PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman di Malam Natal 2025, Beban Puncak Capai 44,5 GW
PT PLN (Persero) mencatat beban puncak listrik nasional pada malam Natal 2025 mencapai 44,5 gigawatt (GW), namun pasokan tetap aman dengan cadangan daya yang mencukupi, memastikan kenyamanan masyarakat.
PT PLN (Persero) berhasil menjaga keandalan pasokan listrik di seluruh Indonesia selama perayaan malam Natal 2025. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengonfirmasi bahwa beban puncak nasional pada malam Natal mencapai 44,5 gigawatt (GW) dengan daya mampu sistem sebesar 70,8 GW. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan listrik sangat aman berkat cadangan daya yang memadai.
Kesiapan PLN ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengawal keandalan pasokan listrik hingga akhir periode Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Sebanyak 69 ribu personel PLN disiagakan 24 jam nonstop di 3.402 posko di seluruh Indonesia.
Pengamanan kelistrikan ini diprioritaskan pada objek-objek vital dan pusat-pusat aktivitas masyarakat, seperti tempat ibadah, rumah sakit, bandara, stasiun, terminal, hingga pusat perbelanjaan. Semua lokasi penting ini didukung dengan skema suplai listrik berlapis untuk menjamin kelancaran ibadah dan aktivitas publik.
Kesiapan PLN Menghadapi Beban Puncak Listrik Natal
Pada malam Natal 2025, beban puncak listrik nasional mencapai 44,5 GW, sebuah angka yang menunjukkan peningkatan penggunaan listrik di berbagai wilayah. Meski demikian, PLN berhasil mengelola lonjakan ini dengan baik karena memiliki daya mampu pasok yang jauh lebih tinggi, yaitu 70,8 GW.
Cadangan daya yang signifikan ini memastikan bahwa tidak ada gangguan berarti dalam pasokan listrik, sehingga masyarakat dapat merayakan Natal dengan tenang dan nyaman. Ketersediaan cadangan daya menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan di tengah peningkatan konsumsi.
Untuk mendukung operasi ini, PLN menyiagakan 69 ribu personel yang tersebar di 3.402 posko di seluruh Indonesia. Para personel ini bekerja 24 jam nonstop untuk memantau dan menanggapi setiap potensi gangguan.
Pengamanan Kelistrikan di Objek Vital dan Dukungan Peralatan
Prioritas utama pengamanan kelistrikan PLN adalah pada objek-objek vital dan pusat-pusat keramaian masyarakat. Lokasi seperti tempat ibadah, rumah sakit, bandara, stasiun, terminal, dan pusat perbelanjaan mendapatkan perhatian khusus dengan skema suplai listrik yang berlapis.
Kesiapsiagaan ini juga didukung oleh beragam peralatan canggih dan memadai. PLN telah menyiapkan 1.917 unit generator set (Genset), 737 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), dan 1.338 unit Gardu Bergerak (UGB).
Selain itu, terdapat 434 unit truk crane, 4.720 unit kendaraan operasional, serta 4.412 unit sepeda motor yang siap digunakan untuk mobilitas dan penanganan cepat di lapangan. Dukungan peralatan ini krusial untuk memastikan respons yang efektif terhadap segala situasi.
Kecukupan Energi Primer dan Layanan PLN Mobile
Selain kesiapan infrastruktur dan personel, PLN juga memastikan kecukupan energi primer untuk seluruh pembangkit listrik. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa kondisi energi primer dalam keadaan aman, yang tercermin dari perhitungan Hari Operasi Pembangkit (HOP).
Stok batu bara berada di atas 21 hari operasi, gas di atas 22 hari, dan bahan bakar minyak (BBM) di atas 10 hari operasi. Ketersediaan ini juga mencakup pembangkit di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), menunjukkan pemerataan pasokan energi.
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk melaporkan setiap gangguan atau kebutuhan terkait layanan kelistrikan. Setiap laporan pelanggan akan ditindaklanjuti secara realtime melalui aplikasi tersebut, dan pelanggan akan menerima notifikasi jika terjadi gangguan di wilayahnya.
Sumber: AntaraNews