Pelindo Marine Siaga Lebaran: Pastikan Kelancaran Logistik di 55 Pelabuhan Nasional
PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) menyiagakan armada kapal tunda dan kapal pandu 24 jam di 55 pelabuhan seluruh Indonesia demi menjaga kelancaran logistik jelang Lebaran 1447 H. Kesiapan Pelindo Marine Siaga Lebaran ini penting untuk distribusi n
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) mengambil langkah proaktif untuk memastikan kelancaran arus logistik nasional. Perusahaan ini menyiagakan seluruh armada kapal tunda dan kapal pandu mereka selama 24 jam penuh. Kesiapan ini mencakup 55 pelabuhan strategis di seluruh Indonesia guna mendukung aktivitas kepelabuhanan yang meningkat.
Langkah sigap Pelindo Marine ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas di pelabuhan yang kerap terjadi menjelang Lebaran. Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik Pelindo Marine, Elvin Syah Putra, menegaskan komitmen perusahaan. Ia menyatakan bahwa pelayanan harus tetap optimal agar distribusi logistik tidak terhambat.
Kesiapan operasional ini melibatkan penyiapan sumber daya terbaik, baik dari sisi armada kapal maupun kru yang bertugas. Pelindo Marine memastikan setiap elemen telah dioptimalkan untuk memberikan layanan tanpa henti. Hal ini krusial demi menjaga stabilitas pasokan barang ke seluruh wilayah Indonesia.
Optimalisasi Armada dan Kru untuk Layanan Tanpa Henti
Elvin Syah Putra menjelaskan bahwa Pelindo Marine telah mempersiapkan kapal dan kru secara matang untuk melayani tanpa henti, 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Kesiapan ini meliputi seluruh area operasional perusahaan. Bahkan, wilayah paling barat seperti Pelabuhan Malahayati di Krueng Raya dan Lhokseumawe juga menjadi fokus utama.
Aktivitas pelabuhan secara umum memang cenderung meningkat signifikan menjelang Lebaran. Oleh karena itu, pelayanan optimal menjadi kunci agar arus distribusi logistik nasional tidak mengalami gangguan. Pelindo Marine telah mengoptimalkan rotasi kru, jadwal jaga, serta kesiapan teknis armada.
Pengelolaan sumber daya manusia dan teknis yang cermat ini sangat penting. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap kapal dan setiap kru siap menjalankan tugasnya dengan efisien. Ini termasuk menghadapi potensi peningkatan volume kapal yang masuk dan keluar pelabuhan.
Peran Vital Pelabuhan Malahayati dan Lhokseumawe
Pelabuhan Malahayati memiliki peran strategis, terutama dalam situasi darurat. Pelaksana Perawatan Armada Pelindo Marine di Malahayati, Teuku Muhazzari, mengungkapkan bahwa pelabuhan ini sempat berperan sebagai pusat distribusi logistik saat bencana melanda Aceh. Kapal tunda TB Kreng Raya, misalnya, tidak hanya melayani kemanusiaan pasca-bencana banjir, tetapi juga kapal komersial.
Layanan kapal komersial tersebut mencakup berbagai jenis kapal. Di antaranya adalah kapal kontainer, tanker, dan jenis kapal lainnya yang membutuhkan penundaan. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dan kapasitas operasional Pelabuhan Malahayati dalam mendukung berbagai kebutuhan logistik.
Sementara itu, di Pelabuhan Lhokseumawe, Asisten Pelaksana Penyiapan Armada Pelindo Marine, Rizki Rianda, memastikan seluruh armada dalam kondisi siap operasi. Kapal tunda KT Kreng Geukeh serta kapal pandu KPC Sei Nunang 01 dan MPS 020 telah disiapkan. Armada ini vital untuk mendukung kelancaran bongkar muat dan pergerakan kapal.
Kesiapan di kedua pelabuhan ini, Malahayati dan Lhokseumawe, menjadi contoh nyata dari komitmen Pelindo Marine. Mereka berupaya menjaga kelancaran logistik nasional, khususnya menjelang puncak aktivitas Lebaran. Ini merupakan bagian dari upaya besar Pelindo Marine Siaga Lebaran.
Sumber: AntaraNews