Pertamina Sigap Atasi Antrean Pertamax Palangka Raya, Pasokan Kembali Normal
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bergerak cepat mengatasi antrean Pertamax di Palangka Raya akibat kendala cuaca, memastikan pasokan kembali normal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi antrean panjang BBM Pertamax. Antrean ini terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya. Langkah pemulihan juga mencakup antisipasi di beberapa wilayah Kalimantan Tengah lainnya.
Kondisi tersebut disebabkan oleh keterlambatan kedatangan kapal suplai Pertamax di Fuel Terminal (FT) Pulang Pisau akibat kendala cuaca. Kendala cuaca buruk menjadi faktor utama yang menghambat pasokan ke titik suplai utama Palangka Raya. Selain itu, peningkatan konsumsi produk Pertamax Series oleh masyarakat turut memperparah situasi yang ada.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Edi Mangun menegaskan bahwa penanganan telah dilakukan secara terukur. Tujuannya adalah agar situasi dapat segera kembali normal dan kebutuhan bahan bakar masyarakat dapat terpenuhi. Koordinasi dengan pemerintah setempat juga terus dijalin untuk menjaga stabilitas pasokan.
Kendala Cuaca dan Peningkatan Konsumsi Picu Antrean
Antrean panjang Pertamax yang terlihat di beberapa SPBU di Palangka Raya pada pertengahan November 2025 lalu bukan tanpa sebab. Edi Mangun menjelaskan bahwa penyebab utamanya adalah keterlambatan kedatangan kapal suplai Pertamax di Fuel Terminal Pulang Pisau. Keterlambatan ini dipicu oleh kendala cuaca ekstrem yang tidak memungkinkan kapal bersandar tepat waktu.
Selain faktor cuaca, peningkatan konsumsi produk Pertamax Series oleh masyarakat juga turut berkontribusi pada penipisan stok. Kondisi ini secara simultan menciptakan tekanan pada ketersediaan pasokan, yang pada akhirnya memicu antrean Pertamax Palangka Raya.
Meskipun demikian, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan telah merespons kondisi ini dengan cepat. Mereka melakukan identifikasi masalah dan segera menerapkan strategi pemulihan untuk memastikan pasokan kembali stabil dan antrean dapat terurai.
Langkah Strategis Pertamina Jamin Ketersediaan Pasokan
Untuk mengatasi antrean Pertamax Palangka Raya, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan langsung melakukan penyesuaian dan langkah percepatan pemenuhan pasokan. Langkah ini diambil dari titik suplai utama yang memasok ke wilayah Palangka Raya. Edi Mangun menyatakan, "Termasuk melakukan antisipasi perbantuan suplai Pertamax dari terminal BBM lainnya untuk memastikan kebutuhan masyarakat Palangka Raya dapat terpenuhi.”
Penyaluran harian Pertamax di Palangka Raya selama November 2025 tercatat berada di angka rata-rata 112 KL per hari. Pertamina terus berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan tersebut agar tidak terjadi kelangkaan.
Koordinasi erat juga terjalin dengan Pemerintah Kota Palangka Raya. Pertamina dan Pemkot telah mengadakan rapat pembahasan ketersediaan dan distribusi BBM untuk menjaga kondisi tetap terkendali pada awal pekan ini. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam memastikan stabilitas pasokan energi di daerah.
Klarifikasi Isu Kuota dan Hoaks Etanol
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Pertamina menegaskan bahwa antrean yang terjadi di SPBU di wilayah Palangka Raya tidak berkaitan dengan isu kuota BBM. Edi Mangun menjelaskan, "Kuota untuk jenis BBM tertentu dan penugasan atau subsidi di wilayah Palangka Raya dan Kalimantan Tengah diproyeksikan mencukupi hingga akhir tahun."
Untuk produk non-subsidi seperti Pertamax, tidak ada batasan kuota. Penyaluran produk ini menyesuaikan permintaan dan pasokan yang ada di lapangan. Hal ini memastikan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan pasar.
Selain itu, Pertamina juga memberikan klarifikasi atas isu hoaks mengenai etanol yang beredar di masyarakat. Edi Mangun memastikan bahwa isu yang menyebut BBM mengandung etanol dapat merusak mesin adalah tidak benar. Seluruh SPBU di wilayah Palangka Raya tetap menerapkan prosedur penerimaan BBM sesuai standar, "Jadi kualitas produk yang dijual ke masyarakat terjamin aman dan sesuai spesifikasi," pungkasnya.
Sumber: AntaraNews