Pembangunan 199 Gerai Kopdes Merah Putih di NTB Terkendala Lahan, Target Januari Sulit Tercapai
Sebanyak 199 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di NTB sedang dibangun, namun target penyelesaian Januari ini terancam kendala lahan yang belum jelas.
Pembangunan sebanyak 199 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini sedang dalam tahap konstruksi. Proyek ini merupakan inisiatif penting untuk memperkuat sektor ekonomi di tingkat desa dan kelurahan melalui pengembangan koperasi. Pemerintah pusat telah menetapkan target ambisius agar seluruh gerai ini dapat beroperasi penuh pada Januari tahun ini.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Ahmad Masyhuri, menjelaskan bahwa distribusi pembangunan gerai Kopdes Merah Putih masih belum merata. Mayoritas pembangunan, sekitar 40 persen, terkonsentrasi di wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Sementara itu, beberapa kabupaten/kota lain baru memulai proses pembangunan atau bahkan masih dalam tahap perencanaan awal.
Meskipun demikian, realisasi target penyelesaian pada Januari menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait ketersediaan lahan. Persoalan lahan menjadi hambatan krusial yang memerlukan solusi cepat dan terkoordinasi. Upaya negosiasi dan pemetaan lahan terus dilakukan untuk memastikan kelanjutan proyek strategis ini.
Progres Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih dan Distribusinya
Ahmad Masyhuri memaparkan bahwa dari total 199 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sedang dibangun, konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Lombok Tengah. Sekitar 40 persen dari jumlah tersebut berlokasi di sana, menunjukkan percepatan pembangunan yang signifikan di wilayah tersebut. Di sisi lain, progres pembangunan di kabupaten/kota lain masih tergolong lambat, bahkan ada yang baru pada tahap awal.
Target pemerintah pusat agar seluruh gerai Kopdes Merah Putih rampung pada Januari tahun ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi NTB. Mengingat disparitas progres pembangunan, kemungkinan target tersebut sulit tercapai sepenuhnya. Koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan pusat sangat dibutuhkan untuk mengatasi ketertinggalan ini.
Meskipun 199 gerai masih dalam proses pembangunan, lebih dari 100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di NTB telah berhasil memiliki gerai dan beroperasi. Ini termasuk fasilitas kantor yang memadai untuk mendukung kegiatan koperasi. Dari total 1.166 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang terdaftar di NTB, sebagian sudah menunjukkan kemandirian operasional.
Kendala Lahan Menjadi Penghambat Utama Proyek Gerai Koperasi
Kendala paling signifikan dalam pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah masalah ketersediaan lahan. Ahmad Masyhuri menegaskan bahwa isu lahan ini bukan hanya terjadi di NTB, melainkan juga menjadi tantangan di berbagai daerah lain. Proses negosiasi untuk mendapatkan lahan yang sesuai terus diupayakan oleh pihak terkait.
Berbagai opsi lahan sedang dipertimbangkan, termasuk lahan milik Pemerintah Provinsi, kabupaten, dan desa. Namun, belum ada kepastian atau persetujuan yang jelas mengenai pemanfaatan lahan-lahan tersebut. Pentingnya pemetaan lahan desa yang tersedia menjadi prioritas untuk mempercepat proses ini.
Persyaratan teknis untuk pembangunan gerai Kopdes Merah Putih cukup ketat, meliputi lahan siap pakai seluas 10 are dan luas bangunan 600 meter persegi. Meskipun anggaran pembangunan gerai telah dialokasikan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara, masalah lahan tetap menjadi batu sandungan utama. Oleh karena itu, penyelesaian isu lahan ini menjadi kunci keberhasilan proyek.
Sumber: AntaraNews