Perdagangan Ternak Aceh Besar Meningkat Drastis Jelang Lebaran Idul Fitri 2026
Perdagangan ternak di Pasar Hewan Cot Iri, Aceh Besar, melonjak signifikan menjelang tradisi Meugang Idul Fitri 2026, memicu kenaikan harga dan kekhawatiran pasokan akibat bencana. Simak selengkapnya mengenai dinamika Perdagangan Ternak Aceh Besar.
Banda Aceh, ANTARA - Aktivitas perdagangan hewan ternak di Pasar Hewan Cot Iri, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, menunjukkan peningkatan yang signifikan. Lonjakan ini terjadi menjelang tradisi Meugang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi. Peningkatan volume transaksi ini menjadi indikasi kuat tingginya permintaan masyarakat akan hewan ternak untuk kebutuhan perayaan.
Fauzan, seorang petugas distribusi di Pasar Hewan Cot Iri, Aceh Besar, pada Sabtu, mengungkapkan bahwa jumlah hewan ternak yang diperdagangkan mengalami kenaikan drastis dibandingkan hari-hari biasa. Fenomena ini merupakan pola tahunan yang selalu terjadi menjelang momen penting seperti Idul Fitri. Kondisi ini mencerminkan persiapan masyarakat Aceh dalam menyambut tradisi Meugang.
Kenaikan permintaan ini tidak hanya berdampak pada volume perdagangan, tetapi juga pada harga jual hewan ternak di pasaran. Para pedagang melaporkan adanya penyesuaian harga yang cukup substansial. Selain itu, pasokan hewan ternak juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk dampak dari bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh pada akhir tahun 2025.
Lonjakan Aktivitas di Pasar Hewan Cot Iri
Distribusi hewan ternak di Pasar Hewan Cot Iri mengalami peningkatan yang mencolok. Menurut Fauzan, pada hari Sabtu menjelang Meugang, lebih dari 50 ekor hewan ternak diperdagangkan, jauh melampaui angka harian biasa yang berkisar antara 30 hingga 40 ekor. Peningkatan ini adalah fenomena rutin yang terjadi setiap menjelang tradisi Meugang.
Pasar Hewan Cot Iri beroperasi setiap hari Sabtu dan dikelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar melalui Bidang Peternakan. Hewan ternak yang diperdagangkan di pasar ini sebagian besar berasal dari peternak lokal di sekitar wilayah seperti Krueng Barona Jaya dan Krueng Raya. Sementara itu, untuk ternak yang berasal dari luar Aceh Besar, biasanya diperdagangkan di Pasar Hewan Sibreh yang beroperasi setiap hari Rabu.
Kenaikan Harga Ternak Jelang Meugang
Kenaikan harga hewan ternak menjadi sorotan utama menjelang tradisi Meugang. Abdul Jalil, seorang pedagang ternak, membenarkan adanya kenaikan harga berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta. Peningkatan harga ini disebabkan oleh tingginya permintaan dari masyarakat yang ingin membeli hewan ternak untuk kebutuhan Idul Fitri.
Sebagai contoh, harga sapi ukuran sedang yang pada hari biasa dijual sekitar Rp16 juta, kini melonjak menjadi Rp18 juta. Untuk sapi berukuran besar, harganya bahkan mencapai Rp30 juta menjelang Meugang, dari sebelumnya sekitar Rp27 juta. Kenaikan harga ini menunjukkan dinamika pasar yang sangat responsif terhadap momen perayaan keagamaan.
Dampak Bencana dan Prediksi Harga Daging
Peningkatan harga hewan ternak juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu bencana hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah Aceh pada akhir November 2025. Abdullah, seorang pedagang daging, menjelaskan bahwa banyak hewan ternak seperti sapi yang mati akibat bencana tersebut. Kondisi ini secara langsung berdampak pada ketersediaan pasokan hewan ternak untuk kebutuhan Meugang maupun hari-hari biasa.
Berkurangnya pasokan hewan ternak setelah bencana diperkirakan akan berdampak pada harga daging saat tradisi Meugang. Tradisi ini biasanya berlangsung dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Abdullah memprediksi bahwa harga daging yang biasanya naik dari Rp150 ribu menjadi Rp170 ribu per kilogram saat Meugang, kemungkinan akan lebih tinggi lagi tahun ini karena persediaan hewan ternak yang jauh berkurang.
Sumber: AntaraNews