Penyaluran Kredit OJK Malang Tumbuh 8,41 Persen, Capai Rp109,64 Triliun di September 2025
Penyaluran Kredit OJK Malang menunjukkan pertumbuhan signifikan 8,41 persen YoY, mencapai Rp109,64 triliun pada September 2025. Sektor mana yang paling mendominasi?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang melaporkan kinerja positif sektor perbankan di wilayah kerjanya. Penyaluran kredit perbankan menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 8,41 persen secara tahunan.
Data terbaru mencatat total penyaluran kredit mencapai Rp109,64 triliun pada September 2025. Angka ini meningkat dari Rp101,14 triliun yang tercatat pada periode yang sama tahun 2024.
Kepala Kantor OJK Malang, Farid Faletehan, menyampaikan informasi ini dalam acara Journalist Class di Makassar. Pertumbuhan ini menandakan geliat ekonomi yang stabil di wilayah Jawa Timur.
Kinerja Pertumbuhan Kredit Berbagai Jenis Bank
Farid Faletehan menjelaskan bahwa penyaluran kredit perbankan di wilayah OJK Malang terus menunjukkan tren positif. Dari total Rp109,64 triliun, bank umum konvensional mendominasi dengan penyaluran sebesar Rp101,33 triliun, mencatat pertumbuhan 8,64 persen secara tahunan.
Sementara itu, bank umum syariah menyalurkan Rp6,13 triliun, tumbuh 4,18 persen. Bank Perekonomian Rakyat (BPR) juga berkontribusi dengan Rp1,94 triliun, tumbuh 8,55 persen. Yang menarik, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 22,25 persen, dengan total penyaluran Rp228,56 miliar.
Meskipun terjadi pertumbuhan kredit yang solid, OJK Malang juga mencatat kenaikan Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah. NPL mencapai 2,80 persen, naik 0,38 persen secara tahunan. Farid mencatat, tingkat NPL gross terendah berada di Kota Probolinggo (1,46 persen), diikuti Kabupaten Probolinggo (1,92 persen), dan Kota Pasuruan (2,10 persen).
Distribusi Kredit Berdasarkan Wilayah dan Penggunaan
Penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja OJK Malang tersebar merata di berbagai kabupaten dan kota. Kabupaten Malang menjadi wilayah dengan penyaluran tertinggi, mencapai Rp30,35 triliun atau tumbuh 1,23 persen secara tahunan.
Disusul oleh Kota Malang dengan Rp29,47 triliun (tumbuh 7,89 persen) dan Kabupaten Pasuruan sebesar Rp17,62 triliun (tumbuh 2,86 persen). Wilayah lain seperti Kabupaten Probolinggo (Rp13,18 triliun) dan Kota Probolinggo (Rp10,71 triliun) juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, masing-masing 21,67 persen dan 27,95 persen.
Secara penggunaan, mayoritas kredit disalurkan untuk modal kerja, yakni sebesar Rp45,66 triliun atau 41,65 persen dari total. Selain itu, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendapatkan porsi besar, sekitar Rp36,88 triliun atau 33,6 persen dari total penyaluran kredit.
Sektor Ekonomi Pendorong Pertumbuhan dan Kualitas Kredit
Beberapa sektor ekonomi menunjukkan pertumbuhan kredit yang sangat impresif di wilayah OJK Malang. Sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 43,38 persen, dengan total penyaluran Rp3,32 triliun.
Sektor pendidikan juga tidak kalah, tumbuh 31,05 persen dengan nilai Rp599 miliar, diikuti sektor pertambangan dan penggalian yang naik 30,65 persen menjadi Rp5,17 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan diversifikasi ekonomi yang kuat di wilayah tersebut.
Menariknya, sektor-sektor dengan pertumbuhan tinggi ini juga memiliki tingkat NPL yang sangat rendah. Pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin memiliki NPL hanya 0,01 persen. Sektor pertambangan dan penggalian mencatat NPL 0,08 persen, sementara pendidikan hanya 0,20 persen, menunjukkan kualitas kredit yang baik di sektor-sektor tersebut.
Selain penyaluran kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan. DPK tercatat tumbuh 4,48 persen secara tahunan, dari Rp101,19 triliun pada September 2024 menjadi Rp105,72 triliun pada September 2025. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan di wilayah OJK Malang.
Sumber: AntaraNews