Posko Nasional ESDM Hadir sebagai Pusat Informasi Utama Hadapi Ramadhan dan Lebaran 2026
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan Posko Nasional ESDM akan menjadi rujukan informasi penting bagi masyarakat terkait ketersediaan energi dan mitigasi bencana selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengumumkan pembentukan Posko Nasional Sektor ESDM. Posko ini bertujuan sebagai pusat informasi terpadu bagi masyarakat. Kehadiran posko sangat krusial menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Posko ini akan menyediakan data akurat mengenai ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Informasi pasokan listrik juga akan dijamin kelancarannya bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, potensi kebencanaan geologi turut menjadi fokus utama perhatian.
Beroperasi selama 20 hari, mulai 12 hingga 31 Maret 2026, posko berlokasi di Gedung BPH Migas Jakarta. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) ditunjuk sebagai Ketua Posko Nasional Sektor ESDM untuk periode penting ini.
Kesiapan Energi Nasional Menjelang Lebaran
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memastikan ketersediaan BBM dan LPG secara nasional sangat memadai untuk kebutuhan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Pemerintah berkomitmen penuh menjaga pasokan listrik bagi masyarakat di seluruh wilayah. Ketersediaan energi primer untuk pembangkit listrik juga telah disiapkan secara optimal.
Yuliot menjelaskan, berbagai pemeliharaan telah dilakukan terhadap pembangkit listrik yang ada. Cadangan energi primer juga disiapkan untuk mencegah gangguan transmisi. Pengecekan menyeluruh telah dilaksanakan guna menjamin pasokan listrik tanpa hambatan.
"Kita sudah melakukan maintenance terhadap pembangkit-pembangkit yang ada kemudian cadangan energi primernya juga kita siapkan, jangan sampai ada gangguan transmisi dan juga sudah dilakukan pengecekan. Jadi, saat Ramadhan Idul Fitri ini tidak ada gangguan terhadap pasokan listrik di seluruh daerah baik di pusat-pusat kegiatan ekonomi maupun pemukiman-pemukiman masyarakat terutama di daerah tujuan mudik Lebaran tahun ini," tegas Yuliot.
Posko Nasional ESDM ini juga akan mengelola informasi terkait proyeksi dinamika kebutuhan BBM selama periode operasionalnya. Diperkirakan, konsumsi gasoline akan meningkat 12 persen, sementara gasoil diprediksi turun 14,5 persen. Kebutuhan avtur diperkirakan naik 2,8 persen dan kerosene naik 4,2 persen dibandingkan kondisi normal.
Mitigasi Bencana Geologi dan Sinergi Lintas Sektor
Selain fokus pada energi, Posko Nasional Sektor ESDM juga mengantisipasi potensi bencana geologi. Wakil Menteri Yuliot Tanjung mengungkapkan, Badan Geologi telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi komprehensif. Upaya ini mencakup penanganan pergerakan tanah dan aktivitas vulkanik gunung berapi.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menjalankan tugas posko. "Dalam pelaksanaan kegiatan Posko Nasional Sektor ESDM ini, penting kita bersinergi agar pelaksanaan posko berjalan dengan lancar," ujarnya. Sinergi ini mencakup internal anggota posko dan stakeholder eksternal.
Erika menambahkan, sinergi juga dilakukan dengan Korlantas Polri terkait rute pembatasan ataupun titik-titik kemacetan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik Lebaran. Dengan demikian, informasi yang disampaikan kepada masyarakat akan lebih akurat dan terkoordinasi.
Dukungan Infrastruktur dan Ketersediaan Stok Energi
Untuk menjamin kelancaran pasokan, BPH Migas bersama PT Pertamina (Persero) menyiagakan infrastruktur energi. Sebanyak 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, dan 72 DPPU siap beroperasi penuh. Fasilitas tambahan juga disiapkan di wilayah dengan permintaan yang tinggi.
Ketahanan stok BBM nasional untuk gasoline, gasoil, kerosene, dan avtur berada pada kisaran 17 hingga 23 hari. Rata-rata ketahanan stok tercatat sekitar 21 hari, menunjukkan kondisi yang aman. Ini memastikan pasokan cukup untuk menghadapi peningkatan konsumsi.
Sementara itu, untuk LPG, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM dan Pertamina menyiagakan 40 terminal LPG, 757 SPBE, serta 6.662 agen LPG. Prognosa ketahanan stok LPG nasional diperkirakan berada di kisaran 12-15 hari.
"Kondisi stok ini dijaga tetap stabil selama periode posko, dengan dukungan agen dan pangkalan LPG siaga 24 jam khususnya di wilayah dengan permintaan tinggi," jelas Erika. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat mudah mengakses LPG kapan pun dibutuhkan.
Sumber: AntaraNews