Buka Posko Nasional, Kementerian ESDM Jamin Pasokan Listrik Aman Selama Nataru
Kementerian ESDM bersama PLN memperkuat kesiapan layanan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025 untuk memastikan kelancaran dan keamanan pasokan energi.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) telah resmi membuka Posko Nasional untuk Sektor ESDM selama periode Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlokasi di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta. Posko ini bertugas untuk memastikan keandalan pasokan energi nasional selama libur akhir tahun, berfungsi sebagai pusat koordinasi antar sektor demi kelancaran pelayanan energi.
Hal ini menjadi sangat penting, terutama dalam sektor ketenagalistrikan, mengingat adanya peningkatan mobilitas masyarakat dan potensi cuaca ekstrem yang dapat mempengaruhi pasokan energi.
"Posko Nasional ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelayanan energi tetap berjalan optimal selama periode Natal dan Tahun Baru," ujar Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Nataru, Erika Retnowati, yang dikutip dari siaran pers pada Selasa (16/12/2025).
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, juga menegaskan bahwa pasokan listrik harus dapat diakses secara merata oleh masyarakat, terutama di daerah dengan tingkat mobilitas yang tinggi.
"Pasokan energi harus benar-benar dapat diakses masyarakat, tidak hanya cukup secara angka, tetapi juga hadir di lapangan, termasuk di wilayah dengan mobilitas tinggi," tambahnya.
Di sisi lain, Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Wanhar, menjelaskan bahwa pihaknya bersama PT PLN (Persero) telah meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi periode siaga Nataru. Kementerian ESDM juga sudah melakukan antisipasi terhadap potensi gangguan listrik agar masyarakat dapat merayakan Nataru dengan aman dan nyaman.
"Sistem pembangkit, transmisi, dan distribusi dipastikan siap operasi serta pekerjaan pemeliharaan dibatasi untuk meminimalkan potensi gangguan pasokan listrik," jelas Wanhar.
Penyediaan dan Distribusi Tenaga Listrik
Dari sektor ketenagalistrikan, diperkirakan bahwa sistem tenaga listrik nasional akan berada dalam kondisi aman selama periode Nataru 2025/2026.
"Beban puncak pada Hari Raya Natal 25 Desember 2025 diperkirakan mencapai 46.808 MW dengan Daya Mampu Pasok sebesar 53.930 MW, sehingga masih tersedia cadangan daya yang mencukupi."
Untuk memastikan keandalan pasokan listrik, PT PLN (Persero) telah menyiapkan 3.392 Posko Siaga Kelistrikan yang didukung oleh 64.897 personel. Selain itu, PLN juga menyiagakan 4.377 unit SPKLU di 2.862 lokasi untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.
Wilayah Timur Indonesia Prioritas Utama
PT PLN Indonesia Power (PLN IP) berkomitmen untuk memberikan pelayanan listrik yang andal di kawasan Indonesia Timur. Hal ini dilakukan dengan memastikan keandalan mesin pembangkit serta menerapkan teknologi digitalisasi. Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menekankan bahwa keberlanjutan pasokan listrik di wilayah timur Indonesia dan seluruh Nusantara merupakan prioritas utama perusahaan.
Salah satu langkah yang diambil adalah menjaga operasional mesin pembangkit agar tetap optimal dalam menghasilkan listrik. Untuk mendukung hal ini, PLN Indonesia Power telah bekerja sama dengan PT Wartsila Indonesia. Kerja sama ini bertujuan untuk mendapatkan dukungan teknologi dan keahlian dalam memastikan keandalan pembangkit, khususnya pada PLTMG Kupang Peaker dan BMPP Nusantara 2.
Komitmen PLN
Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keandalan pembangkit di wilayah yang menjadi tulang punggung pasokan listrik. "Dengan dukungan Wartsila, kami optimis dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan operasional, sekaligus mendukung target transisi energi bersih," ungkap Bernadus pada Selasa (2/12/2025).
Bernadus juga menyatakan bahwa kolaborasi ini melibatkan transformasi pemeliharaan yang berbasis teknologi. Dengan melakukan digitalisasi pemeliharaan dan menerapkan teknologi canggih, PLN IP tidak hanya berupaya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional di tengah berbagai tantangan global yang ada.
Sinergi yang terjalin ini menjadi bukti nyata komitmen PLN IP dalam menghadirkan inovasi dan layanan terbaik untuk masa depan energi Indonesia yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi Net Zero Emission 2060 serta upaya untuk menciptakan ekosistem energi yang lebih hijau, modern, dan inklusif.