Wow, Omzet Program Saboak Pemkot Kupang Tembus Rp4 Miliar dalam 18 Pekan: Apa Rahasianya?
Keberhasilan Program Saboak Pemkot Kupang mencetak omzet fantastis Rp4 miliar dalam 18 pekan mengejutkan banyak pihak. Simak bagaimana inisiatif ini memberdayakan UMKM lokal!
Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa melalui Program Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak). Inisiatif ini telah membukukan omzet sebesar Rp4 miliar hingga pekan kedelapan belas penyelenggaraannya. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Kupang dalam mendukung perekonomian lokal.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, mengungkapkan kebanggaannya atas capaian Program Saboak tersebut. Program ini merupakan visi pemerintahan bersama Wali Kota Kupang Christian Widodo untuk pengembangan ekonomi daerah. Fokus utamanya adalah memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.
Program Saboak resmi diluncurkan pada 21 Juni 2025 dan rutin digelar setiap Sabtu dan Minggu di Taman Nostalgia Kupang. Setiap pekannya, program ini melibatkan seratus UMKM yang berpartisipasi secara bergantian. Dinas Pariwisata ditunjuk sebagai koordinator untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan acara.
Saboak: Motor Penggerak Ekonomi UMKM Lokal
Program Saboak dirancang sebagai wadah strategis untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kupang. Setiap akhir pekan, seratus pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk menjajakan produk mereka. Ini menciptakan ekosistem bisnis yang dinamis dan berkelanjutan bagi para pengusaha kecil.
Wakil Wali Kota Serena Francis menegaskan bahwa Saboak adalah bentuk komitmen Pemkot Kupang untuk melayani masyarakat dari berbagai lapisan. Inisiatif ini membuka ruang-ruang alternatif bagi UMKM lokal yang sebelumnya mungkin kesulitan mendapatkan pasar. Dengan demikian, program ini menjadi jembatan bagi mereka untuk berkembang.
"Kami merangkul UMKM-UMKM, anak muda, mama-mama, bapak-bapak, semuanya bisa punya ruang, dimulai dari hal-hal yang kecil,” kutip Serena Francis. Pernyataan ini menunjukkan inklusivitas program yang menjangkau berbagai segmen masyarakat. Program Saboak tidak hanya fokus pada transaksi, tetapi juga pada pemberdayaan komunitas secara menyeluruh.
Membangun Destinasi Wisata Baru dan Tanpa APBD
Selain sebagai pusat ekonomi UMKM, Program Saboak juga berperan penting dalam menciptakan destinasi wisata baru di Kupang. Kehadiran pasar akhir pekan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan. Dengan demikian, Kupang tidak lagi hanya dikenal sebagai kota transit, melainkan tujuan wisata yang menarik.
Program ini juga berhasil menghidupkan kembali taman-taman kota yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Taman Nostalgia, sebagai lokasi utama, kini menjadi pusat aktivitas masyarakat dan wisatawan. Pemkot berencana untuk mengembangkan konsep serupa ke taman-taman lain di Kupang, memperluas dampak positif Program Saboak.
Menariknya, pendanaan Program Saboak tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kupang. Di tengah kondisi efisiensi anggaran, Pemkot Kupang berupaya mencari mitra-mitra strategis untuk berkolaborasi. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari berbagai pihak menjadi tulang punggung pendanaan ini.
Serena Francis menambahkan bahwa ke depan, kerja sama TJSL akan diperluas untuk mendukung pengembangan Program Saboak di taman-taman lain. Ini menunjukkan komitmen Pemkot untuk terus berinovasi dalam mencari sumber daya. Tujuannya adalah pemerataan manfaat program di seluruh wilayah Kota Kupang.
Sinergi dan Inovasi Berkelanjutan untuk Kupang
Keberlanjutan Program Saboak sangat bergantung pada sinergi yang baik antara Pemkot dan seluruh pemangku kepentingan. Wakil Wali Kota berharap pelaksanaan program ini terus berjalan harmonis. Evaluasi berkelanjutan akan menjadi kunci untuk mengidentifikasi area perbaikan dan pengembangan di masa mendatang.
Inovasi tidak berhenti pada Saboak saja, Pemkot Kupang juga tengah menyiapkan program baru lainnya. Salah satunya adalah Program Sinema Sunset yang bertujuan mendukung film dan komunitas lokal. Inisiatif ini menunjukkan upaya Pemkot untuk terus menciptakan ruang kreatif bagi warga.
Program-program seperti Saboak dan Sinema Sunset mencerminkan visi Pemkot Kupang untuk membangun kota yang dinamis dan berdaya. Dengan berbagai inisiatif ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan dampak positif secara langsung. Kupang terus bergerak maju dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan.
Sumber: AntaraNews