarang pada tahun 1971, dikenal luas sebagai seorang pengacara terkemuka dan juga menjabat sebagai Managing Partner di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners.
Kepergian Ibrahim yang disebabkan oleh strok ini menimbulkan duka yang mendalam bagi keluarga serta orang-orang terdekatnya. Kehilangan sosok yang begitu berpengaruh dan berbakat ini tentu akan meninggalkan kesedihan yang mendalam di hati banyak orang yang mengenalnya.
Advertisement
Ibrahim Sjarief dan Najwa Shihab resmi menikah pada tanggal 11 Oktober 1997. Dari ikatan pernikahan ini, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Izzat Assegaf dan seorang putri bernama Namiyah binti Ibrahim Assegaf. Namun, kebahagiaan mereka harus ternodai ketika Namiyah meninggal dunia hanya beberapa jam setelah dilahirkan pada tahun 2011. Kepergian Ibrahim membawa kesedihan yang mendalam, tidak hanya bagi Najwa dan Izzat, tetapi juga bagi sahabat-sahabat terdekatnya.
Ibrahim dikenal sebagai sosok yang tenang serta penuh kasih sayang, selalu memberikan dukungan kepada Najwa Shihab dalam perjalanan kariernya sebagai jurnalis. Dalam kenangan banyak orang, Ibrahim akan selalu diingat sebagai pribadi yang baik hati. Pemakaman Ibrahim berlangsung pada hari Rabu, 21 Mei 2025, di TPU Jeruk Purut, Jakarta. Kehilangan ini menyisakan luka yang mendalam bagi keluarga dan semua orang yang mengenalnya.