Pemkab Jayapura Gencarkan Pelestarian Pangan Lokal, Dorong Ekonomi UMKM Melalui Festival
Pemerintah Kabupaten Jayapura serius mendorong pelestarian pangan lokal dan ekonomi UMKM melalui Festival Seribu Lilin. Upaya ini bertujuan mengangkat potensi pangan khas daerah yang mulai jarang ditemui, sekaligus membuat pembaca penasaran.
Pemerintah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, mengambil langkah konkret untuk melestarikan pangan lokal daerahnya. Inisiatif ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Seribu Lilin dan Pameran UMKM di Kampung Benyom 1, Distrik Nimbokrang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat kembali potensi pangan khas yang mulai langka dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Festival yang berlangsung pada 8 November ini menjadi wadah penting bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka diberikan kesempatan memperkenalkan produk olahan dari hasil bumi lokal yang kaya akan nilai gizi. Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam upaya pelestarian ini.
Melalui festival bertema 'Dukung Bisnis Lokal, Bangun sa Depan Berkelanjutan', Pemkab Jayapura berharap pangan lokal tidak hanya dikenal sebagai tradisi semata. Namun juga memiliki nilai ekonomi tinggi, mampu menembus pasar modern, serta menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi warga.
Mengangkat Potensi Pangan Khas Lembah Grimenawa
Pemerintah daerah berkomitmen penuh menjaga keberlanjutan pangan lokal yang menjadi identitas masyarakat Lembah Grimenawa. Salah satu fokus utama adalah sayur lilin (saccharum edule) serta berbagai hasil bumi lainnya yang tumbuh subur di wilayah tersebut. Upaya ini merupakan bagian dari strategi pelestarian warisan kuliner daerah dan kearifan lokal.
Festival Seribu Lilin menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada khalayak luas. Berbagai olahan pangan khas yang dihasilkan masyarakat dari distrik-distrik di Kabupaten Jayapura turut dipamerkan, menunjukkan kekayaan dan keragaman kuliner lokal yang dimiliki. Ini sekaligus mempromosikan potensi ekonomi daerah.
Salah satu daya tarik utama pengunjung adalah gerai UMKM dari Distrik Gresi Selatan yang menampilkan beragam olahan berbahan dasar sayur lilin. Tanaman khas Lembah Grimenawa ini dikenal kaya gizi dan memiliki berbagai jenis yang unik, menjadikannya komoditas potensial. Produk-produk ini menarik perhatian karena keunikan dan nilai gizinya.
Keikutsertaan UMKM dari Lembah Grimenawa dalam festival ini merupakan kesempatan berharga untuk memperkenalkan keanekaragaman sayur lilin dan cara pengolahannya kepada masyarakat luas. Ini sekaligus menjadi sarana edukasi tentang manfaat dan potensi pangan lokal bagi kesehatan dan ekonomi.
Dukungan Pemerintah dan Harapan UMKM untuk Pangan Lokal
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menekankan bahwa kegiatan ini adalah ruang penting bagi masyarakat dan UMKM untuk berkreasi. Mereka dapat memperkenalkan potensi pangan khas daerah yang mulai jarang ditemui dan memberikan nilai tambah. Pemerintah ingin pangan lokal tidak hanya dikenal sebagai makanan tradisional, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi.
Elisabeth, seorang pelaku UMKM dari Distrik Gresi Selatan, mengungkapkan bahwa masih banyak orang yang belum mengetahui jenis-jenis sayur lilin. Ia menjelaskan bahwa sayur lilin memiliki beberapa varietas dengan nama yang berbeda-beda, seperti yang diolah menjadi berbagai produk. Edukasi dan promosi menjadi kunci penting dalam pelestarian dan pengembangan ini.
Para pelaku UMKM berharap pemerintah terus memberikan dukungan untuk pelestarian tanaman lokal melalui kebijakan dan program berkelanjutan. Dukungan ini diharapkan dapat membantu pengembangan produk olahan bernilai ekonomi tinggi, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Jayapura secara berkelanjutan.
Komitmen Pemkab Jayapura untuk menjaga keberlanjutan pangan lokal menunjukkan visi jangka panjang yang holistik. Ini tidak hanya melestarikan budaya dan tradisi, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan demikian, pangan lokal dapat bersaing di pasar modern dan menjadi kebanggaan daerah.
Sumber: AntaraNews