Waspada, Tanda-Tanda Ekonomi AS Bakal Resesi Mulai Terlihat
Ketakutan publik akan tanda-tanda resesi di AS akibat kemerosotan ekonomi yang parah telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir.
Ekonomi Amerika Serikat (AS) terancam akan mengalami resesi. Resesi merupakan pelemahan ekonomi atau negatif, secara dua kuartal berturut-turut atau lebih dalam satu tahun.
Presiden AS, Donald Trump belum mengungkapkan secara gamblang kemungkinan AS mengalami resesi. Meskipun data-data penting ekonomi di AS belum tumbuh seperti yang diproyeksikan publik.
"Saya tidak suka memprediksi hal-hal seperti itu," singkat Trum ketika ditanya dalam sebuah wawancara yang ditayangkan akhir pekan ini di Fox News, dilansir CNN.com, Selasa (11/3).
Namun, ketakutan publik akan tanda-tanda resesi di AS akibat kemerosotan ekonomi yang parah telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir.
Tercatat harga saham di Wall Street anjlok pada hari Senin karena komentar Trump, melanjutkan aksi jual tajam yang didorong oleh kekhawatiran tentang dampak tarif pada pertumbuhan ekonomi AS.
Selain itu, saham rata-rata industri Dow Jones terkoreksi hingga 1,5 persen. Selanjutnya S&P yang berbasis luas anjlok hingga 1,8 persen. Bahkan, saham Nasdaq yang didominasi perusahaan teknologi ditutup turun 2,6 persen pada waktu yang sama.
Pertumbuhan PDB
Kondisi ini diperkuat dari prakiraan pertumbuhan ekonomi (PDB) yang sedang berjalan dari Federal Reserve Bank of Atlanta memperkirakan bahwa PDB kuartal pertama tahun ini mungkin turun dengan tingkat penyesuaian tahunan sebesar 2,4 persen. Ini merupakan kontraksi kuartalan pertama di AS sejak 2022.
Menurut Biro Riset Ekonomi Nasional AS, organisasi nirlaba swasta memiliki peran penting dalam menghadapi resesi ini. Gedung Putih terus bekerja keras dalam membuat penentuan resesi, menggunakan tiga kriteria: kedalaman, penyebaran, dan durasi.
Meski demikian, proyeksi ahli tidak selalu tepat dalam memprediksi AS akan dilanda resesi.
"Kita harus berhati-hati dengan definisi itu," kata Gregory Daco, kepala ekonom di EY Parthenon, kepada CNN pada hari Senin.