Sinergi Kodam Bulog Perkuat Ketahanan Pangan di Sulawesi Utara dan Gorontalo
Kodam XIII/Merdeka dan Perum Bulog mempererat sinergi untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Sinergi Kodam Bulog ini menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Manado, Sulawesi Utara – Komando Daerah Militer (Kodam) XIII/Merdeka bersama Perum Bulog membangun sinergi kuat untuk mendukung program ketahanan pangan di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. Kolaborasi ini bertujuan menjaga ketersediaan bahan pokok, terutama beras, serta menstabilkan harga di pasaran. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam memastikan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, menyambut baik kunjungan silaturahmi dari pihak Bulog yang berlangsung pekan lalu. Pertemuan penting ini melibatkan Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn) Marga Taufiq. Diskusi berfokus pada peran vital Kodam XIII/Merdeka dan Perum Bulog dalam mengamankan pasokan pangan dan mengendalikan inflasi harga di tingkat konsumen.
Kunjungan Wadirut Bulog tersebut tidak hanya menjadi sarana silaturahmi pasca-Lebaran, tetapi juga mempererat hubungan kerja sama dan komunikasi antara kedua institusi. Sinergi ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional di dua provinsi tersebut. Dukungan TNI dianggap krusial dalam menjamin kelancaran operasional Bulog di lapangan.
Komitmen Bersama Jaga Stabilitas Pangan
Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, menegaskan bahwa kehadiran Perum Bulog sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Pertemuan dengan Wadirut Bulog membahas secara mendalam upaya menjaga ketersediaan bahan pokok, khususnya beras, dan memastikan harga tetap stabil di pasaran. Komitmen ini menjadi landasan kuat bagi kedua pihak untuk bekerja sama.
“Kunjungan silaturahmi ini menegaskan komitmen bersama antara Kodam XIII/Merdeka dan Bulog dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo,” ujar Pangdam XIII/Merdeka. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Kodam dalam mendukung program pemerintah di sektor pangan.
Wadirut Bulog, Mayjen TNI (Purn) Marga Taufiq, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin baik dengan jajaran Kodam XIII/Merdeka. Menurutnya, peran TNI memberikan jaminan dalam pelaksanaan operasional Bulog di lapangan. Hal ini sangat membantu agar program pemerintah di bidang pangan dapat berjalan efektif dan mencapai sasarannya.
Kehadiran TNI dalam setiap kegiatan Bulog, mulai dari pengadaan hingga distribusi, memastikan keamanan dan kelancaran proses. Kolaborasi ini tidak hanya memperlancar rantai pasok, tetapi juga mencegah praktik penimbunan atau spekulasi yang dapat mengganggu stabilitas harga. Sinergi ini menjadi contoh nyata bagaimana institusi negara bekerja sama demi kepentingan rakyat.
Penguatan Sinergi dan Program Cetak Sawah Baru
Pertemuan antara Kodam XIII/Merdeka dan Perum Bulog juga membahas potensi penguatan sinergi di masa depan. Pembicaraan mencakup peningkatan koordinasi dalam pelaksanaan operasi pasar bersama. Selain itu, monitoring distribusi bahan pokok akan diperketat untuk memastikan ketersediaan merata.
Dukungan kepada kelompok tani dan masyarakat penerima manfaat program pangan nasional juga menjadi fokus pembahasan. Kedua belah pihak berencana untuk lebih intensif dalam memberikan pendampingan dan bantuan. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas pertanian lokal dan memastikan bantuan pangan sampai kepada yang berhak.
Pangdam XIII/Merdeka juga mengungkapkan bahwa jajarannya sedang mencari lokasi yang tepat untuk mendukung program mencetak sawah baru. Program ini direncanakan akan mencakup sekitar 100 hektare lahan. Inisiatif ini merupakan langkah proaktif Kodam dalam meningkatkan produksi beras lokal, mengurangi ketergantungan pada pasokan luar, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Program cetak sawah baru ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi petani lokal dan masyarakat. Peningkatan luas lahan pertanian akan berkontribusi pada peningkatan produksi pangan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai swasembada pangan dan menjaga ketersediaan pasokan secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews