Cerita Haru Nadin Amizah Jadi Pembuka Konser Aurora, Sempat Dikira Penipuan
Awalnya Nadin Amizah hanya menyanyikan lagu-lagu Aurora, tetapi sekarang ia menjadi pembuka konser idolanya dan merasakan momen yang sangat mengharukan.
Banyak orang bermimpi untuk menjadi bagian dari tur konser musisi favorit mereka. Namun, bagi Nadin Amizah, mimpi tersebut terwujud dengan cara yang sangat istimewa.
Dia tidak hanya sekadar menonton atau bertemu dengan Aurora, tetapi juga berkesempatan menjadi pembuka konsernya di sejumlah negara Asia. Momen ini sangat mengharukan bagi Nadin Amizah, karena ia telah mengagumi Aurora sejak berusia 17 tahun.
Pada masa itu, ia hanya bisa meng-cover lagu-lagu penyanyi asal Norwegia tersebut dengan peralatan yang sangat sederhana melalui internet. Kini, di usia 25 tahun, ia berdiri di panggung yang sama dan bernyanyi di depan ribuan penonton yang juga menyukai musik Aurora.
Namun, perjalanan Nadin menuju panggung tersebut tidaklah mudah. Ketika pertama kali menerima tawaran, ia sempat berpikir bahwa itu adalah sebuah penipuan.
Bahkan, selama proses persiapan, rasa ragu dan keinginan untuk mundur sempat mengganggu pikirannya. Meskipun demikian, ia berhasil mengatasi semua keraguan dan tampil dengan percaya diri. Yuk simak kisah selengkapnya.
Awalnya Cuma Penggemar Jadi Pembuka Konser Aurora
Sejak berusia 17 tahun, Nadin Amizah telah menjadikan Aurora sebagai idola. Ia kerap meng-cover lagu-lagu dari penyanyi asal Norwegia tersebut dengan menggunakan peralatan sederhana yang bisa ditemukan di internet.
Tak pernah terpikirkan olehnya bahwa delapan tahun setelahnya, ia akan menjadi salah satu pengisi acara dalam konser tur Aurora di Asia.
“Kalau ada yang bilang ke Nadin umur 17 tahun, baru menemukan lagu-lagu Aurora, cover seadanya bermodalkan minus one random yang ada di internet, bahwa delapan tahun ke depan ia akan menjadi salah satu pembuka tur Aurora di negara Asia,” ungkapnya dalam caption di Instagram.
Awalnya Dikira Penipuan
Ketika Nadin mendengar berita akan menjadi pembuka konser Aurora, ia merasa sulit untuk mempercayainya. Ia sempat berpikir tawaran tersebut mungkin hanya sebuah penipuan.
Rasa skeptis ini muncul karena Nadin merasa perjalanan karier musiknya belum cukup signifikan untuk mendapatkan kesempatan yang sebesar ini.
Di dalam hatinya, Nadin bertanya-tanya apakah ia benar-benar layak untuk tampil di acara sebesar itu. Meskipun demikian, tawaran tersebut tetap membuatnya merasa bersemangat dan ingin membuktikan kemampuannya.
Cemas, Takut Gagal
Persiapan Nadin untuk konser kali ini penuh tantangan. Ia merasakan kegugupan yang sangat mendalam, bahkan sempat terlintas dalam pikirannya untuk membatalkan penampilannya. Meskipun demikian, Nadin memilih untuk tetap melanjutkan dan menghadapi ketakutannya.
"Bahkan saking nervousnya selama proses mempersiapkan ini pun rasa 'udah kali ya, batalin aja,'-nya pun sangat besar," ungkapnya dalam caption yang ia tulis.
Sukses Berkat Dukungan Orang Sekitar
Nadin tidak menghadapi rasa cemasnya seorang diri. Dukungan dari orang-orang terdekatnya selalu ada untuk memotivasi agar ia tidak menyerah.
Teman-temannya juga berperan penting dengan memberikan semangat dan menemani Nadin hingga saat yang ditunggu-tunggu tiba. Walaupun ada saat-saat ketika ia merasa ingin pulang tanpa bertemu Aurora, teman-temannya terus meyakinkannya untuk tetap bersabar dan mencoba.
Mereka percaya setiap usaha yang dilakukan Nadin akan membuahkan hasil yang baik.
Momen Nadin Bertemu Aurora di Balik Panggung
Ketika Nadin akhirnya bertemu dengan Aurora, ia merasakan campuran antara rasa malu dan haru. Ia menyadari betapa signifikan pengaruh Aurora dalam kehidupannya.
Nadin merasa sebutan 'ibu peri' yang sering diberikan kepadanya tidak cukup menggambarkan kelembutan serta kebaikan hati Aurora. Pengalaman ini membuat Nadin semakin menghargai sosok Aurora yang telah memberikan inspirasi dan dukungan dalam perjalanan hidupnya.
Sempat Berdiskusi dengan Aurora
Dalam kesempatan itu, Nadin dengan tulus mengungkapkan perasaannya kepada Aurora.
"I can never be as lovely as you are, i still have so much hatred in my heart (Aku tidak akan pernah bisa secantik dirimu, aku masih menyimpan begitu banyak kebencian di hatiku)." ujarnya dengan suara bergetar.
Mendengar pernyataan tersebut, Aurora segera memberikan tanggapan.
"We are sisters, we're doing the same thing (Kita saudara, kita melakukan hal yang sama)."
Respon Aurora sangat menyentuh hati Nadin, meskipun ia masih merasa kesulitan untuk sepenuhnya menerima kenyataan yang ada.
Ucapan Terima Kasih Nadin
Di akhir acara, Nadin mengungkapkan rasa syukurnya kepada tim kecil yang telah berperan penting dalam kelancaran semua kegiatan. Ia juga mengapresiasi sahabatnya, @nyiteung, yang selalu mendukungnya dengan doa dan memberikan ketenangan selama proses ini.
“Terima kasih juga untuk tim kecil di atas dan juga balik panggungku yang menjaga semua aman terkendali,” tulisnya.