Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Intip Profil dan Perjalanan Karier Sang Musisi
Vidi juga mewarisi bakat seni dari garis keluarga ayahnya, di mana ia adalah cucu dari penyanyi keroncong legendaris Semarang, S. Darsih Kissowo.
Vidi Aldiano meninggal dunia pada hari ini, Sabtu, 7 Maret 2026. Berita duka cita mengenai kepergian Vidi Aldiano menjadi topik hangat di media sosial setelah unggahan komposer Andi Rianto muncul. Dalam Instagram Story-nya, Andi Rianto menuliskan pesan singkat yang berbunyi "Selamat jalan VIDI ALDIANO" disertai dengan emoji bunga layu dan hati merah. Unggahan tersebut segera memicu spekulasi mengenai kepergian Vidi Aldiano untuk selamanya.
Profil dan Jejak Karier Vidi Aldiano
Pria yang lahir dengan nama Oxavia Aldiano ini merupakan seorang penyanyi, penulis lagu, juri kompetisi menyanyi, dan podcaster dari Indonesia. Vidi mulai dikenal publik sejak debutnya pada tahun 2008. Dikutip dari Antara, Vidi Aldiano lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990 dan tumbuh dalam keluarga yang memiliki latar belakang musik yang kuat.
Ayahnya, Harry Aprianto Kissowo, adalah seorang wirausahawan di bidang audio teknologi dan pemilik PT Tiga Bintang Nusantara, yang memproduksi perangkat speaker dengan merek V8sound.com. Sedangkan ibunya, Besbarini, berprofesi sebagai guru piano yang mengabdikan diri di dunia pendidikan musik.
Vidi juga mewarisi bakat seni dari garis keluarga ayahnya, di mana ia adalah cucu dari penyanyi keroncong legendaris Semarang, S. Darsih Kissowo. Selain itu, dunia musik juga diikuti oleh adik keduanya, Vidi Aldiano Akbar, yang melanjutkan bisnis V8Sound. Sementara adik pertamanya, Diva Stradivaryan, memilih untuk berkarier di bidang pertanian.
Vidi menyelesaikan pendidikan dasar hingga SMA di lingkungan Yayasan Al-Azhar, Jakarta, dimulai dari SDI Al Azhar 4, Kebayoran Lama, kemudian melanjutkan ke SMPI Al Azhar 3, Bintaro, dan menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMAI Al Azhar 1, Kebayoran Baru.
Setelah lulus SMA, Vidi Aldiano sempat menjajal dunia teknik dengan mengambil jurusan Teknik Elektro di Universitas Pelita Harapan (UPH). Namun, ia merasa jurusan tersebut tidak cocok dan akhirnya beralih ke jurusan Manajemen, di mana ia lulus dengan IPK 3,62.
Selain itu, Vidi juga merupakan lulusan magister dari University of Manchester, Inggris, dengan program studi Innovation Management and Entrepreneurship, yang diselesaikannya pada tahun 2015 dengan predikat cumlaude.
Sejak kecil, Vidi Aldiano diketahui memiliki ketertarikan dalam musik, sering bersenandung nada jinggle iklan televisi dan lantunan adzan. Ia mulai belajar piano pada usia tiga tahun di bawah bimbingan ibunya dan juga mengasah kemampuan bermain biola saat duduk di bangku sekolah dasar. Meski demikian, perjalanan kariernya menuju panggung besar tidak selalu mudah.
Meskipun pernah meraih juara tiga lomba menyanyi tingkat anak-anak pada usia dua setengah tahun, Vidi juga sempat mengikuti berbagai ajang pencarian bakat di televisi namun belum berhasil meraih kejuaraan.
Vidi Aldiano, Peserta Audisi Indonesian Idol
Tahun 2006, Vidi Aldiano berpartisipasi dalam audisi "Indonesian Idol" dengan membawakan lagu "Pada Satu Cinta" yang ditulis oleh Glenn Fredly. Meskipun perjuangannya hanya membawa dia hingga babak 100 besar, Vidi tidak menyerah dan terus melanjutkan karir musiknya.
Nama Vidi mulai dikenal luas setelah merilis album debutnya yang berjudul "Pelangi di Malam Hari" pada tahun 2008, yang diiringi dengan single "Nuansa Bening". Ia kemudian melanjutkan kesuksesannya dengan merilis single kedua berjudul "Status Palsu".
Vidi terus berinovasi dengan karya-karya baru. Album keduanya yang bertajuk "Yang Kedua" diluncurkan pada tahun 2011, di mana ia berkolaborasi dengan Trinity Optima Production. Album ini mencakup 11 trek, di mana 6 lagu ditulis sendiri oleh Vidi.
Salah satu pencapaian terbesar dalam karirnya adalah album ketiganya yang berjudul "Persona" yang dirilis pada tahun 2016. Album ini memuat 10 lagu, termasuk 7 lagu baru, 2 lagu aransemen ulang, dan 1 lagu versi akapela. Vidi berhasil meraih status "Triple Platinum" setelah album ini terjual lebih dari 250.000 keping pada Januari 2017.
Dalam proses pembuatan album ini, Vidi bekerja sama dengan tim Laleilmanino dan melakukan rekaman di Abbey Road Studios di London. Pada tahun 2022, Vidi merilis album keempatnya yang berjudul "Senandika", yang sempat tertunda akibat pandemi dan perjuangannya melawan penyakit.
Album ini berisi 10 lagu yang mencerminkan perjalanan hidup Vidi sejak tahun 2018, termasuk kisah perjuangan melawan penyakitnya dalam lagu "Bertahan Lewati Senja" serta kisah cintanya kepada istrinya, Sheila Dara Aisha, dalam lagu "Dara".
Gandeng Produser Musik Terkenal
Dalam proses pembuatan album ini, Vidi bekerja sama dengan produser musik ternama, Ari Renaldi. Selain itu, untuk penulisan lagu, Vidi juga berkolaborasi dengan beberapa penulis, seperti Barsena Bestandhi, Pika Iskandar, Laleilmanino, Bram Moersas, dan Harry Aprianto Kissowo. Album "Senandika" berhasil menjadi salah satu yang terlaris di antara seluruh karya Vidi, dengan penjualan mencapai lebih dari 150.000 keping dalam waktu dua bulan setelah dirilis.
Dari data yang diperoleh di platform musik Spotify, Vidi diketahui telah merilis beberapa single pada tahun 2024, termasuk lagu-lagu seperti "Run Back To You", "Garansi Tepat Waktu", "Senyumin Dulu Aja", dan "We Time".
Pada perayaan ulang tahunnya yang ke-31, Vidi melamar Sheila, yang dilanjutkan dengan prosesi lamaran pada 1 Desember 2021. Mereka resmi menikah pada 15 Januari 2022. Setelah menikah, Vidi dianugerahi gelar kehormatan Minangkabau, yaitu Sutan Sari Alam dari Bukittinggi, dan namanya pun berubah menjadi Oxavia Aldiano Sutan Sari Alam.