Raffi Ahmad: Indonesia Punya Peluang Besar dalam Ekonomi Digital dan Industri Kreatif
Pemerintah terus mendorong kemandirian bangsa, terutama dalam memanfaatkan potensi ekonomi digital yang terus berkembang pesat.
Utusan Khusus Presiden (UKP) untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad menyebut bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam ekonomi digital dan industri kreatif.
Raffi menyampaikan, sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah terus mendorong kemandirian bangsa, terutama dalam memanfaatkan potensi ekonomi digital yang terus berkembang pesat.
Secara data, pengguna internet di Indonesia saat ini sudah mencapai lebih dari 185 juta pengguna, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pengguna internet terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Artinya, pasar digital kita ini sangat besar dan harus dimanfaatkan dengan maksimal.
"Dan secara data saat ini, pengguna internet di Indonesia ini lebih dari 185 juta pengguna. Dan ini menjadi urutan keempat dunia di bawah China, India dan juga Amerika Serikat. Jadi Indonesia ini sebenarnya sangat-sangat besar sekali," kata Raffi dalam acara EMTEK Connect Vol 3, Jakarta, Kamis (6/2).
Tak hanya itu, Raffi juga mengungkapkan potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan mencapai Rp5.800 triliun pada tahun 2030. Dari jumlah tersebut, transaksi e-commerce diproyeksikan menyentuh angka Rp2.400 triliun, dengan jumlah pengguna e-commerce yang diperkirakan mencapai 131 juta orang pada tahun 2028.
"Dan potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan Rp5.800 triliun pada tahun nanti di 2030. Dan ini dimana Rl2.400 triliunnya ini nilai transaksi para pengguna e-commerce yang diproyeksikan akan mencapai 131 juta di tahun 2028. Jadi kita punya hope yang sangat-sangat besar sekali," ujar Raffi.
Meningkatnya Kesadaran Akan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Dalam dunia industri kreatif, hak kekayaan intelektual (HKI) memainkan peran penting dalam monetisasi konten digital. Sepanjang tahun 2024 ini, tercatat 7.926 pendaftaran kekayaan intelektual di Indonesia, menunjukkan meningkatnya kesadaran para kreator dan pelaku industri terhadap pentingnya perlindungan hak cipta dan merek dagang.
"Ini potensinya sangat-sangat luar biasa untuk memonetisasi konten-konten digital dengan kepemilikan hak kekayaan intelektual. Kita bisa lihat sama-sama di sana, untuk sepanjang tahun 2024 ini, ini tercatat 7.926 pendaftar kekayaan intelektual di Indonesia. Jadi sangat-sangat huge sekali, sangat-sangat luar biasa sekali," paparnya.
Raffi juga menyoroti besarnya nilai lisensi karakter Intellectual Property (IP) di Indonesia, yang pada tahun 2024 diperkirakan mencapai Rp300 triliun. Namun, dia menekankan mayoritas pasar masih didominasi oleh IP dari luar negeri. Sebagai perbandingan, salah satu IP internasional terbesar, Pokémon, memiliki nilai ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp2.400 triliun.
"Jadi saya dan juga kita semua bangsa itu berharap Indonesia juga punya IP yang bisa bersatu dengan IP internasional. Tapi memang ini semua dibutuhkan, selalu gak ada kalau di dunia kreatif, di dunia industri kreatif ini gak ada yang namanya superman, kita harus punya super team. Karena itu dibutuhkan kolaborasi untuk semua pihak yang memastikan IP asal Indonesia bisa berkembang dan juga bisa bersaing dengan IP asing," tegas Raffi.
IP Lokal Indonesia yang Mulai Bersinar
Lebih lanjut, Raffi menyebut beberapa produk IP asli Indonesia yang mulai mendapat perhatian, seperti Tahi Lalat, Juki, Karnara Furu, Rats Animasi, dan Cipung Ngabungu. Ia berharap agar semakin banyak IP lokal yang bisa meraih sukses seperti IP dari luar negeri.
"Dan saya yakin, seseketika kita akan bisa. Dan juga kita mengenal beberapa produk IP lokal yang sudah jalan, ada Tai Lalat, kita lihat juga ada Juki, waktu itu pernah jalan juga Juki. Ada juga Karnara Furu, ada juga Rats Animasi, Cipung Ngabungu," ujarnya optimis.
Bahkan, Raffi sendiri bercita-cita untuk mengembangkan IP dari karakter yang dia ciptakan bersama keluarganya, termasuk putranya, Cipung.
"Jadi saya, anak-anak saya bisa jadikan IP. Jadi saya juga biar gak syuting lagi tapi bisa jadi produk dan lain-lain," tutupnya..