Tantri Kotak Kenang Kebaikan Vidi Aldiano Usai Meninggal Dunia
Musisi Tantri Kotak mengungkapkan kesedihannya atas kepergian Vidi Aldiano, mengenang almarhum sebagai sosok yang baik. Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Dunia musik Indonesia kembali berduka atas kepergian salah satu talenta terbaiknya, penyanyi dan penulis lagu Vidi Aldiano. Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 16.33 WIB, meninggalkan jejak panjang di industri hiburan Tanah Air.
Kabar duka ini menyelimuti banyak pihak, termasuk musisi Tantri Syalindri Ichlasari atau yang dikenal sebagai Tantri Kotak. Tantri bersama personel band Kotak lainnya, Swasti Sabdastantri (Chua), turut melayat ke rumah duka Vidi Aldiano di Jalan Kecapi, Jakarta Selatan.
Dalam suasana duka tersebut, Tantri Kotak mengungkapkan kesan mendalamnya terhadap almarhum Vidi Aldiano. Ia menyebut Vidi sebagai sosok yang baik dan meminta dibukakan pintu maaf atas segala kekhilafan almarhum.
Tantri Kotak Kenang Kebaikan Vidi Aldiano
Tantri Kotak, yang hadir di rumah duka Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3) malam, menyampaikan rasa kehilangannya. Ia meyakini bahwa Vidi Aldiano adalah orang yang baik dan banyak didoakan oleh orang-orang terdekatnya serta para penggemar.
“Minta tolong dibukakan pintu maaf untuk Vidi, karena saya yakin Vidi orang baik, banyak yang mendoakan,” ujar Tantri di Jakarta.
Kehadiran Tantri dan Chua Kotak di rumah duka menjadi bukti betapa Vidi Aldiano memiliki hubungan baik dengan rekan-rekan musisi. Mereka datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah banyak berkontribusi bagi industri musik Indonesia.
Jejak Panjang Vidi Aldiano di Industri Musik Indonesia
Vidi Aldiano lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990, dan mulai dikenal publik setelah merilis album debutnya bertajuk "Pelangi di Malam Hari" pada tahun 2008. Album ini berhasil memperkenalkan karakter vokalnya yang khas melalui sejumlah lagu pop yang kemudian membuka jalan bagi perjalanan kariernya.
Sepanjang kariernya, Vidi telah merilis beberapa album dan lagu yang mendapat perhatian luas dari penikmat musik. Album-album tersebut antara lain "Yang Kedua" (2011), "Persona" (2016), serta "Senandika" (2018).
Dari karya-karya tersebut, lahir sejumlah lagu populer yang akrab di telinga masyarakat. Beberapa di antaranya adalah "Status Palsu" (2009), "Datang dan Kembali" (2011), hingga lagu berbahasa Inggris "w u at" (2023).
Vidi Aldiano meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker ginjal sejak tahun 2019.
Pengakuan dan Penghargaan untuk Vidi Aldiano
Kontribusi Vidi Aldiano di industri musik juga diakui melalui berbagai penghargaan bergengsi. Ia berhasil meraih penghargaan dalam ajang Anugerah Musik Indonesia pada tahun 2009 untuk kategori Artis Solo Pria Pop Terbaik.
Selain itu, Vidi juga memperoleh penghargaan di ajang Indonesian Choice Awards pada tahun 2015 dalam kategori Male Singer of the Year.
Penghargaan-penghargaan ini menjadi bukti konkret atas dedikasi dan bakat luar biasa yang dimiliki Vidi Aldiano. Kepergiannya meninggalkan warisan musik yang kaya dan inspiratif bagi generasi musisi selanjutnya.
Sumber: AntaraNews