Nobar Piala Dunia Bulungan Jadi Magnet Silaturahmi dan Penggerak Ekonomi UMKM
Nobar Piala Dunia Bulungan di CFD Tebu Kayan sukses jadi magnet silaturahmi warga. Acara ini juga dongkrak ekonomi UMKM lokal, menciptakan suasana meriah dan menguntungkan.
Tanjung Selor, Kaltara – Nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI) Stasiun Kalimantan Utara (Kaltara) telah menjadi pusat perhatian warga Kabupaten Bulungan. Acara ini berlangsung meriah di kawasan Car Free Day (CFD) Tebu Kayan, Tanjung Selor, setiap akhir pekan. Kegiatan ini berhasil menarik ribuan masyarakat untuk berkumpul dan menikmati pertandingan sepak bola akbar.
Inisiatif TVRI Kaltara ini tidak hanya sekadar menyajikan tontonan pertandingan, melainkan juga berfungsi sebagai ajang silaturahmi yang efektif bagi warga. Masyarakat dari berbagai penjuru Bulungan, termasuk yang harus menyeberang sungai, antusias hadir untuk merasakan euforia kebersamaan. Suasana kebersamaan ini menjadi daya tarik utama bagi para penonton.
Lebih dari itu, nobar Piala Dunia Bulungan ini turut membawa dampak ekonomi positif yang signifikan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat. Para pedagang di sepanjang kawasan CFD Tebu Kayan merasakan peningkatan penjualan yang drastis. Hal ini menunjukkan bahwa acara publik semacam ini memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda perekonomian lokal.
Euforia Nobar Mempererat Silaturahmi Warga Bulungan
Acara nobar Piala Dunia 2026 di CFD Tebu Kayan telah menjadi magnet bagi warga Bulungan yang ingin merasakan sensasi menonton pertandingan bersama. Desi, seorang warga Jalan Tiga Tawai, Tanjung Selor, mengungkapkan harapannya agar nobar ini dapat dilaksanakan setiap minggu. Menurutnya, kegiatan ini memungkinkan warga untuk berinteraksi, berbelanja, dan menikmati kuliner bersama teman-teman di CFD Tebu Kayan.
Antusiasme serupa juga datang dari Hendra, warga Tanjung Palas, Bulungan, yang rela menyeberang sungai ke Tanjung Selor demi menghadiri nobar. Ia menjelaskan bahwa meskipun bisa menonton di rumah, euforia dan kesempatan untuk berbelanja serta kulineran tidak bisa didapatkan. “Kalau nobar kan seru. Di CFD Tebu Kayan juga banyak UMKM jual makanan dan camilan, jadi kita bisa nobar sambil ngemil dan silaturahmi sama teman-teman,” tuturnya.
Kehadiran para penggemar sepak bola, termasuk pendukung tim seperti Portugal yang diidolakan Desi, menciptakan atmosfer yang hidup dan penuh semangat. Momen-momen seperti ini tidak hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang membangun koneksi sosial. Interaksi antarwarga semakin erat, memperkuat tali persaudaraan di tengah masyarakat.
Nobar Piala Dunia Bulungan Dongkrak Penjualan UMKM Lokal
Dampak positif nobar Piala Dunia Bulungan tidak hanya terbatas pada aspek sosial, tetapi juga merambah ke sektor ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM. Desi menilai bahwa nobar yang digelar TVRI ini sangat membantu UMKM yang berjualan di sepanjang CFD Tebu Kayan. Ia menyatakan, “Nobar ini lebih membantu UMKM yang ada di CFD. Jadi warga-warga yang ada di luar sekalian jajan, sekalian nonton, sekalian seru-seruan bareng.”
Peningkatan penjualan yang signifikan dirasakan langsung oleh para pedagang. Ilham, seorang pedagang sate, mengaku penjualannya naik hingga 50-80 persen dari biasanya. “Biasanya itu paling 50 porsi, tapi dengan adanya nobar piala dunia ini bisa sampai 100-130 porsi terjual,” ungkap Ilham.
Hal serupa juga dialami oleh Arul, pedagang kopi di lokasi yang sama. Ia mengatakan bahwa penjualan kopinya bisa mencapai 150 gelas saat ada nobar Sabtu-Minggu, dari biasanya hanya sekitar 80-100 gelas. “Alhamdulillah lumayan signifikan jumlah yang terjual saat ada nobar yang diselenggarakan TVRI dari hari biasanya,” katanya. Arul menjual kopi dan minuman lain dengan harga bervariasi antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu.
Kenaikan omzet ini menunjukkan bahwa kegiatan nobar berskala besar mampu menciptakan peluang ekonomi yang substansial. Ini memberikan dorongan finansial yang sangat berarti bagi para pelaku usaha kecil di Bulungan.
Peran TVRI Kaltara dalam Menggelar Nobar dan Mendukung Komunitas
Kepala TVRI Stasiun Kaltara, Agung Kameswara, menjelaskan bahwa pihaknya telah beberapa kali menggelar nobar Piala Dunia di kawasan CFD Tebu Kayan. Ia menilai lokasi tersebut sangat cocok untuk acara semacam ini karena memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM. “Kita laksanakan nobar di kawasan CFD Tebu Kayan ini Sabtu-Minggu dan sudah lima pekan kita laksanakan,” jelas Agung.
Selain di CFD Tebu Kayan, TVRI Stasiun Kalimantan Utara juga memperluas jangkauan nobar ke beberapa tempat lain di Kaltara. Ini termasuk penyelenggaraan nobar di Festival Rakyat 2026 yang berlokasi di Lapangan Agathis, Tanjung Selor. Agung Kameswara menyebutkan bahwa Festival Rakyat akan melibatkan banyak kegiatan masyarakat dan UMKM, menunjukkan komitmen TVRI dalam mendukung aktivitas lokal.
Inisiatif TVRI ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi platform untuk mempromosikan produk-produk UMKM lokal. Dengan menyediakan ruang bagi pedagang dan penonton untuk berinteraksi, TVRI Kaltara berperan penting dalam memperkuat komunitas dan ekonomi daerah. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Bulungan.
Sumber: AntaraNews