Sebentar Lagi Belanja di Korea Selatan Bisa Pakai QRIS, Bakal Lebih Untung?
Transaksi QRIS dinilai serupa dengan uang elektronik seperti e-toll.
Transaksi QRIS dinilai serupa dengan uang elektronik seperti e-toll.
Sebentar Lagi Belanja di Korea Selatan Bisa Pakai QRIS, Bakal Lebih Untung?
Bank Indonesia (BI) mengumumkan perluasan jaringan kerja sama internasional dalam bidang pembayaran berbasis QR code dengan Bank of Korea (BoK).
Langkah ini diimplementasikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) yang bertujuan untuk meningkatkan interkoneksi dan interoperabilitas pembayaran lintas negara antara kedua negara.
BI menjelaskan kerjasama ini akan memungkinkan pengguna QR Code Indonesian Standard (QRIS) di Indonesia bertransaksi dengan QR Code pembayaran Korea Selatan yang akan ditentukan oleh BoK.
Hal ini diharapkan dapat memfasilitasi perjalanan dan transaksi para wisatawan serta pelaku bisnis antara kedua negara tanpa perlu melalui proses penukaran uang di tempat penukaran uang atau money changer.
Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan dibandingkan dengan penukaran uang di money changer, penggunaan QRIS saat bepergian ke luar negeri jelas lebih menguntungkan karena tidak dikenakan biaya admin
"Ya, bagusan menggunakan QRIS ya. Karena QRIS itu kita tidak kena biaya sama sekali. Yang kena biaya itu adalah vendor, kan. Jadi memang ini program pemerintah untuk mempermudah kelancaran bertransaksi," kata Ibrahim kepada merdeka.com, Selasa (16/7).
Menurut Ibrahim, keuntungan ini merupakan salah satu dari banyaknya manfaat teknologi QRIS dalam mempermudah transaksi lintas negara. Namun demikian, dia juga mengakui kemajuan ini mungkin berdampak terhadap industri money changer.
"Teknologi pasti akan berdampak sekali karena begini, saya sendiri kan sering bepergian ke luar negeri, kalau menukarkan uang melalui money changer, itu selisihnya lumayan kan bisa Rp200-Rp400," kata Ibrahim.
Selain itu, Ibrahim menyoroti pentingnya inisiatif pemerintah dan BI dalam menjaga transparansi dan efisiensi dalam sistem pembayaran nasional dan internasional.
Dia menilai QRIS ini sebanding dengan uang elektronik yang telah sukses digunakan dalam pembayaran tol, yang membantu menghindari masalah kekurangan kembalian.
"Misalnya pembayaran tol tanpa menggunakan e-toll. Pada saat kita membayar tol dengan uang cash, kalau kita ada kelebihan, enggak ada kembalian, kita berarti kan ya sudahlah (direlakan). Tapi kalau kita menggunakan e-toll, ya itu kan dengan sendiri kan tidak ada lagi biaya lain," paparnya.
Lebih lanjut, hubungan antara Indonesia dan Korea sangat baik. Wisatawan dari Indonesia merupakan salah satu yang paling banyak berkunjung ke Korea Selatan.
Ibrahim menambahkan kerjasama antara kedua negara telah berlangsung lama dan positif.
Indonesia tidak hanya memiliki hubungan dengan Korea Selatan, tetapi juga dengan Korea Utara.
merdeka.com
"Iya, betul. Karena Indonesia dengan Korea itu cukup bagus ya. Kita lihat wisatawan Korea itu salah satu terbanyak dari Indonesia. Karena memang dari dulu itu Korea itu sudah ada kerjasama dengan Korea itu cukup bagus," ucap dia.
"Indonesia itu bukan saja dengan Korea Selatan, dengan Korea Utara. Memang sampai saat ini wisatawan terbanyak di Singapura itu dari Indonesia. Yang pertama, yang kedua
di Malaysia, ketiga adalah Korea, keempat Hongkong,"
sambungnya.