Presenter Najwa Shihab mengenang 40 hari kepergian Ibrahim Sjarief Assegaf pada hari Minggu, 29 Juni 2025. Dalam acara tersebut, ia mengadakan tahlilan dan melantunkan doa sebagai ungkapan kasih sayangnya kepada suami tercinta.
Seperti yang diketahui, Ibrahim Sjarief Assegaf meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta Timur pada Selasa, 20 Mei 2025, setelah menjalani perawatan intensif karena mengalami strok. Najwa Shihab membagikan beberapa momen tahlilan yang dihadiri oleh Quraish Shihab di akun Instagram terverifikasi miliknya kemarin.
Dalam unggahan tersebut, tuan rumah acara Mata Najwa menyampaikan pesan terbuka dengan judul "40 Hari Tanpa Ibrahim."
"Empat puluh hari tanpa Ibrahim. Dan entah bagaimana, kami masih di sini---memegang erat yang ia tinggalkan: cinta yang tak luntur, kekuatan yang meneguhkan langkah," tulisnya di media sosialnya. Pesan ini menggambarkan betapa dalamnya rasa kehilangan yang dirasakannya.
Advertisement
Di dalam ruangan yang dipenuhi dengan doa dan kehangatan, kehadirannya terasa tetap ada di antara kami—dalam ketenangan jiwa dan keyakinan yang mendalam.
"Terima kasih, untuk setiap pelukan yang tak terlihat, setiap doa diam-diam yang menenangkan," ungkapnya.
Unggahan ini pun mendapatkan banyak Al Fatihah dari berbagai selebritas Indonesia, seperti Rossa, Afgan, Melly Goeslaw, Andi Rianto, dan Kunto Aji.
"Mbak Nana pasti kuat," ucap Tantri Syalindri, sementara BCL hanya mengirimkan emotikon hati sebagai bentuk dukungan.
Advertisement
Pada Rabu, 21 Juni 2025, jenazah Ibrahim Sjarief Assegaf dikebumikan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Meskipun Najwa Shihab tidak hadir untuk mengantar suaminya ke tempat peristirahatan terakhir, Quraish Shihab menyatakan bahwa putrinya menerima kenyataan dengan penuh ketabahan.
"Pasrah, Legawa. Semua apa yang ditentukan Tuhan, itulah yang terbaik. Memang hati sedih, mata berlinang, tapi tak pernah berucap kecuali apa yang diridai Tuhan," ungkap Quraish Shihab saat itu. Pernyataan tersebut mencerminkan kedalaman perasaan dan keyakinan keluarga terhadap takdir yang telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.
Advertisement
Quraish Shihab menyatakan bahwa setiap orang pasti merasa tidak siap menghadapi kehilangan, termasuk dirinya dan putrinya. Ia menegaskan bahwa pada akhirnya, kita harus menyadari bahwa setiap jiwa adalah milik Tuhan dan akan kembali kepada-Nya.
"Tentu semua orang pada awalnya tidak akan siap untuk kehilangan. Tapi yang sadar akan menyadari itu milik Tuhan," ungkap Quraish Shihab kepada para jurnalis setelah proses pemakaman berlangsung dengan lancar.