Pertamina Pastikan Kesiapan Energi Lebaran 1447 H, Stok dan Infrastruktur Aman
PT Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan infrastruktur dan pasokan energi untuk menyambut Lebaran Idul Fitri 1447 H, mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat dan kebutuhan energi.
PT Pertamina Patra Niaga telah menegaskan kesiapan penuh infrastruktur serta keandalan pasokan energi untuk melayani masyarakat selama periode libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Kesiapan ini mencakup optimalisasi layanan energi di berbagai wilayah, khususnya di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), yang menjadi jalur utama mudik.
Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan PT Pertamina Patra Niaga, Kadek Ambara Jaya, memproyeksikan adanya lonjakan signifikan kebutuhan energi, terutama gasoline dan LPG. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang diperkirakan akan sangat tinggi selama bulan Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri.
Langkah antisipatif ini diambil guna menjamin kelancaran distribusi dan ketersediaan energi bagi seluruh lapisan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik atau beraktivitas selama periode tersebut. Pertamina berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah dinamika kebutuhan energi nasional dan memastikan kenyamanan pemudik.
Perkuat Jaringan Infrastruktur dan Layanan Tambahan
Untuk memastikan kelancaran distribusi energi selama periode krusial ini, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus telah mengoptimalkan jaringan infrastruktur yang luas. Jaringan ini meliputi 1.482 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), 900 Pertashop, serta 1.216 agen LPG yang tersebar di seluruh wilayah operasionalnya. Optimalisasi ini bertujuan untuk menjangkau kebutuhan energi masyarakat secara merata dan efisien.
Selain itu, Pertamina juga menyiapkan 644 SPBU Siaga yang beroperasi 24 jam penuh dan 921 Agen LPG Siaga guna mengantisipasi lonjakan permintaan. Fasilitas ini dirancang untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan energi mereka kapan pun diperlukan, terutama saat puncak arus mudik dan balik Lebaran. Kehadiran SPBU dan Agen LPG Siaga ini menjadi krusial dalam menjaga ketersediaan pasokan di berbagai titik strategis.
Pertamina turut menghadirkan 10 titik layanan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Kiosk Pertamina Siaga, serta 36 unit Motorist/PDS yang bersifat mobile. Unit-unit bergerak ini berfungsi untuk menjangkau kawasan pemukiman hingga jalur wisata yang mungkin sulit diakses oleh SPBU konvensional. Untuk menjaga kelancaran suplai di jalur dengan mobilitas tinggi, Pertamina juga menyiapkan 17 unit mobil tangki stand-by sebagai kantong suplai darurat.
Tidak hanya itu, Pertamina menyediakan tiga Serambi MyPertamina di area istirahat dan pusat keramaian. Serambi ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas bagi pemudik, seperti ruang istirahat yang nyaman, nursery room untuk ibu dan bayi, barbershop, mini klinik, hingga area bermain anak, memberikan kenyamanan ekstra selama perjalanan panjang.
Imbauan Konsumsi Bijak dan Apresiasi dari DPR RI
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan sesuai kebutuhan. Imbauan ini sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan mencegah potensi penimbunan yang dapat mengganggu distribusi energi nasional. Pertamina terus berupaya menjaga keandalan pasokan dan distribusi energi bagi masyarakat, sehingga kerja sama dari konsumen sangat diharapkan.
Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Nasim Khan, menyampaikan apresiasi atas berbagai langkah antisipatif yang telah dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga. Dalam rapat bersama Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Nasim Khan menyoroti kesiapan Pertamina di tengah dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang bisa mempengaruhi pasokan energi. Kesiapan ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan stok dan kelancaran distribusi BBM.
Nasim Khan juga mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam melakukan pembelian BBM. Ia menyoroti munculnya kecenderungan pembelian dalam jumlah tidak wajar di beberapa wilayah, yang berpotensi pada tindakan penimbunan dan ketidakadilan dalam distribusi. Oleh karena itu, pembelian BBM harus dilakukan sesuai kebutuhan riil untuk menghindari gangguan pasokan dan memastikan ketersediaan bagi semua.
Sumber: AntaraNews