Pertamina Perketat Pengawasan Distribusi LPG Subsidi Bali, Pastikan Stok Aman
Pertamina Patra Niaga memperketat pengawasan distribusi LPG Subsidi Bali setelah isu kelangkaan muncul di Denpasar, memastikan ketersediaan tetap terjaga bagi masyarakat.
Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) telah memperketat pengawasan distribusi LPG subsidi di Bali. Langkah ini diambil menyikapi isu pasokan gas yang langka di sebagian wilayah Denpasar.
Manajer Komunikasi, Relasi, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan komitmen perusahaan. Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan dinas terkait serta aparat penegak hukum (APH) untuk pengawasan bersama.
Upaya proaktif dan mitigasi terus dilakukan demi menjaga ketersediaan energi masyarakat. Ini juga untuk memastikan penyaluran LPG subsidi berjalan tepat sasaran dan terukur.
Strategi Pertamina Mengatasi Isu Kelangkaan Distribusi LPG Subsidi Bali
Pertamina Patra Niaga telah mengambil berbagai langkah strategis untuk mengatasi isu kelangkaan LPG subsidi di Bali. Pengawasan ketat diterapkan pada seluruh mata rantai distribusi untuk mencegah penyimpangan.
Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum menjadi kunci utama. Tujuannya adalah memantau secara langsung dan memastikan pasokan LPG subsidi sampai ke tangan yang berhak.
Selain itu, pelaksanaan pasar murah juga dijadwalkan di beberapa lokasi yang terindikasi mengalami keterbatasan pasokan. Inisiatif ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap LPG subsidi.
Ahad Rahedi menyatakan optimisme bahwa kondisi distribusi LPG di Denpasar akan segera membaik dan kembali normal. Berbagai upaya ini diharapkan dapat menstabilkan pasokan dalam waktu dekat.
Perbedaan Ketersediaan LPG Subsidi di Pangkalan Resmi dan Pengecer
Ketersediaan LPG subsidi di tingkat agen dan pangkalan resmi Pertamina Patra Niaga dilaporkan masih dalam kondisi aman. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum, pasokan dari Pertamina mencukupi kebutuhan.
Dugaan kelangkaan pasokan justru terdeteksi di tingkat pengecer yang tidak resmi dan tidak berafiliasi dengan Pertamina Patra Niaga. Pengecer semacam ini seringkali menjual LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Hasil pengecekan langsung di lapangan menunjukkan bahwa pangkalan di Denpasar Barat dan Denpasar Timur memiliki stok memadai. Tersedia antara 5 hingga 50 tabung per pangkalan, menandakan pasokan normal dan mencukupi.
Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan HET LPG tiga kilogram sebesar Rp18.000 per tabung. Ketetapan ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 63 Tahun 2022, yang wajib dipatuhi.
Peran Masyarakat dalam Pengawasan Distribusi LPG Subsidi
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli LPG subsidi sesuai kebutuhan. Pembelian berlebihan atau penimbunan dapat memicu kelangkaan buatan di pasar.
Untuk memudahkan akses, masyarakat dapat memeriksa lokasi pangkalan resmi terdekat melalui situs https://subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg. Platform ini menyediakan informasi akurat mengenai titik distribusi.
Partisipasi aktif masyarakat sangat diharapkan dalam pengawasan distribusi LPG subsidi. Apabila menemukan indikasi pelanggaran atau kesulitan memperoleh LPG, segera laporkan.
Masyarakat dapat menghubungi layanan Pertamina di nomor 135 untuk melaporkan temuan tersebut. Laporan dari masyarakat sangat membantu dalam menjaga kelancaran dan ketepatan sasaran distribusi LPG.
Sumber: AntaraNews