Sandiaga Uno Minta Indonesia Belajar Respons Perang Dagang dari China
Pentingnya diversifikasi pasar dan penguatan rantai pasok seperti yang telah dilakukan China.
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyarankan agar Indonesia segera mengambil langkah antisipatif dalam menghadapi potensi dampak dari kebijakan tarif tinggi Amerika Serikat. Ia menyoroti pentingnya diversifikasi pasar dan penguatan rantai pasok seperti yang telah dilakukan China dalam merespons kebijakan tarif era Presiden Donald Trump.
“Saya melihat bagaimana China mendiversifikasi pasar mereka dan tidak hanya bergantung kepada Amerika. Yang kedua, mereka memastikan rantai pasoknya lebih tangguh,” kata Sandiaga di Bali, Kamis (22/5).
Sandiaga juga menekankan pentingnya kemampuan negosiasi pemerintah dalam melindungi sektor industri padat karya, khususnya UMKM di bidang kriya, fesyen, dan ekonomi kreatif, dari risiko kebijakan perdagangan global.
“Pemerintah harus memastikan industri padat karya seperti UMKM di sektor ekonomi kreatif tidak dirugikan oleh perubahan tarif terhadap produk-produk Indonesia,” ujarnya.
Menurut Sandi, kebijakan yang berpihak kepada UMKM sangat diperlukan agar mereka tidak terdampak signifikan oleh potensi kenaikan tarif dari Amerika Serikat.
“Kita harus membuat kebijakan yang pro-UMKM agar mereka tetap bisa tumbuh meskipun ada peningkatan tarif dari negara mitra dagang seperti Amerika,” tambahnya.
Ia juga mendorong pemerintah agar lebih agresif dalam menarik investasi asing, termasuk mendirikan fasilitas produksi di Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat produk dalam negeri.
“Investor asing tetap dibutuhkan, tetapi hasilnya harus menjadi bagian dari nilai tambah yang diciptakan oleh talenta dalam negeri,” ujarnya.
Sandiaga menegaskan bahwa meskipun Indonesia masih kompetitif, pemerintah perlu bergerak cepat agar tidak tertinggal dari negara-negara lain yang lebih progresif dalam memberikan insentif investasi.
“Persaingan semakin ketat. Kita tidak boleh lambat. Jangan terlalu lama dibahas, jangan terlalu lama diterapkan. Harus dilakukan sekarang,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan sektor akar rumput, khususnya UMKM, karena sektor ini memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja. Pemerintah, menurutnya, harus menyediakan akses pelatihan, pemasaran, dan pembiayaan bagi pelaku usaha kecil.
“Sektor akar rumput menciptakan banyak lapangan kerja. Maka, pelaku UMKM harus difasilitasi dari sisi pelatihan, pemasaran, dan pembiayaan agar mereka bisa naik kelas,” pungkasnya.