Petani Buah Naga Menes Pandeglang Butuh 'Bapak Angkat' untuk Kembangkan Potensi Ekonomi Lokal
Petani Buah Naga Menes Pandeglang di Desa Cilaban Bulan membutuhkan dukungan 'bapak angkat' untuk mengembangkan budidaya, berpotensi jadi andalan ekonomi masyarakat pedesaan.
Petani di Desa Cilaban Bulan, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, sangat membutuhkan dukungan dari pihak luar. Mereka mencari "bapak angkat" untuk mengembangkan pertanian budidaya buah naga di wilayah tersebut. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pedesaan yang selama ini masih terbatas.
Sumarna (60), seorang petani buah naga setempat, mengungkapkan bahwa budidaya ini telah berjalan selama enam bulan. Usaha ini sudah mampu menghasilkan panen dan memberikan kontribusi pada pendapatan ekonomi warga. Keberadaan "bapak angkat" diharapkan dapat memperluas skala usaha ini secara signifikan.
Pengembangan budidaya buah naga ini dipandang sebagai peluang besar untuk menjadi sektor andalan. Apabila didukung dengan investasi yang memadai, potensi ekonomi buah naga di Pandeglang bisa terwujud. Ini akan membawa kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat setempat.
Potensi dan Tantangan Budidaya Buah Naga di Pandeglang
Pertanian budidaya buah naga yang saat ini dikembangkan oleh Sumarna masih relatif terbatas. Lahan yang digunakan hanya seluas 300 meter persegi, menunjukkan skala usaha yang masih kecil. Meskipun demikian, dalam enam bulan, pertanian ini telah menghasilkan panen sekitar 400 buah.
Buah naga hasil panen tersebut dijual dengan harga Rp5.000 per buah, menghasilkan pendapatan total Rp2 juta. Sumarna sangat optimistis bahwa daerahnya memiliki potensi besar untuk pengembangan budidaya buah naga lebih lanjut. Dia meyakini bahwa dengan adanya "bapak angkat", buah naga bisa menjadi andalan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Inisiatif budidaya buah naga ini berawal dari pengalaman Sumarna belajar dari petani di Sukabumi, Jawa Barat. Kondisi topografi alam di Desa Cilaban Bulan yang berada di bawah kaki gunung, mirip dengan Sukabumi, mendukung keyakinan ini. Beberapa waktu lalu, bahkan ada warga Rangkasbitung yang datang belajar budidaya buah naga ke Menes.
Harapan dan Dukungan untuk Petani Buah Naga Menes Pandeglang
Mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Cilaban Bulan ini berharap agar pengembangan pertanian budidaya buah naga dapat terwujud. Ia sangat mengharapkan adanya "bapak angkat" dari perusahaan maupun pemodal. Tujuannya adalah menjadikan Menes sebagai sentra penghasil buah naga di Pandeglang, Banten.
Samsiah, warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, yang telah belajar budidaya buah naga di Menes, juga merasakan keberhasilan. Tanaman buah naganya kini tumbuh subur dan diperkirakan akan panen dalam dua bulan ke depan. Ini membuktikan bahwa metode budidaya yang diterapkan di Menes cukup efektif.
Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang juga memberikan apresiasi terhadap keberhasilan pengembangan buah naga oleh Sumarna. Nuridawati, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, menyatakan hal tersebut. Dinas berharap Sumarna dapat menjadi inovator bagi pengembangan budidaya buah naga lainnya.
Dukungan dan inovasi ini diharapkan dapat membawa kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, potensi pertanian buah naga di Pandeglang dapat dimaksimalkan untuk kemajuan ekonomi daerah.
Sumber: AntaraNews