Proyek CCS Siap Dimulai 2030, Indonesia Bisa Simpan Cadangan Karbon untuk 1.000 Tahun
Teknologi ini dinilai mampu menyimpan emisi karbon dalam jangka panjang dan membuka peluang ekonomi baru.
Indonesia terus mendorong pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sebagai upaya untuk mencapai target net zero emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Teknologi ini dinilai mampu menyimpan emisi karbon dalam jangka panjang dan membuka peluang ekonomi baru.
Menurut Executive Director Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC), Belladona Troxylon Maulianda, Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan karbon bawah tanah mencapai 600 gigaton, sementara emisi tahunan Indonesia saat ini berkisar 600 juta ton.
"Dengan kapasitas itu, Indonesia dapat menyimpan emisi domestik hingga sekitar 1.000 tahun. Jika ditambah dengan penyimpanan emisi dari negara tetangga, potensi penyimpanan bisa mencapai 200 tahun," jelas Belladona dalam konferensi pers The 3rd International & Indonesia CCS Forum 2025 di Jakarta, Senin (21/4).
Ia menambahkan, pengembangan CCS tidak hanya penting untuk lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru dari negara-negara yang menyimpan karbon di Indonesia, serta menciptakan lapangan kerja berskala besar.
"Sektor CCS dapat menciptakan sekitar 170 ribu lapangan pekerjaan setiap tahunnya, mulai dari konstruksi hingga pengawasan teknis," ujarnya.
Dari sisi ekonomi, kontribusi CCS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional diperkirakan mencapai 0,8 hingga 1 persen. Sejauh ini, sudah terdapat tiga proyek yang dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2030, dengan total investasi mencapai USD 38 miliar.
Salah satu investor besar adalah ExxonMobil, yang akan membangun pabrik petrokimia yang sejak awal terintegrasi dengan teknologi CCS untuk menekan emisi secara langsung dari proses produksinya.
Belladona menegaskan bahwa forum CCS tahun ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi bentuk nyata komitmen Indonesia untuk menjadi pemimpin dalam pengembangan teknologi ini di kawasan Asia Pasifik bahkan dunia.
"Jika proyek CCS ini mulai berjalan pada 2030 atau lebih cepat, Indonesia berpotensi menjadi negara berkembang pertama yang menerapkan CCS secara penuh," tutupnya.